
Revina dan Efina berada didalam kelas selama dalam kelas Revina hanya melamun membuat Efina heran dengan sikap sahabatnya .
" Rev ayo kita ke kantin Rendra dsn lainnya sudah pergi ke kantin" ajak Efina, tapi Revina hanya menggelengkan kepalanya.
" Sebenarnya ada apa sih denganmu hari ini membuatku bingung Rev" kata Efina . Revina melihat sahabatnya duduk disampingnya apa dia harus menceritakannya.
" Efina aku inhin menceritakan sesuatu" kata Revina terlihat ragu. Efina langsung melihatnya secara intens.
" Katakanlah" kata Efina. Revina menghela nafasnya secara kasar dan menceritakan kejadian kemaren ketika dia pulang.
" Terus siapa pria itu? " Efina, Revina menggelenggkan kepalanya. " Itulah aku tidak menengalnya tapi dia tahu nama dan sekolah kita" ucap Revina.
Efina senyum dan menaiki alisnya. " Sepertinya sahabatku ini ada penanggum rahasia, ayo kita kantin nanti saudara kembarmu marah padaku" Efina menarik Revina menuju kantin.
Kantin sekolah.
" Cahaya hari ini adalah hari menyenangkan" kata Aulia meminum jus. Cahaya menatapnya dengan bingung.
__ADS_1
" Bukankah hari biasa juga menyenangkan" kata Cahaya, bingung dengan kata Aulia. " Bukan itu maksudku sayang kabarnya kak Dwi dan temannya diskors selama seminggu" kata Aulia.
Cahaya terkejut sambil melihat Aulia menanggukan kepalanya.
" Kalian makan atau menggosip" kata Abimanyu. Revina dan Efina langsung menghabiskan baksonya. Sedangkan Rendra dan Verlo hanya menggelengkan kepalanya.
Dwi and gank diskors salahsatunya ada campur tangan Alex karena mereka sering menanggu menantu kesayangannya.
" Dimana Revina dan Efina belum juga datang,?" Rendra, tadi didalam kelas dia langsung ke kelas Cahaya setelah bel berbunyi.
" Itu mereka tak" kata Cahaya, melihat kedatangan Revina dan Efina. Revina dan Efina dengan senyum duduk disamping Cahaya dan Rendra.
" Kakak nanti saja marahnya kami sudah lapar" Revina mengusap perutnya sedangkan Efina hanya tersenyum masam.
Rendra memanggil pelayan dan memesan untuk mereka berdua.
" Cahaya guru baru itu tak asyik" kata Aulia dengan tiba-tiba tiba. " Menurutku guru itu biasa saja dia mengajar cukup baik hingga kita dapat mengerti cepat dalam pembelajaran" kata Cahaya, yang heran dengan Aulia, biasanya Aulia menyukai cara guru baru itu mengajar.
__ADS_1
" Ya aku tahu tapi ini soal tugas nanti, soalnya anak kelas tiga akan ikut ujian akhir seharusnya kita menikmati liburan selama seminggu. Tapi malah mendapatkan tugas selama libur padahal aku 9dan keluarga sudah merencanakan liburan ke luar kota" kata Aulia dengan cemberut.
" Memangnya guru itu memberi kalian tugas apa? " Verlo, mengusap kepala Aulia. " Kami mendapatkan tugas mencatat kegiatan kita selama liburan dan itu menjadi tugas akhir untuk mata pelajarannya" kata Aulia dengan cemberut.
Yang lainnya hanya menggelengkan kepalanya melihat kekesalan Aulia.
" Kamu kan bisa mencatat kegiatan kalian selama liburan" kata Verlo, mencoba untuk menenangkan pacarnya.
" Itu tak menyenangkan kak yang ada bukannya liburan malah menulis seharian" kata Aulia dengan cemberut menghabiskan minumannya sedangkan Verlo hanya tersenyum melihat tingkah pacarnya.
" Memangnya kelas kalian ada guru baru? " Efina, memang menengal semua guru yang mengajar kelas satu.
" ya kak kelas kami ada guru baru menggantikan bu Lia yang cuti karena melahirkan" kata Cahaya, Efina menanggukan kepalanya.
Taklama bel berbunyi tanda waktu istirahat sudah habis dan semua siswa kembali ke dalam kelas. Ketika Rendra dan lainnya menuju kelas ada yang memanggil Cahaya.
" Cahaya" Mereka membalikan tubuhnya terlihat seorang pria dengan penampilan culun.
__ADS_1
" Ya pak Elang ada apa? " Cahaya. " Tolong ambil latihan kalian di meja bapak di ruang guru dan membagikan pada teman kalian" kata Elang, tapi tatapannya pada Revina, membuat Revina bertanya.
" Baik pak" seru Cahaya. Setelah Elang pergi Cahaya pergi ke ruang guru setelah pamit pada Rendra dan lainnya.