
Abimanyu dan Verlo mendekat pada Rendra yang memeluk Cahaya, Dewi dan Bella melihat keadaan Firza sedangkan Rio dan Victor tetap pada posisinya.
" Aunty tolong bunda dulu luka Firza tak apa-apa" kata Firza pada Dewi dan Bella yang ingin memeriksanya.
Bella tersenyum. " Dewi periksalah dia, dia takkan tenang sebelum Nisa baik-baik saja" kata Bella, berdiri menemui Nisa.
" Tante, tuan Alex sebaiknya kita dudukan Nisa" kata Bella, Alex dan ibu membantu Nisa duduk mommy Alex mendekati besannya.
Mereka mendudukan Nisa di samping Firza Bella memeriksa keadaannya.
" Dew bagaimana luka Firza? " ibu Nisa. " Hanya luka kecil tante sepertinya Firza sudah mengobatinya tapi karena luka terbuka makanya darahnya kembali mengalir" kata Dewi, mereka lega mendengarnya.
" Tapi Firza harus istirahat banyak dan jangan mengangkat barang berat nantinya lukanya kembali terbuka" kata Dewi, Firza menanggukan kepalanya.
Firza mendekati Nisa dan memegang tangan Nisa semua orang hanya melihatnya.
" Bunda lihat firza sudah pulang dan baik-baik saja" kata Firza dengan senyuman, Nisa melihat putranya dari atas sampai bawah.
Nisa melihat pakaian putranya ada noda darah dia menatap putranya, Firza tersenyum dan mencium tangan Nisa.
__ADS_1
"Ini hanya luka kecil bunda dan lihat Firza baik saja, bunda jangan cemas nanti ayah dan lainnya ikut sedih" kata Firza.
Nisa memegang pipi putranya dan memeriksa lukanya.
" Nisa putramu baik saja aku sudah memberinya anti biotik" kata Dewi, Nisa menanggukan kepalanya.
" Nisa, kamu harus menjaga emosimu, kamu tahu sendiri putramu baik saja " kata Bella.
" Nak apa yang terjadi hingga kamu terluka lihat keadaan bundamu" kata Alex, setelah keadaan stabil.
" Maaf tuan ini salah saya hingga membuat tuan Firza terluka" kata Merlina tiba-tiba membuat lainnya menatap ke arahnya.
" Kenapa kamu bisa mengatakan hal itu dan kenapa bisa bersama Firza putra saya?" Alex, Merlina merasa gugup dengan keadaannya.
" Aunty" kata Firza pada Dewi yang duduk dekatnya. "Ya nak apakah ada yang sakit yang lain? " Fewi.
" Nggak aunty firza minta tolong obati dia sepertinya dia juga terluka" kata Firza.
" Tapi tuan" sahut Merlina, melihat tatapan Firza membuat Merlina pasrah, Dewi mengobati Merlina.
__ADS_1
Tirza menceritakan semuanya yang terjadi ketika pulang ke rumah dan menolong Merlina dari preman.
" Firza" panggil Nisa. " Firza baik- baik saja bunda mungkin Firza tidak fokus makanya terluka" kata Firza, Nisa tersenyum dan mengelus rambut putranya.
" Jadi karena ini kakak tidak membalas dan mengangkat telepon dari kami" kata Revina.
" Oh ya bunda kenapa bunda dan ayah berantem sampai meminta ayah tidur di luar" kata Firza.
Membuat yang lainnya menahan tertawa mendengarnya, Alex menatap tajam ke arah mereka.
" Bunda" kata Firza, memegang tangan Nisa. " Ini karena ayahmu dia tak mau mencarimu tadi, bunda sangat khawatir nak kamu belum pulang waktu itu. Tapi ayahmu hanya santai tidak mencoba mencarimu" kata Nisa.
" Sayang maafkan mas ya Firza kan sudah mengabari kita kalau dia ada urusan makanya mas tak perlu mencarinya" kata Alex.
" Jadi maksud mas jika anak-anak pulang telat tidak perlu khawatir walaupun dia sudah memberitahu" kata Nisa, Alex hanya menghela nafasnya.
" Mas hari ini tetap tidur di luar Nisa akan tidur bersama Dewi dan Bella" kata Nisa, mengajak sahabatnya ke kamar.
" Nak kamu tahu sendirikan Nisa ayo kita istirahat Rendra bantu kakakmu, nona malam ini tidur dikamar Firza biar Firza tidur bersama adiknya" kata ibu Nisa.
__ADS_1
Merlina hanya menanggukan kepalanya mereka menuju ke kamar masing - masing.