
Rendra dan Cahaya berada di orangtuanya Cahaya semenjak ayahnya meninggal dan pernikahannya dengan Rendra, Cahaya belum pernah berkunjung meski Rendra sudah meminta orang suruhannya untuk membersihkan rumah orangtuanya.
" Sayang untuk apa kamu kesini bukannya kak sudah meminta orang untuk membersihkan rumah ini" kata Rendra, Cahaya hanya tersenyum.
" Cahaya ingin membawa ini kak, bolehkan" kata Cahaya menujuk foto keluarganya sambil sedih.
" Apa saja yang ingin kamu bawa dari sini juga boleh, sayang" kata Rendra, menghapus air mata Cahaya,
Taklama datang seorang ibu menghampiri mereka.
" Maaf den bibi tak tahu bahwa aden datang" kata Bibi Ita, merupakan orang yang oleh Rendra untuk mengurus rumah orangtua Cahaya dan Rendra juga menyiapkan rumah untuknya yang tak jauh dari rumah orangtua Cahaya.
" Tidak apa bi kami tak lama silahkan bibi lanjutkan kegiatannya" kata Rendra.
" Terima kasih den, bibi permisi dulu sialnya anak bibi belajar" kata Bibi Ita, pamit kembali ke rumahnya.
Sedangkan Rendra menanggukan kepalanya, Rendra tersenyum melihat idtrunya tersenyum.
" Itu bibi Ita yang membersihkan rumah orangtuamu" kata Rendra. Cahaya memeluk suaminya karena dia bahagia melihat Rendra memperhatikan peninggalan orangtuanya.
Kemudian mereka kembali ke kediaman mereka karena hari sudah sore.
__ADS_1
Kediaman Alex.
Firza dan lainnya sudah sampai di kediaman Alex, Cella dan Devina berlarian.
" Assalamuaikum mami" teriak Devina." Walaikum salam " ucap lainnya. Tersenyum melihat keduanya duduk di samping mami mereka.
" Revina pulang bersama Firza, dimana mobilmu, sayang?" Nisa, membawa air. Revina mengambilnya dan meletakan atas meja.
" Mobil Revina mogok di jalan bun, untung mobil kak Firza lewat" kata Revina, bermanja dengan bundanya.
" Tapi kamu tidak kenapa sayang? " Nisa khawatir dengan putrinya sendirian di jalan. " Revina sudah membawa mobilnya ke bengkel sayang" kata Bella.
Tak lama Cahaya dan Rendra masuk dan disambut oleh pelayan.
" Bibi dimana bunda? " Rendra tidak melihat Nisa. " Nyonya di kamarbya tuan muda" kata pelayan.
" Sayang pergilah dulu ke kamar mu kakak ke belakang" kata Rendra. Cahaya menanggukan kepalanya, bibi pamit ke dapur.
Dalam kamar
Revina memikirkan kejadian ketika mobilnya mogok dan pertemuan dengan seseorang.
__ADS_1
" Orang itu siapa sih pakai mengetahui namaku segala sebaiknya aku katakan pada Efina besok" kata Revina, menuju ke kamar mandi.
Indah sedang belajar karena sedang ujian semester hingga dia fokus dalam pembelajarannya.
Rumah Bella.
Hampir sebulan Victor pergi tapi belum juga ada kabar darinya membuat Bella khawatir. Verlo pulang dan melihat maminya melamun di ruang tengah, karena sepulang dari rumah Nisa Bella kembali mengingat suaminya.
" Mami" seru Verlo. " Nak sudah pulang ayo ganti pakaianmu" kata Bella dengan sedih. " Mami memikirkan papi" kata Verlo. Bell a menangggukan kepalanya.
Taklama mereka mendengar suara yang mereka kenal.
" Assalamualaikum " ucap Victor, menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat dari yang dia fikirkan hingga dia dapat pulang.
" Mas Victor" kata Bella, menangis dalam pelukan suaminya. " Nak semuanya baik-saja kan?" Victor mengusap rambut putranya.
Verlo nenanggukan kepalanya dan meningggalkan kedua orangtuanya berdua.
" Mas kenapa tidak memberi kabar" kata Bella. Victor tersenyum karena dia sangat merindukan keluarganya.
" Maaf sayang mas ingin fokus agar cepat menyelesaikannya" kata Victor. " Apa sudah selesai mas? " Bella. Victor menanggukan kepalanya.
__ADS_1