
mereka masih berada di lobi dan menyaksikan keributan antara bela dan dimas tanpa memandang sekitar para sahabatnya hanya menggelengkan kepalanya dan suster juga dokter lainnya hanya diam karena alex melarangnya.
nis lihat tingkah putramu, dia hanya diam dan tanpa melerainya kata naya menepuk kepalanya. dia memang begitu naya, jadi jika bela dan dimas ribut lagi maka kita biarlah firza yang urus dan sekaeang lihatlah yang terjadi selanjutnya kata dewi.
aunty dan om apa sudah selesai ributnya kata firza, sudah kata bela dan dimas yang kelelahan dan mereka duduk di lantai. sekarang aunty bawa hadiah itu ke ruangan bunda nanti firza kasih ke ama dan apa setelah selesai diperiksa oleh dokter.
bela dan dimas, mereka terkejut mendengar perkataan firza dan mereka melupakan hal itu, kemudian mereka mengingatnya.
firza, kita minta tolong pak satpam bawanya ya aunty capek sayang bujuk bela dan dimas menanggukan kepalanya. tadi siapa yang suruh aunty dan om dimas ribut karena hal hadiah ini, sekarang bawa hadiahnya ke ruang bunda.hwa hwa bunda aunty dan om tidak mau bawa hadiahnya tangisan firza histeris.
aduh sayang stop ya menangisnya malu kita di lihat orang, sekarang diam ya baiklah aunty dan om dimas yang bawanya ,ayo dimas kata bela.
wah nisa, putra mu luar biasa setelah membuat bela dan dimas menuruti permintaannya, lihat tu wajahnya kembali seperti biasanya kata naya sambil menggelengkan kepalanya.
ayo kita ke ruangan dr ridwan sebentar lagi pemeriksaan ayah dan ibu selesai, biar saja mereka nanti pasti akan menyusul kata Nisa.
__ADS_1
bela dan dimas sudah berada dalam ruangan nisa dan meletakan hadiahnya. nah sekarang keponakan aunty ini permintaannya apa lagi kata bela. aunty dan om istirahat dulu pasti lelah dalam kulkas bunda ada minuman, firza akan memilih hadiah untuk ama dan bunda sedangkan lainnya kita kasih ke teman firza ya anty kata firza.
baiklah sayang, sekarang aunty mau istirahat dulu setelah itu kita ke bangsal anak kemudian ke ruangan dr ridwan kata bela, sedangkan dimas sudah memejamkan matanya.
Nisa dan lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan hampir dua jam tapi belum selesai juga.
pintu terbuka,dr ridwan keluar dan nisa segerra menemui dan bertanya bagaimana keadaan orang tuanya nisa terlihat sangat tegang dan alex berusaha menenangnya.
dr, gimana keadaan orangtua nisa dr tanya nisa. keadaan mereka baik saja, semuanya sehat begitu pun mental mereka tapi fisiknya dok nisa kata dr ridwan. kenapa dok lirih nisa.
sekarang apa yang harus saya lakukan dr kata nisa yang menangis dalam pelukan alex, alex hanya mendengarnya sambil menenangkan wanitanya, dewi juga ikut menangis mendengar keadaan mereka yang telah dia anggap seperti orangtuanya sendiri, dimas menariknya dalam pelukkannya.
sekarang kita minta pertolongan pada dr ahli syaraf untuk melakukan terapi pada syaraf mereka dan sepertinya dr nisa harus mengobat mereka sebagai dr ahli Psikologis, saya takut walau mentalnya sehat tapi kejiwaan mereka mengkhawatirkan sepertinya dalam keadaan koma orangtua dr nisa sedang berperang terhadap satu hal, hingga mereka berniat menghilangkannya.
jika dr nisa tidak sanggup saya bisa meminta ahli Psikologis lainnya kata dr ridwan ia tau pasti nisa merasa tidak sanggup melihat kondisi orangtuanya.
__ADS_1
nisa jika mengenai syaraf tante dan om jangan khawatir sahabatmu ini kan dr syaraf terbaik di rumah sakit ini. nisa kita tau kamu adalah ahli psikologis yang terbaik jika kamu tidak sanggup nanti kita nyari ahli psikologis yang lain kalau perlu kakakku ini yang mencarikannya untuk calon mertuanya kata naya dengan candanya.
jika kamu tidak siap nis kita bisa cari yang lain, oh ya gimana dengan propesor nita bukankah karena dia, kamu tertarik ilmu psikologis kita bisa minta bantuannya nis kata dewi.
maaf dok dewi jika saya menyela propesor nita saat ini berada di amerika, beliau sedang menghadiri pertemuan para ahli psikologis dengan rumah sakit berbagai negara lainnya dan beliau mewakili rumah sakit ini kata dokter ridwan.
nisa gimana dengan kak eza bukankah dia seharusnya sudah kembali dari eropa. Eza adalah senior nisa di fakultas bedah setelah menyelesaikan studinya, eza pergi ke eropa untuk memperlajari ilmu psikolog, ia tertarik dengan ilmu itu setelah menolong seorang anak kecil yang di siksa oleh ayah tirinya.
maksudmu itu kak sepupuku dew, bukankah dia... kata naya yang berhenti tanpa melanjutkannya.
ya nay kak sepupumu itu sekaligus senior kami,juga yang pernah menyukai kakak ipar mu itu bisik dewi.
bagaimana nisa, mau ya kita panggil kak eza inilah kesempatan untuk kita kata dewi yang mengnaikan alis matanya. kamu yakin dew kak eza bersedia tanya nisa. apa hubungan nisa dengan eza tanya alex.
tuan alex sebenarnya kak eza adalah senior kami juga sahabat kami di kampus, dia juga sempat menyukai nisa tapi semenjak kak eza menyatakan perasaannya dan nisa menolaknya.namun persahabatan kami tetap berlanjut tuan alex kata dewi.
__ADS_1