
Keesokan harinya
selesai menunaikan sholat subuh nisa pergi ke dapur untuk membantu para pelayan sedangkan firza masih tertidur pulas di sampingnya, nisa memperbaiki selimutnya tidak lupa mencium pipinya.
kepala pelayan melihat nisa ke dapur membuatnya bertanya.
maaf nona ada saya bantu jika ada yang nona inginkan nanti saya meminta pelayanan mempersiapkannya. tidak usah bi, biar nisa yang mempersiapkan untuk sarapan paginya kata nisa dengan senyuman.
tapi non nanti tuan muda marah sama bibi kata kepala pelayan itu ketakutan jika alex keluar. tidak akan bi, bi putra saya itu tidak mau makan jika bukan saya yang buat kata nisa. baiklah tapi izinkan kami memvantu nona kata pelayan. nisa menanggukan kepalanya.
dibalik pintu nyonya hartawan tersenyum melihat sikap nisa dalam memperlakukan pelayannya, dia pergi tidak mau membuat mereka merasa kikut.
Selesai menyiapkan sarapan pagi nisa membersihkan diri dan membangunkan firza, kemudian menemui orangtuanya ternyata sudah siap yang dibantu oleh bibi dan pak bayu.
__ADS_1
Dimeja makan
wah makanan di meja hari ini terlihat berbeda kata naya. nisa merasa deg deg an. benar ini menu baru ya mom tanya alex. tidak hari ini menantu mommy yang memasak semuanya kata nyonya hartawan.
waw jika nisa yang memasak pasti enak kata eza. alex yang mendengarnya mengeluarkan aura dinhin sekitar eza, eza menyadari ada yang cemburu segera memperjelaskannya.
kak alex jangan marah dulu biar eza jelaskan, Nisa dulu sering membawa nasi kotak untuk kami dan rasanya itu sangatlah rezat makanya kami pernah menawari agar dia membuka restoran saja. tapi dewi malah memarahi kami karena meminta membuka restoran katanya nanti kami minta makan gratis lagi kata eza.
ya mom, dad bahkan naya pernah menjadi model untuk memperagakan aksesorisnya nisa. kok mom tidak tau kata momy. ih mom itu kan masa kami kuliah dulu.
baiklah, yeay terima kasih kak kata naya. mom sebaiknya kita persiapan barang untuk kita kepiknik kata nisa. bunda kita pergi kemana tanya firza. cucu oma kita mau ke piknik di taman kata nyonya hartawa. bunda,kita ke taman kata firzaa. ya sayang firza suka tanya nisa. yeay kita ke taman kata firza sambil melompat.
Tidak membutuhkan waktu yang lama setelah mempersiapkan barang dan berbagai makanan ringan mereka pergi ke taman. dalam perjalanan firza tidak mau berhenti bertanya sesuatu yang lewatinya. dan satu jam kemudian mereka sudah berada ditaman.
__ADS_1
mereka meretangkan beberapa lapiak untuk duduk dan meletakan makanan dibawa. ayah alex ayo kita berlomba naik sepeda kata firza. baiklah sudah lama juga tidak bermain sepeda, ayo kalian juga harus ikut ajak alex pada sahabatnya. Nisa dan lainnya memutuskan ke penjualan es krim.
tinggalah para tertua di sana mereka juga asyik mengobrol.
jadi sekarang aku harus memanggilmu firman bukan lagi fauzan, terasanya aneh kata tuan hartawaan. dan sepertinya kau harus terbiasa hartawan kata ayah nisa sambil tertawa.
firman apa sebaiknya pernikahan putra putri kita di percepat saran daddy alex .tapi har gimana dengan anak-anak tanya firman. kalau urusan anak-anak biar jadi urusan mommy kata mommy alex.emangnya apa yang akan mom lakukan tanya daddy dengan was-was. rahasia kata mommy.
tak lama alex kembali dengan wajah yang lelah dan kusut sedangkan firza dengan wajah yang ceria. dan Nisa juga telah kembali bersama yang lain.
Nisa banyak sekali beli es krimnya tanya ibu, Nisa juga mau membaginya esnya sama anak disini bu kata nisa.kak alex kenapa wajah nya kelihatan kusut begitu tanya naya. kak mu kalah nay bermain sepeda kata eza. loh kok bisa kalah bukannya putra mommy jago sepedaaannya kata mommy.
eh diancam tan kata dimas. diancam siapa tanya ayah nisa. itu om diancam sama putra kecilnya kalau dia tak mengalah sama firza dia tidak boleh lagi menemui bundanya kata eza yang tertawa.
__ADS_1
memangnya firza naik sepedanya sama siapa kata bela.firza naik sepedanya sama victor kata rio dengan datarnya. ha kata bela, kok bisa. yang lainnya cuma menaikkan bahunya.
setelah menjelang sore mereka kembali kediaman masing karena besok kembali ke aktivitas.