Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
ACT 19


__ADS_3

Prok, Prok, prok


Semua mengalihkan pandangan pada dua orsng yang baru saja masuk ke kamar nisa di FG Hotel Family.


" Maaf tuan alex jika kami menanggu ketenangan keluarga anda" kata tuan Pohan. " Oh tak kenapa tuan, kami hanya mengobrol ringan. Memangnya ada apa tuan?" Alex, pandangannya pada sosok fi samping tuan Pohan.


" Begini tuan kami mengucapkan terima kasih atas undangannya dan pelayan hotel. Perkenalkan ini sekretarisku Yola Wijaya" kata tuan Pohan.


Membuat Nisa dan Firza berdiri seketika sedangkan sahabat dan orangtua mereka terkejut. Dan lainnya menatap bingung dengan situasinya.


" Maaf tuan boleh disini saya mau bertemu saudara sepupu saya" ucap Yola, tersenyum. " Baiklah , mari tuan saya permisi dulu karena masih banyak pekerjaan di kota N" seru Tuan Pohan. Alex menanggukan kepalanya.


Sekarang tinggalan Yola dengan senyuman dengan tujuan tertentu. " Halo apa kabar semuanya sepertinya kalian sehat setelah tujuh belas berlalu, halo tuan Alex masih ingat denganku " kata Yola, dengan menggoda Alex sambil menggayun manja di lengannya.


Alex mengepal kuat tangannya dengan kasar dia melepakan tangannya.

__ADS_1


" Oh tuan Alex belum berubah juga apa ini karena saudara sepupuku" kata Yola, menatap tajam ke arah Nisa.


" Yola ada keperluan apa disini?" Ayah Nisa. "Ternyata om fauzan ada disini juga, maaf bukan maksudku om Firman. Yola hanya menemui saudara sepupuku" kata Yola menatap tajam yang sudah ada di depan Nisa.


" Dewi lihat bukankah itu gadis gila mengapa dia berada disini bukannya di RSJ" ucap Bella, senyum sinis.


" Hei kau beraninya" teriak Yola. " Apa kau belum melupakannyakan ketika tangan ini melukaimu".kata Bella.


" Sayang sudahlah " kata Victor menenangkan Bella. " Mas jangan aneh aku belum melupakannya ketika wanita gila ini menculikku, Nisa dan Firza" kata Bella, dengan emosinya.


" Yola jika kau berani menyentuh putraku , kamu mengingatnya kan kejadian itu" kata Nisa. " Tentu sepupu sekarang ku sudah siap melawanmu.Nisa dimana putramu waktu itu yang lehernya terluka oleh ku" kata Yola dengan tersenyum.


Nisa menjadi amarah ketika yola mengingat peristiwa itu.


" Aunty mencariku?" Firza sudah berada disamping Nisa." Oh ternyata bocah kecil waktu itu sudah besar sekarang" Yola,mencoba mendekati Firza tapi Nisa menghalanginya.Yola hanya mundur dan tersenyum.

__ADS_1


" Oma sebenarnya dia siapa dan penculikan siapa?" Indah. " oma tidak terlalu jelas sayang, yang tahu kebenarannya hanya Bundamu " kata mommy Alex


" Kalian ingin tahu siapa dia?" Dewi. " ya Aunty kami ingin mengetahuinya" kata Revina. Dewi menanggukan kepalanya dan menghela nafasnya.


" Waktu itu bunda kalian baru saja menjemput Firza dan dalam perjalanan mereka diculik. mereka juga menculik aunty Bella, bahkan wanita ini memaksa bunda kalian menikahi orang lain karena dia menyukai ayah kalian" kata Dewi dengan sorot tajam.


" Bahkan kakaknya ingin menikahi Aunty " kata Bella meludahi yola. Mereka mendengarnya terkejut.


" Mami tidak tidak terluka waktu" kata Verlo. " Sayang mami tidak kenapa apalagi Aunty Nisa menjadi singa betina waktu itu, hahaha" kata Bella.


Yola menyelidiki sekitarnya matanya membesar melihat orang yang telah menembak kakaknya.


" Kau pria brengsek yang membuat kakaku tewas" teriak Yola. Membuat Victor mencekam tangan Yola.


" Karena kakakmu beraninya menanggu istriku" kata Victor, melepaskan tangannya. Yola tersenyum sinis.

__ADS_1


Ayah Nisa hanya menatap putri dari kakaknya itu dari kejauhan dan ibu hanya menenangkannya.


__ADS_2