
Firza dan Dayat sudah sampai di perusahaan Hartawan Group,mereka di sambut oleh manager personalia.
" Selamat datang untuk mahasiswa yang praktek di Perusahaan ini" kata manager. memeriksa nama mahasiswa magang.
" Bukankah ini ada tiga orang tapi kenapa hanya dua, teman kalian satu lagi dimana? " manager. Dayat dengan malas menjawabnya.
" Maaf pak saya terlambat, saya membutuhkan waktu untuk bersiap kata Zeze dengan senyumannya. Dayat hanya menggelengkan kepalanya melihat dandanan Zeze yang berlebihan.
" Baiklah kalian sebaiknya tunggu di sana karena CEO belum datang" kata manager. Firza dan lainnya menanggukan kepalanya dan duduk di ruang tamu yang tidak jauh dari resepsionis.
" Halo Firza aku tidak menyangka bahwa kita satu tim di praktek kerja" kata Zeze, dengan genitnya mendekati Firza.
" Awas, kau jangan dekati Firza" kata Dayat, menatap Zeze dengan tajam. Zeze kesal seandainya tidak di Hartawan Group dia pasti membalasnya.
Di luar terdengar suara mobil Alex masuk para karyawan menyambut kedatangan CEO dan kepercayaannya.
Alex masuk dengan dinginnya Rio berdiri di sampingnya dengan tak kalah dinginnya.
__ADS_1
" Tuan, tuan muda Firza berada di tunggu" bisik Rio. Alex menanggukan kepalanya. " Tuan mahasiswa dari Hart Universitas untuk magang sudah datang" kata manager, memberi hormat.
" Suruh mereka menemuiku terlebih dahulu" kata Alex, melanjutkan perjalanan ke ruangannya dan diikuti oleh Rio. Manager menanggukan kepalanya.
" Kalian ayo pergi kita harus menemui tuan Alex, kalian harus sopan" kata manager. " Firza, kamu tidak tahu tentang ini" kata Dayat. Firza menggelengkan kepalanya dia juga bertanya mengapa ayahnya ingin bertemu.
" Aku tidak menyangka bisa menemui tuan Alex secara langsung kabarnya dia memiliki putra " kata Zeze, senangnya.
" Dasar perempuan aneh tadi dia mendekatimu, tapi sekarang dia berharap menemui om Alex agar dapat bertemu putranya. Dia tidak tahu saja orang yang dia sebut ada di sampingnya" bisik Dayat, pada Firza. Firza menatap Dayat, Dayat hanya tersenyum.
Mereka keluar dari life dan sekarang telah berada di lantai lima belas dan bertemu dengan sekretaris Alex.
" Tadi tuan Alex sudah memberitahu bahwa bapak datang bersama mereka, silahkan masuk" kata Mira, memberi hormat pada Firza.
Zeze menyadari itu kenapa sekretaris tuan Slex menghormati Firza. Mira sering membawa laporan ke kediaman Hartawan sehingga Mira sering bertemu Firza dan adiknya.
" Tuan Alex saya membawa mereka" kata manager. Alex sedang memeriksa email menatap mereka dan menutup laptopnya.
__ADS_1
Dengan dinginya Alex menatap mereka, " Kau dudah mengatur dimana mereka akan di tempatan aku tidak ingin ada masalah nantinya" kata Alex
" Belum tuan karena tuan Rio yang mengaturnya" kata manager. Alex menghubungi sekretarisnya. " Mira panggil Rio kesini" kata Alex.
" Baik tuan" kata Mira, Alex memutuskan sambungan telepon dan Mira menghubungi Rio.
tok, tok, tok.
" Masuk" kata Alex. Rio masuk dengan membswa laporan untuk ditanda tangani oleh Alex.
" Tuan, anda memanggil saya" kata Rio. " Rio, kamu sudah atur dimana mereka di tempatkan? " Alex.
" Sudah tuan mereka di tempatkan bagian administrasi, dan tolong di tanda tangani tuan karena laporan ini akan dikirim ke Hart Universitas " kata Rio.
Alex menanda tangani laporan. " Terus kapan mereka memulainya?" Alex. " Besok tuan hari ini saya akan menemani mereka ke bagian perusahaan dan dimana mereka akan bekerja nanti" kata Rio.
" Kamu urus semuanya dan ini laporannya, Rio ingat jangan lupa katakan pada Mira untuk membantumu" kata Alex.
__ADS_1
" Baik tuan, kalian ikut saya untuk mengenal perusahaan ini" ajak Rio. Mereka semuanya meninggalkan Alex dan manager kembali pada tempatnya.