
Alex sudah menyelesaikan pengobatannya selama tiga bulan kemudian dan hasilnya sangat memuaskan sehingga penyakit depresi berat yang dideritanya hilang tapi harus tetap menjaga emosinya, dengan dukungan keluarganya alex berhasil melewatinya dan nisa yang senantiasa mendadmpinginya.
hubungan dewi dan rio semakin romantis begitu pula dengan victor dan bela, hubungan ini sudah diketahui oleh nisa dan meminta mereka untuk meresminya tapi sahabat nisa belum siap sebelum nisa memperoleh kebahagiaannya.
Di Kantor Hartawan Group
Alex sedang metting dan ditemani oleh rio, suasana rapat sangat tegang meski alex dengan wajahnya yang arrogant memipin rapatnya dengan banyaknya karyawan yang melakukan kesalahan.
Alex : rio tolong kamu urus para korupsi ini dan laporkan pada pihak berwajib biar mereka yang urus. setelah itu tolong bilang pada sekretaris untuk persiapan berkas untuk proyek berikutnya.
baik bos akan saya siapka setelah itu saya serahkan pada bos.
Kegiatan nisa di rumah sangat menyita waktunya hanya sekedar makan siang karena pasien di bangsal psikologi lebih banyak dari sebelumnya sebab banyaknya para remaja yang stres karena gagal karena hasil ujian sekolahnya.
Nisa: sus tolong pasien di beri obat penenang dulu baru dilanjutan dengan sesi pertanyaan dan cara mengatasi. baik dok, anak muda sekarang kerjaannya hanya bermain game sekarang baru menerima akibatnya ucap suster jaga.
__ADS_1
firza sudah berada di ruangan nisa di temani oleh suster ina tapi wajahnya terlihat bete karena bundanya mengurusi pasiennya. sus kenapa bunda lama firza kan lapar dengan bicara yang ketus. suster hanya tersenyum dengar ucapan firza.
dewi dan bela memasuki ruangan nisa berniat mengajak makan siang di restoran di depan rumah sakit dan naya sudah menunggu di parkir.
kret terdengar suara pintu terbuka, dewi dan bela memasuki ruangan nisa dan melihat firza yang lagi cemberut.
bela dan dewi tersenyum melihatnya, firza kenapa cemberut, suster firza kenapa diam. itu dok firza nunggu nisa dan ingin makan siang bersama tapi karena hari ini pasien dr nisa banyak dari yang sebelum sampai sekarang dr nisa masih di bangsal kejiwaan.
nah sekarang firza sama aunty saja makan siang bersama, kita makan siang bersama aunty naya di restoran depan disana ada ayam bakar. mendenagar hal itu firza tersenyum dan berdiri dari tempat duduknya.
aunty ayo cepat nanti kita beliin untuk bunda ya aunty pasti bunda belum makan siang pasti pasiennya itu merepotkan bunda kata firza dengan cemberutnya.
sejam kemudian firza sudah selesai sarapan siang dan kembali ke rumah sakit untuk membelikan makanan yang dia beli tadi di restoran tapi setiba di rumah sakit nisa masih sibuk firza semakin kesal ulah pasien bundanya karena tidak mau diperiksa oleh dokter lain.
Alex selesai metting segera pergi ke rumah sakit untuk mengajak nisa makan siang bersama, tapi setiba di rumah sakit ia mendapati pandangan yang tak lazim. ia melihat firza, adiknya dan juga sahabatnya nisa dengan wajah yang cemberut di depan ruangan nisa.
__ADS_1
Naya kenapa dengan wajah kalian terlihat tak menengakan tanya alex. kak alex kapan datang kenapa naya tak tau ucap naya. kalian tadi hanya melamun hingga melihatku datang dan kenapa dengan firza terlihat cemberut campur sedih ucap alex.
itu tuan alex nisa belum sarapan dari tadi tu lihat pasiennya tak mau berhenti datang, nisa sudah meminta pasiennya di serahkan pada dokter lain tapi mereka kekeh hanya dengan dr nisa periksanya ucap dewi dengan nada yang khawatir.
mendengarnya alex menjadi geram karna wanitanya merupakan istirahatnya terlihat dari wajahnya yang lelah kemudian alex menghampirinya.
Alex pun menghampiri nisa dan memghentikan kegiatannya.
nona Nisa apa kau mau menyiksa tubuhmu dan lihat mukamu terlihat pucat kata alex, membawa nisa dari sana tidak ada yang berani melarangnya karena apa yang dikatakan oleh alex itu benar dr nisa kelihatan kelelahan bisik para suster dan nisa hanya diam dan meresa beruntung karena alex menghentikan kegiatannya.
firza yang melihat bunda nya menghampirinya ,bunda ayo duduk sini firza bawakan ayam bakar yang di beli oleh aunty dewi, firza memberikan kotak nasi pada nisa dan duduk ddisamping nisa sedangkan sahabatnya merasa lega akhirnya nisa mau makan.
alex menyuruh rio untuk mengatasi keadaan tadi sepertinya harus membatasi pasien yang berobat supaya tidak ada lagi pasien yang datang seperti tadi itu akan membuat dokter tersebut sakit.
rio tau alex membuat peraturan itu untuk Nisa tapi ia harus memperlakukan semua dokter itu sama takutnya nisa mendapat masalah karena kedekatan mereka
__ADS_1
walaupun kedekatab mereka hanya sebatas teman setelah pengobatan tersebut tapi banyak yang mendoakan mereka supaya memiliki hubungan yang lebih terutama naya berharap nisa memiliki perasaan untuk kakaknya karena dia tau perasaan kakaknya untuk nisa
sedangkan dewi dan bela hanya berdoa yang terbsik untuk nisa dan melupakan kisah cinta pertamanya yang ada hanya dalam mimpi dan memulai hidup yang baru bersama firza juga berharap om dan tante gunawan segera sadar.