
Plak
Mommy Alex memukul putranya karena kesal melihat ulah putranya.
" Mommy kenapa memukul Alex di depan ibu dan an anak-anakku" kata Alex, mengusap lengannya yang dipukul.
" Kamu itu pantas di pukul sampai melupakan putra sulungmu" kata Mommy Alex menatap putranya dengan tajam. Rendra, Cahaya dan Revina sudah masuk ke dalam kamarnya.
" Mom kata siapa aku melupakan putra sulungku Firza di perusahaan AG Group mom, katanya ada berkas yang perlu di periksanya" kata Alex.
" Jeng lihat putraku ini " kata Mommy Alex lebih memilih masuk ke kamarnya. " Nak kamu tahu sendirikan kalau Firza itu sangat berarti bagi istrimu, ibu masuk ke kamar dulu mau istirahat" kata ibu Nisa menuju kamarnya yang ada di kediaman anaknya.
" Astagfirrah Alex apa yang telah kau lakukan" kata Alex mengusap wajahnya secara kasar dia berlarian menuju kamarnya.
Alex menghela nafasnya melihat pintu kamarnya terkunci dari dalam.
" Sayang mas minta maaf bukan maksud mas melupakan Firza, tadi Firza memberitahu mas bahwa dia ke perusahaan AG Group ada pekerjaan. Sayang mungkin pekerjaannya belum selesai" kata Alex.
__ADS_1
" Nisa tak ingin mendengar pembelaan dari mas, mas kira Nisa tak tahu bahwa Firza ada dimana, Nisa sudah menghubungi kak Putri untuk melihatnya sudah pulang atau belum, tadi Nisa bilang kenapa Firza belum pulang hingga sore ini mas jawabnya apa? " Nisa.
Alex mengingatnya dan dia bilang anaknya sudah pulang semuanya tanpa menyembut Firza.
" Sayang bukan itu maksud mas" ucapkan Alex terpotong dengan Nisa mengeluarkan bantal dan selimut.
" Malam ini Mas tidur di luar" Nisa menutup pintu secara kasar membuat Alex menarik nafasnya dia menuju ruang tengah menunggu Firza pulang hanya Firza yang menolongnya.
Kamar Rendra.
Setelah membersihkan badannya Revina, Cahaya dan Indah berkumpul di kamar Rendra.
" Kakak kan di rumah masa tak tahu suara ayah dan bunda? " Revina, Cahaya duduk di samping Rendra.
Indah tersenyum. " Kakak tadi mengerjakan tugas hingga tertidur" kata Indah. Revina menceriitakan yang terjadi di bawah.
" Ayah pakai melupakan menyembut nama kak Firza, sebenarnya Ayah tak salah juga sih kak Firza kan sudah memberitahu ayah dan bunda. Bahkan dia juga memberitahu kakak tadi" kata Indah menunjukan pesan yang di kirim oleh Firza beberapa waktu yang lalu.
__ADS_1
" Sekarang apa yang harus kita lakukan agar bunda tak marah lagi pada Ayah, masa kita biarkan Ayah tidur di luar" kata Cahaya.
Mereka menanggukan kepalanya harus memikirksn cara untuk membujuk bunda mereka.
" Kak cepat hubungi kak Firza sekarang duruh dia cepat pulang hanya dia yang membujuk bunda saat ini" kata Rendra pada Indah.
Indah menanggukan kepalanya segera menghubungi Firza, tapi tak diangkatnya.
" Bagaimana ini HPnya aktif tapi tidak di angkat " kata Indah. " Kak coba lagi" kata Revina, mereka berharap cemas tapi kembali HP tidak terangkat.
Di tempat Firza.
Firza melajukan mobilnya sendiri tanpa supir dia sudah meminta supirnya pulang duluan pasti keluarganya menunggu. Di pertengahan perjalanan Firza melihat seorang gadis yang dikenalnya di ganggu oleh preman.
Gadis itu kenapa disini hari sudah mulai gelap" kata Firza melihat Melina di ganggu oleh preman, Firza menghentikan mobilnya.
Firza berlari dan menarik Melina ke pelukannya ketika preman itu akan memasukannya ke dalam mobilnya.
__ADS_1
" Tuan" Melina terkejut melihat Firza di depanya, Firza melihat ada luka tampalan di pipi Melani membuatnya emosi kemudian dia menatap tajam ke arah preman.