
Kedatangan Yola Wijaya membuat ayah Nisa mengingat orangtua dan kakaknya yang tega mencelakai putri dan putranya. Hanya demi harta dan kedudukan.
Ibu nisa mengetahui kegelisahan suaminya akhirnya ibu nisa terpaksa menangakan tentang mertuanya.
" Yola, gimana kabarnya orangtuamu dan kakek dan nenekmu?" Ibu nisa. " Ibu" teriak Nisa. " Nak ayahmu ingin mengetahui keadaan mereka" Ibu dengan lirihnya.
" Mereka yang teganya mencelakai ibu ketika hamil bahkan dengan liciknya memisahkan ibu dan ayah bahkan ibu sedang hamil Nisa waktu itu, kejadian itu membuat ayah dan ibu harus meninggalkan kota S ke kota P untuk bersembunyi" kata Nisa, dengan gemetaran.
" Bunda" kata Firza, menggelengkan kepalanya sambil memeluk Nisa. Alex memukul dinding mengingat penderitaan Nisa.
" Ayah" teriak Indah melihat tangan Alex berdarah." Revina ambil kotak obat" kata Indah, dengan lirihnya. Seketika Revina berlari mengambil kotak obat.
Mommy Alex menangis dalam pelukan suaminya melihat Alex. Sedangkan ayah dan ibu sudah menangis mereka tak menyangka bahwa putrinya masih mengingat masalalu itu.
Cahaya dan lainnya hanya diam dan tanpa bersuara, mereka tidak menyangka bahwa akan menyaksikan kejadian ini.
" Bahkan mereka dengan sengaja mencelakai ayah dan ibu waktu itu dan mengalami koma delapan tahun lama, dan sekarang untuk apa bertanya tentang mereka" kata Nisa dalam pelukan Firza.
__ADS_1
" Bahkan mereka tidak mencari tahu keadaan dari cucunya yang baru saja berumur 17 tahun dengan membawa putranya berumur tiga tahun. Tante untuk apa kita mengetahui kabar mereka" kata Dewi.
Membuat Rendra, Indah dan Revina terkejut mendengarnya.Bahkan Cahaya dan lainnya diam terpaku.
" Sepertinya omku sangat mengetahui kabar mereka, baiklah akan kuberitahu orangtuaku dan lainnya sudah meninggal dalam penjara bertahun lalu" kata Yola.
Ayah Nisa menangis mendengarnya karena mereka adalah keluarganya. Nisa hanya bisa diam dan masih rasa sakit itu masih ada.
" Sekarang untuk apa aunty kesini lagi bukankah urusan kita sudah selesai" kata Firza. Yola tertawa mendengarnya.
Plak. " Hei kau beraninya menamparku" teriak Yola, mendorong Nisa hingga terbentur di meja. " Sayang, Nisa, kakak, Bunda" teriak mereka di belakang.
" Rio cepat kau seret wanita itu" tekan Alex, sebelum rio menyeretnya Firza menatapnya sehingga rio menghentikannya.
" Aunty sekarang keluarlah dari sini permintaan aunty tak akan pernah terpenuhi, karena hotel ini adalah hasil kerja keras bundaku" kata Firza.
" Kau itu hanya putra haram dari sepupuku beraninya bicara seperti" kata Yola, memancing Firza. Seketika Nisa berdiri dan kembali menampar yola.
__ADS_1
Yola tak tahan dengan ini seketika dia mengeluarkan senjata api dari tasnya dan menodong ke Firza.
Dor, Dor,Dor.
Terdengar suara tembakan membuat orang berada di dalam menjerit. Cahaya ketakutan langsung memeluk Rendra, Efina, Jihan dan Aulia sudah gemetaran sedangkan Indah dan Revina masih dengan tenangnya.
Nisa memeluk Firza sebelum pistol itu menengai Firza, Nisa terburu memeluknya. " Sayang, Nisa , Bunda" kata Mereka, melihat Nisa sudah memuntahkan darahnya .
Akex dengan emosi segera mendatangi Yola tapi dihentikan oleh Bella. " Hei mengapa kau menghentikanku, Ha " tekan Alex pada bella yang sudah di depannya.
Dewi juga berada di depan Alex." Tuan maaf jika kami harus menghentikan tuan , jika nanti tuan menghabiskan nyawa kami.Kami siap tapi tuan harus melihat keadaan Firza" Kata Dewi, tanpa ada keraguan di matanya.
" Sayang, mami " teriak suami dan putranya. " Tuan tahu sendiri bahwa Firza adalah kelemahan dan kekuatan Nisa" kata Bella.
Membuat yang lainnya melihat Firza dan terkejut melihat Firza mengeluarkan darah dari lengannya.
" Firza, Kakak " teriak mereka.
__ADS_1