Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Episode 65


__ADS_3

Firza berada di taman halaman kediaman keluarganya sambil memegang HP, dia tidak bermain game melainkan menatap foto Melina yang sempat dia potret.


Nisa sedang membuat cake di temani oleh menantu dan putrinya.


" Bibi lihat Firza ada dimana? " Nisa pada pelayan yang kebetulan lewat.


" Tuan muda ada di taman nyonya" kata pelayan. " Terima kasih bi" kata Nisa.


" Kalian lanjutkan membuatnya bunda mau lihat kak Firza dulu" kata Nisa, membawa cake yang sudah matang, Indah dan Cahaya menanggukan kepalanya.


Dengan membawa cake Ditanganny menemui Firza di taman, Nisa tersenyum melihat HP dengan fokus hingga tak menyadari kedatangannya.


" Hmmm, hmm terlihatnya sangat fokus melihat yang ada di dalam HP hingga tak menyadari bunda datang" kata Nisa, duduk di samping putranya.


" Bunda" kata Firza yang terkejut melihat Nisa dan menutup HPnya, Nisa tersenyum dan meletakan cake di atas meja.


Mereka sama - sama duduk tanpa ada yang memulai pembicaraan.


" Firza, kamu tahu sendiri kalau bunda tak ingin ada yang ditutupi oleh anak bunda" kata Nisa.

__ADS_1


" Bunda Firza ingin menikahi Melina" kata Firza, menundukan kepalanya, Firza tersenyum mengelus punggung putranya dia tak menyangka kalau putranya sudah dewasa.


" Baiklah bunda akan bilang ke ayah" kata Nisa, Firza tersenyum dan memeluk bundanya.


Dapur


Cahaya terlihat murung sambil menunggu cake matang Indah membawa toples menatap adik iparnya terlihat murung, Indah tersenyum karena tahu kalau Cahaya merindukan Rendra.


" Dek jangan murung lihat cakenya sudah matang" kata Indah menepuk punggung Cahaya.


" Maaf kak" sahut Cahaya, mengambik cakenya dalam oven.


" Kakak mengerti kamu pasti merindukannya tenang saja dia baik saja" kata Indah, membawa toples yang berisi cake ke ruang tengah, Cahaya menanggukan kepalanya.


" Assalamualaikum" ucap Alex. " Wassalamualaikum, ayah" balas Indah mencium tangan Alex.


" Sayang dimana bundamu? " Alex. " Ih ayah ini tanyanya hanya bunda saja, apa tidak senang lihat putrinya" kata Indah yang cemberut.


Alex tertawa mendengar putrinya sampai terdengar di taman di mana Nisa dan Firza berada, Nisa mengajak putranya masuk ke dalam diikuti oleh Cahaya yang masih di dapur.

__ADS_1


" Apa yang diperbuat oleh ayah anak ini hinggga tertawa cukup keras?" Nisa menggelengkan kepalanya dan mencium tangan suaminya.


"Ayah ini bunda sudah tahu anaknya ada disiniyang ditanya hanya bunda" kata Indah, mengayun manja pada Nisa.


" Kamu ada disini sayang bundamu tak ada di hadapan ayah makanya ditanya" kata Alex, Ibdah tersenyum malu.


Nisa mengajak suaminya untuk membersihkan dirinya karena dia ingin menyatakan sesuatu, Nisa dan anaknya berada di ruang tengah sambil menunggu Alex.


" Bunda ingin bicara apa dengan ayah sepertinya sangat serius" kata Indah. " Kita tunggu ayah turun ya " kata Nisa, Indah menanggukan kepalanya.


Taklama Alex turun menemui keluarganya yang telah menunggu di ruang tengah, Alex duduk di samping istrinya.


" Sayang ada apa kamu meminta kita berkumpul di sini? " Alex, Nisa menghela nafasnya dan melihat putranya yang memegang HP.


" Mas Firza ingin menikah" kata Nisa, perkataan Nisa membuat semua orang menatap ke arah Firza.


" Kakak siapa gadis itu yang tidak beruntung itu" kata Indah dengan menaiki alisnya, tapi Firza hanya senyum.


" Indah jangan ganggu kakakmu" kata Alex. " Baik ayah" kata Indah, kembali duduk dengan tenangnya.

__ADS_1


" Firza siapa gadis itu apakah ayah mengenalnya? " Alex. " Ya Ayah, ayah mengenalnya dia bekerja di perusahaan ayah sebagai ob" kata Firza, menatap ayahnya.


Alex menatap putranya yang ada hanya kejujuran dan ketulusan.


__ADS_2