
Mereka menikmati sarapan pagi yang dihidangkan selesai sarapan anak-anak pamit ke sekolah dan kampus, Dewi dan Bella juga pamit mau ke rumah sakit di antar oleh Rio dan Victor.
" Alex siapa gadis yang bersama istrimu? " Daddy melihat seorang gadis berbicara dengan menantunya.
" Dia bersama Firza semalam dad, Firza menyelamatkannya dari preman" kata Alex, Daddy dan ayah menanggukan kepalanya.
" Maaf nyonya saya mau pamit dulu terima kadih atas semuanya" kata Merlina, Annisa dan kedua ibunya menanggukan kepalanya.
" Kamu mau kemana? " Firza keluar dari kamar. " Saya mau ke kantor tuan " kata Merlina.
" Tunggu" kata Firza, Merlina menanggukan kepalanya, keluarga lainnya hanya diam menyaksikan.
Merlina menunggu Firza dengan gelisah karena semua mata tertuju ke arahnya.
" Ini berikan pada Dayat kemaren saya belum sempat memberikannya dan katakan padanya aku izin" kata Firza.
" Baik tuan kalau begitu saya pamit" pamit Melina. " Kamu diantar supir" seru Firza.
" Ha" Melina terkejut mendengarnya, ketika mau memanggil Firza tapi Firza sudah pergi ke kamar.
" Nak tak apa" kata Nisa melihat kegelisahan di wajah Melina, Melina ingin menolaknya tapi kedua nenek Firza membujuknya akhirnya Melina bersedia di antar oleh supir.
__ADS_1
Melina berangkat ke kantor diantar oleh supir keluarga Alex.
" Sayang mas mau berangkat juga" kata Alex, Nisa menyalami suaminya Alex tersenyum karena istrinya tak lagi marah padanya.
Di sekolah
Hari ini adalah ujian terakhir bagi kelas 3 jadi semua siswa tak mau menyiakan waktu untuk belajar dan fokus pada ujian.
Cahaya dan Aulia berada di taman sambil menemani Rendra dan lainnya membaca buku.
" Cahaya, kenapa kamu terlihat kurang tidur" kata Aulia melihat sahabatnya ngantuk, Cahaya tersenyum.
Rendra menatap Revina dia tahu pasti ini karenanya dan Indah.
" Sepertinya tak hanya Cahaya yang tak tidur tapi dia juga" kata Efina menunjuk Revina.
" Kak semalam kami tak bisa tidur, kami terus bertanya siapa gadis bersama kak Firza bahkan ayah memintanya tidur di kamar kak Firza" kata Revina.
" Mungkin tak ada kamar lagi nenek dan oma tidur di ruang tamu yang dibawa" kata Rendra, Revina menanggukan kepalanya.
" Rev gadis siapa yang kamu maksud? " Efina. " Mungkin pacarnya kak Firza" kata Revina. Mereka melanjutkan membaca buku karena sebentar lagi jam masuk.
__ADS_1
Di perusahaan Hartawan Group.
Melina sudah berada di perusahaan dia menuju ruangan ob untuk bersiap, dia mengeluarkan berkas yang diberikan oleh Firza.
" Sebaiknya ini ku berikan pada pak Dayat siapa tahu ini penting " kata Melina.
Melina menuju ruangan dimana Dayat berada untuk memberikan berkas, Dayat sudah berada di ruangannya tapi tidak melihat Firza.
" Firza kok sampai sekarang belum sampai" kata Dayat. " Dayat dimana Firza aku ingin memberinya ini" kata Zeze, menunjukan kota padanya, Dwyat menggelengkan kepalanya.
" Pak Dayat" panggil Melina." Ya ada apa? " Dayat.
" Pak tadi tuan Firza menitip ini pada saya katanya di berikan pada anda" kata Melina.
" Memangnya Firza kemana?. Kenapa dia berikan padamu ini? " Dayat. " Tuan Firza sakit pak jadi dia menitip ini pada saya" kata Melina.
Dayat tersenyum sambil menanggukan kepalanya. " Hei katakan padaku kenapa kamu tahu kalau Firza sakit, Ha" kata Zeze, menatapnya Dayat pun menoleh dia juga pemasaran.
" Kamu pergilah, Zeze jika kamu berbuat masalah aku akan bilang pada Firza" ancam Dayat pada Melina.
" Terima kasih pak kalau begitu saya psmit mau melanjutkan pekerjaan" kata Melina, keluar dari ruangan.
__ADS_1
" Dayat kenapa kamu melarang saya beryanya padanya" tekan Zeze. " Ze ingat kita hanya siswa magang disini jadi jangan membuat masalah selama kita magang" peringat Dayat.
Zeze merasa kesal karena Dayat tapi dia takkan membiarkan Melina dekat dengan Firza.