
Rio dan Victor masih menelusuri untuk mencari Agnes sampai malam. mereka memutuskan kembali ke rumah sakit karena mengkhawatirkan istri mereka, tapi mereka tetap memerintahkan anak buahnya mencari Agnes.
"mom lihat putraku dia sangat mirip dengan nisa hanya bibirnya tersisa mirip denganku, untuk putriku sangat mirip mirip denganku tanpa mensisakan untuk nisa"kata alex sambil tersenyum miris. mommy memeluk putranya sambil menangis.
Dewi dan bela merasakan perutnya sakit seperti ada sesuatu yang keluar. "Ya Allah dewi, bela"teriak ibu melihat ketuban mereka sudah keluar. "sakit tante"teriak dewi dan bela. membuat mereka fi ruang NiCU jadi riuh. Dimas mencoba menghubungi rio dan victor.
tak lama victor dan rio datang dan membawa istri masing ke ruang bersalinan yang ditemani oleh bibi, alex memahami keadaan orang kepercayaannya dia bisa menanyainya setelah anak mereka lahir.
sejam berlalu setelah melahirkan anaknya rio dan dan victor segera menemui alex, setelah minta izin pada istri mereka.
"tuan"seru rio. "bagaimana keadaan istri kalian"seru alex. "mereka melahirkan dengan selamat tuan"seru victor. "mereka berdua melahirkan seorang putra tuan, nyonya"kata rio mengerti dari tatapan keluarganya. Alex tersenyum kecil dan keluarganya mengucapkan syukur.
"kalian sudah menemukan keberadaan dari wanita jalang tersebut"kata alex dengan datar, kembali ke masalah mereka. "maaf tuan kami telah mencarinya seujung kota, wanita itu seperti hilang di telan bumi saya telah memerintahkan anak buah kita terus mencarinya sampai ke ujung negeri tuan"kata victor merasa sedikit tegang karena alex terlihat marah.
__ADS_1
"kalian jangan pernah berhenti mencarinya, jika gagal katakan pada mereka akan terima balasannya"kata alex dengan datarnya. "baik tuan"seru victor.
Disebelah hutan terdapat rumah kosong disana ada seorang wanita merasa bahagia karena rencananya berhasil. "akhirnya wanita itu lenyap dari dunia dan alex dapat kumiliki, hahaha"tertawa Agnes. "nona gawat wanita itu berhasil melahirkan dan keadaannya kritis"ucap mata-matanya dari seberang telpon.
Brak, terdengar gelas pecah"sialan wanita itu berhasil melahirkan bayinya, ayo kita ke rumah sakit akan ku habisinya dengan tanganku sendiri"ucap Agnes dengan amarah.
tanpa Agnes sadari bahwa mata-matanya telah ditangkap oleh victor, dan alex telah mempersuapkan jebakan untuknya.
Agnes tersenyum jahat inilah saatnya dia menghabisi Nisa istri kesayangan Alex. tanpa melihat sekitar Agnes memasuki ruangan ICU dan memerintahkan agar anak buahnya berjaga di luar.
"ternyata wanita ini malah tertidur dengan tenangnya baiklah akan ku buat kau tertidur selamanya dan alex akan menjadi milikku"kata Agnes dengan senyum smirk.
Agnes mengeluarkan suntikan berupa racun mematikan ketika dia akan mensuntikan ke infus nisa. tanpa terduga nisa membuka matanya dan menatapnya tajam, Agnes terkejut dan merasa tegang karena nisa membuka matanya.
__ADS_1
"jadi kau sudah sadar wanita sialan, maka kau akan dapat melihat secara langsung apa yang kulakukan padamu"kata Agnes dengan senyuman licik. ketika Agnes akan mensutikan jarum ke infus, terbuka pintu secara paksa masuklah Alex bersama victor ke dalam dan kegiatan Agnes dapat dihentikan.
"sayang kau sudah bangun"kata Alex dengan wajah ceria.tapi nisa hanya hanya melihat kedepan dan tidak meresponnya alex menatap Agnes srcara tajam membuat Agnes gemetaran.
"kau apa yang kau lakukan pada istriku, Ha"kata Alex dengan memegang dagu Agnes, bawa dia keluar aku tak ingin istriku terganggu. rio menarik Agnes, dia hanya bisa memberontak tapi rio mengacuhkannya, Alex mencium nisa dan menatap sendu pada nisa.
keluarga menatap Agnes dengan tatapan benci. "kau lihatkan kakakku akan membalasmu"kata Naya dengan marah. Agnes menundukkan kepalanya karena takut.
"Rio buang wanita itu ke lautan dan ingat sebelum itu beri dia dan abak buahnya pelajaran, yang mereka lakukan pada istriku"kata Alex dengan datarnya. kemudian victor bersama rio membawa Agnes beserta anak buahnya seperti yang diperintahkan alex.
"Eza panggil dokter sebelum wanita sialan itu melukai istriku, nisa sempat membuka matanya tapi tidak meresponnya"kata Alex dengan lirihnya dan mengusap wajahnya secara kasar.
Eza segera panggil dokter untuk memeriksa Nisa, keluarga jyga merasa cemas.
__ADS_1