Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
FG Hospital 2


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu sekarang para sahabat itu memulai aktivitasnya sebagai Dokter di tempat yang baru dan juga pengalaman yang baru, para pasangan dan orangtua sangat mendukungnya .


FG Hospital


Sejak pagi para suster dan dokter telah menunggu pemilik dan ketua tim mereka beserta keluarga dari pemilik FG Hospital.


Di depan sudah banyak mobil berhenti di depan FG Hospital, mereka terkejut siapa yang tidak mengenal keluarga itu tak lain adalah keluarga hartawan juga lainnya tapi membuat mereka tercengang adalah kedatangan wakil direktur bersama keluarga no 1 di Negara A.


"Assalamualaikum, terimakasih atas kesediaan kalian untuk berkumpul pada hari ini, kalian sudah tau bukan pemilik dari FG Hospital dan ketua tim untuk para dokter sudah memulai bekerja di rumah sakit kita"kata dimas dengan wibawanya.


"benar dok kami sudah mendapat kabar "kata salah satu dokter. "mari kita perkenalkan pada kalian"kata dimas.


"perkenalkan ini Dr Annisa Gunawan Hartawan, dia Dr Spesialis Bedah dan Dr PSikolog dan Direktur rumah sakit FG Hospital sekaligus pemilik dari rumah sakit ini


Dr Dewi, Dokter kandungan sekaligus ketua tim untuk poli kandungan.

__ADS_1


Dr Naya Hartawan, Dr Speaialis Syaraf sekaligus ketua tim untuk poli syaraf.


Dr Bela, Dr spesialis jantung juga ketua tim poli jantung.


dimas juga memperkenalkan ketua tim untuk bagian lainnya


('maaf jika author tidak menyebutkan satu persatu').


baiklah silahkan saling berkenalan dan silahkan nikmati hidangan tersedia karena hari ini acara penyambutan mereka, maka hari ini kita libur "kata dimas.


"Bunda"kata firza datang bersama putri dari sekolah dan membawa beberapa books cake. "kak letakan saja di atas meja"kata nisa. "ayo kita duduk"kata nisa. mereka duduk di sofa tersedia beriringan dengan putri membawa beberapa cake.


"Bunda ini rumah sakit kita "kata firza. "ya sayang, tapi setelah besar nanti firza yang mengurusnya karena rumah sakit ini atas nama firza sayang"kata nisa. " tapi bunda firza ndk mau jadi dokter maunya jadi bos besar seperti ayah"kata firza.


"sayang nanti firza pun jadi bos besar selain nanti mengurus rumah sakit ini, firza nantinya juga menjadi bos di perusahaannya apa"kata nisa dengan memberikan pengertian pada firza dengan sabar.

__ADS_1


"begitu ya bunda, baiklah setelah besar nanti firza akan mengurusnya semuanya"kata firza. "jadi putra ayah ini harus rajin belajarnya" kata alex. "oke ayah"sahut firza dengan menunkukan jempolnya.


"firman sepertinya kamu sudah memiliki penerusmu"kata tuan hartawan. " aku merasa bangga pada mereka har, apalagi nisa sangat mementingkan masa depannya firza"kata ayah nisa dengan terharu. daddy memberi semangat pada ayah nisa dengan mengusap punggungnya, mommy dan ibu juga terharu melihatnya.


"Nisa bisa kita bicara sepertinya kamu berhak tau nisa walaupun kita tidak lagi rekan kerja"kata eza dengan seriusnya. "benar kak membuat kami penasaran saja"sahut bela.


"kak alex dan semuanya juga harus tau"kata eza menanggukan kepalanya"ih kak eza ini langsung bicara saja jangan bertele tele, kami juga mendengarnya:kata naya dengan kesalnya.


"Nisa begini suster ana yang menjadi asistenmu waktu dulu, masa kerjanya habis karena dia hanya kerja kontrak selama dua tahun. jadi dia menemui kakak kemaren apakah disini ada pekerjaan untuknya dia mau jadi apapu walau jadi OG" kata eza.


"eza bukankah bagian personalia bisa mengurusnya"kata mommy. "sebenarnya bisa tante, tapi suster ana pernah mendapatkan perlakuan tak baik dari salah satu pasien sakit jiwa "kata eza dengan hati-hati. "Astagfirrah"kata mereka


"tapi kak mengapa suster ana tidak memberitahu nisa kak"kata nisa dengan tangisan alex menenangkannya memberi pelukan.


"nisa dan kalian tau sendirikan suster ana sangat pendiam dia hanya ceria pada nisa dan kita, masalah ini saja baru kak tau setelah kakak memeriksa CCTV karena suster ana berkeras ingin berhenti"kata eza dengan sedikit marah putri memberinya senyuman.

__ADS_1


tuan hartawan meminta victor untuk menyelidikan dia tidak menyangka bahwa di rumah sakit miliknya mempunyai masalah tersendiri. dia meminta Eza dan Alex untuk mengurusi rumah sakit sebelum naya yang menjalankan rumah sakitnya.


__ADS_2