Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
ACT 21


__ADS_3

" Firza" teriak mereka. Rendra tak taha semua ini dia segera menghampiri Nisa, tapi langkahnya dihentikan oleh Dumas.


" Om mengapa menghentikan Rendra, Bunda terluka" kata Rendra dengan lirihnya. " Rendra jika kau terluka sedikit saja, bundamu tak akan mengendalikan dirinya" kata Putri, menangkap wajah Rendra dan memeluknya.


Firza merasakan darah dari punggung Nisa dia membesarkan matanya. " Aunty, beraninya kau melukai bundaku" kata Firza dengan tatapan tajam.


" ha, ha, ha akhirnya aku berhasil melukainya" kata Yola tertawa. Nisa mengalami luka serius tapi dia masih sadar. Nisa berusaha untuk sadar dan melihat keadaan Firza.


" Bunda, ayo kita ke rumah sakit" kata Firza, dengan lirihnya. Tapi Nisa tidak meresponnya hanya menatap darah yang keluar dari lengan Firza.


Nisa menghapus darahnya dan menatap tajam ke arah Yola, Yola yang ditatap membuat tubuhnya gemetarannya.


" Yola sudah ku bilang jangan pernah melukai putraku tapi kau masih tidak mendengar perkataanku" kata Nisa, menghajar Yola dengan minta ampunnya.


Mereka saling menyerang, Brug, Brug. Nisa menghajar Yola dan Yola tidak mau mengalah dia sudah menyiapkan dirinya untuk ini.


" Bunda" terika anaknya. terkejut melihat Nisa." Sepertinya kita akan melihat singa betina lagi, kalian tahu bahwa bunda kalian itu singa betina " kata Bella dengan tersenyum meski pahit.

__ADS_1


" Dimas, ayo hubungi pihak rumah sakit untuk mempersiapkan semuanya" kata Putri. Dimas segera menghubungi FG Hospital agar segera ke hotel.


" Sudah ku bilang berkali jangan pernah melukai putraku sedikit saja " kata Nisa terus menampar yola yang telah tak sadarkan diri.


Dengan langkah berat Dewi menghampiri Nisa, karena dia harus dirawat.


" Nisa hentikan dia sudah tidak meresponmu, kamu ini sudah tidak muda lagi tapi lihat kekuatanmu masih sama" kata Dewi, tersenyum samar. menghentikan tangan Nisa .


Revina dan Indah menatap Nisa dengan air mata deras mengalir. " Bunda" kata Indah, lirihnya.


" Rio, Victor segera bawa wanita itu" kata Alex yang susah tidak lagi menahan tangisannya. Rio dan Victor segera ke tempat yang biasa untuk mengurung musuhnya.


" Firman mungkin inilah cobaan untuk kita dengan masalalu itu kembali" kata Tuan Hartawan. " Besan, jika terjadi sesuatu dengan Nisa gimana, Firza akan hancur kita tahu sendiri dia lebih mencintai Nisa daripada kami orangtua kandungnya" kata Ibu Nisa menangis dalam pelukan mommy alex.


Rendra, Revina dan Indah diam terpaku mendengar fakta ini dan sahabatnya tidak dapat bicara lagi.


" Jadi kak Firza bukan putra bunda tapi adiknya. mengapa kak Firza memanggil Bunda" kata Revina dari terkejutnya.

__ADS_1


Bella menghampiri ketiganya sepertinya inilah saatnya dia memberitahu kebenarannya.


Flashback


" Ketika itu kami baru saja memasuki SMA tepat saat itu tante baru saja melahirkan seorang putra.Seringnya waktu Firza yang sudah bisa bicara malah memanggil Nisa Bunda itu membuat kami tertawa.


Nisa terus mengajari Firza memanggil kakak dan ayah dan ibu pada om dan tante gunawan, tapi dia marah akhirnya kami menurutinya dan ama dan apa untuk panggilan om dan tante.


Ketika kami merayakan kelulusan terjadi peristiwa om dan tante kecelakaan dan mengalami koma selama delapan tahun. Akhirnya kami pergi dari kota P ke kota A untuk memulai hidup yang baru.


Nisa sangat bekerja keras meneruskan usaha cake dan perusahaan om firman yang baru saja memulai. Kami kuliah ditempat yang sama bahkan Nisa terus membawa Firza kemana pun, juga merawat om dan tante waktu itu.


Setelah kami sukses menjadi dokter dan perusahaan berkembang, barulah Nisa dan tuan Alex bertemu.


Flashback End.


" Kakakku harus bersabar setelah berhasil meluluhkan hati bunda kalian, dia harus menunggu sampai om dan tante membaik karena Nisa tak akan menikah ketika orangtuanya belum sembuh" kata Naya.

__ADS_1


" Kami merawat kakek dan nenek kalian untuk menjalani terapi beberapa waktu. barulah mereka menikah dan Nisa menceritakan jati diri Firza sebelumnya . Kak Alex dan keluarga Hartawan sangat memuji bunda kalian karena berani melawan orang menghina dengan sebutkan wanita janda" kata Eza.


Revina dan lainnya hanya bisa menangis tak lama Ambulans datang membawa Nisa.


__ADS_2