Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Episode 36


__ADS_3

Hart School


Di sekolah diadakan latihan basket karena perlombaaan antara sekolah sebentar lagi akan segera di laksanakan seminngu lagi, mereka latihan saat sepulang sekolah dilakukan selama tiga hari.


Cahaya dan Aulia berada di perpustakaan mencari buku yang mereka butuhkan.


" Cahaya, kamu nanti menemani kak Rendra latihan basket" kata Aulia. Cahaya menggelengkan kepalanya.


" Ayo kita ke kelas kak Rendra bertanya apa boleh kita nonton mereka nanti, bukunya sudah kita dapat ayo nanti bel tanda masuk akan berbunyi" kata Aulia, menarik Cahaya menuju ke kelas Rendra.


Kelas Rendra


Revina dan Efina asyik membicarakan drama korea kesukaan mereka.


" Mereka itu kenapa sih sejak tadi tertawa?" Abimanyu. " Paling drama kesukaan mereka" kata Verlo.


" Kamu bisa tahu darimana?" Abi. " makanya punya telinga itu di dengar suara mereka keras begitu" kata Verlo, sambil menggelengkan kepalanya. Sedangkan Rendra tersenyum tipis.

__ADS_1


" Revina lihat mereka romantis sekali" kata Efina, melihat aktor kesukaannya beradu akting melaui HP.


Brak


" Astagfirrah, Abi jangan begitu bikin kaget " kata Efina. " Maaf sayang habisnya kalian heboh sendiri" kata Abi, dengan jahilnya.


" Biarkan saja daripada kalian bicaranya basket melulu" kata Efina, dengan kesalnya.


Cahaya dan Aulia yang sudah sampai di kelas Rendra tanpa sengaja bertabrakan dengan Ririn and gank. sudah sebulan mereka kena kors atas kejadian waktu lalu.


" Wah lihat siapa yang kita lihat ini baru saja hari ini kita masuk malah bertemu dengan mereka" kata Dwi, dengan angkuhnya.


" Kalian lihat tidak ada perbedaan dari dia" kata Ririn. Alesia memegang dagu Cahaya dan menatap intens dan tersenyum sinis.


" Sepertinnya dia melakukan perawatan" kata Alesia. " Ha...ha...ha... perawatan tidak cocok untuknya" kata Ririn, menunjuk Cahaya.


" Terus yang cocok siapa?" Rendra. Rendra akan menuju ke lapangan untuk latihan, ketika akan keluar kelas mereka mendengar perkataan Ririn.

__ADS_1


" Halo Rendra sudah lama kita tidak bertemu " kata Ririn, mengayun manja ke lengan Rendra. Dengan kasar Rendra melepas tangannya.


" Hei kalian dengar ya, orang yang sering melakukan perawatan akan lebih cantik. daripada kalian hati busuk walau sudah sering melakukan perawat tetap busuk" kata Revina, tersenyum.


" Ayo kita ke lapangan kalian juga ingin kesana" ajak Efina, menggandeng Cahaya dan Aulia.


Rendra dan lainnya meninggalkan Ririn yang kesal. " Kalian lihat saja nanti dan kamu Cahaya lihat saja pembalasanku" kata Ririn, menatap rajam ke arah Cahaya.


Di lapangan.


" Kak ipar ayo kita duduk disini, kak Rendra yang siapkan agar kak ipar dapat melihatnya secara jelas" kata Revina, tertawa.


" Bukan jelas lagi Revina lihat saja Rendra dari tadi matanya ke sini terus" kata Efina, menggoda Cahaya.


Aulia terus saja menatap Verlo yang saling lempar ke Abi. " Ini satu lagi matanya tertuju pada siapa?" Revina.


" Kak Verlo, ups" Aulia menutup bibirnya. " Ha...ha...ha... wajahmu Aulia merah, sebaiknya aku foto dan mengirimnya ke Verlo pasti dia senang" kata Revina, mengambil foto Aulia dan mengirimnya pada Verlo.

__ADS_1


Kegiatan mereka di saksikan oleh Ririn and gank. Mereka sangat marah karena Revina dan lainnya duduk tepat di belakang tempat peristirahatan Rendra dan temannya.


Rendra dan temannnya berlatih sangat giat karena ini adalah pertandingan terakhir mereka di kelas tiga, mereka ingin meraih kemenangan untuk sekolah mereka


__ADS_2