Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Episode 31


__ADS_3

Hari ini sesi pertama untuk Indah menjalani sesi terapi Eza dan Nisa sudah berada di kasmar Indah, Nisa memutuskan untuk memberikan terapi untuk putrinya itu.


Awalnya Alex meminta Eza untuk mencari dokter yang lain untuk merawat putrinya tapi Indah hanya tenang jika bersama Nisa, terpaksa Alex membiarkannya.


" Assalamualaikum Indah, lihat dokter bawa apa" kata Nisa, membawa cake dan buku diary. Indah dengan semangat memakan cakenya.


" Sekarang coba Indah menulis apa saja yang dirasakan dalam buku ini, nanti dokter kasih hadiah" kata Nisa, Indah membuka buku dan menulis.


Nisa duduk di sofa karena tubuhnya masih lemah dan menemani putrinya.


Tret pintu terbuka masuklah Eza bersama Dimas, mereka melihat Nisa dengan mata tertutup. " Dimas bangunkan Nisa tubuhnya masih lemah jika kak Alex tahu habis kita" bisik Eza.


Dimas merasa takut melihat kemarahan Alex dia mencoba untuk mrmbangunkan Nisa.


" Kak bangun sebaiknya istirahat di ruanfg rawat kakak" kata Dimas. " tapi kak masih menemsni Indah" kata Nisa, berusaha untuk membuka matanya.


" Nisa lihat Indah baik saja dia asyik menulis, jika kamu tidak istirahat Nisa yang bisanya suamimu marah pada kami" kata Eza, tersenyum.

__ADS_1


akhirnya Nisa kembali ke ruang rawatnya sebelum itu dia berpesan agar segera memberitahunya jika Indah kembali histeris.


Di sekolah


Rendra dan lainnya tidak fokus pada pembelajarannya karena memikirkan kakaknya Indah. Sehingga membuat guru yang mengajar hanya bisa menghela nafasnya.


taklama terdengar suara bel berbunyi para siswa dudah berebutan untuk ke kantin, tapi Rendra dan Revina tidak mau ke kantin.


" Kalian harus makana nanti kalian ikutan sakit" bujuk Abimanyu. " tidak Revina tidak lapar" kata Revina, merebahkan kepalanya di atas meja.


" Kalian bawa apa terus kenapa debgan wajahmu , Aulia" kata Efina, membagikan roti dan sebotol minuman.


" Aulia sedang kesal kak dengan guru botak" kata Aulia, menghentakan kakinya dan duduk didekan Verlo. Verlo mengelus rambut panjang Aulia.


" Emangnya guru itu berbuat apa?" Efina, penasaran. " Masa baru saja mulai belajar sudah ulangan Aulia kan belum ada persiapan, apa lagi matematika" kata Aulia, menghentakan kakinya.


Mereka tertawa melihat kekesalan Aulia. " kakak mengapa tertawa juga, soalnya sulit" kata Aulia, memajukan bibirnya.

__ADS_1


" Ini bibir jangan dimajukan mau kak cium" kata Verlo. Aulia terkejut dan menutup mulutnya. " Wah Verlo bisa romantis juga, hahaha" Efina tertawa diikuti oleh lainnya.


" Kakak di makan juga rotinya" bujuk Cahaya pada Rendra, Rendra tersenyum dan memakan rotinya. " Revina jika tidak makan nanti Abi bilangi ke kak Firza" ancam Abimanyu, memang dapat pesan dari Firza.


Para teman Rendra yang merupakan satu grup basket menghampiri mereka. " Rendra" panggil salah satunya.


" Mengapa kalian kesini bukankah kita tidak ada latihan hari ini" kata Abimanyu. " Memang radi kami mendapat berita dari pelatih sekolah kita dijadikan lokasi untuk pertandingan basket antar sekolah"kata temannya.


" Wah pasti seru lihat para pemain basket yang tampan" puji Efina, Membuat Abimanyu marah dan mendekati Efina. Efina merasa takut sedangkan temannya hanya diam sambil menikmati makanan.


" Maaf Abi" kata Efina, menunduk kepalanya. " Kalian juga harus latihan untuk memberi kami semangat" kata Abi , kembali pada kursinya Efina merasa lega. Revina dan Efina adalah salah satu cheerleading di sekolahnya.


" Jangan bingung begitu Abi memang begitu jika Efina memuji pria tampan" kata Revina.


" Tapi kami mau ke rumah sakit dulu" kata Rendra. " Baiklah kita latihan besok dan ingat kalian harus memperbanyak istirahat" kata pelatih tiba- saja masuk di kelas mereka.


Kemudian mereka kembali kekelas masing- masing karena bel sudah masuk.

__ADS_1


__ADS_2