Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Episode 40


__ADS_3

Keluarga Hartawan


Nisa sedang menyiapkansarapan pagi yang dibantu oleh Cahaya, mulanya Nisa meminta aga menantunya itu bersiap untuk ke sekolah tapi Cahaya kekeh ingin membantu.


" Bunda hari ini kita buat apa? " Cahaya, sela-sela mencari bahan. " Kita buat nasi goreng goreng saja" kata Nisa. Nisa dan Cahaya memasak taklama Indah turun.


" Bunda ada yang bisa Indah bantu" kata Indah, mengambil minuman. Nisa tersenyum. " Indah merapikan meja saja ini sudah siap, bunda bangunkan ayah dulu cahaya bangunkan Rendra dan Revina ya" Nisa menuju kamarnya.


Cahaya membangunkan Rendra dan Revina, taklama mereka turun disana sudah ada Indah dengan pakaian rapi.


" Indah, Firza mana?" Nisa tidak melihat putra sulungnya. " Itu kak Firza" kata Indah,diam memandang Firza dengan kagum.


Semua orang melihat Firza dengan kagum karena penampilannya.



" Wah kakak keren tapi kak mau kemana, kalau ke AG Group kakak tak pernah serapi ini" kata Revina. Firza duduk antara Revina dan Indah.

__ADS_1


" Kakak hari ini mulai magang" kata Firza. " Oh ya kemaren kak Dayat tidak mau bilang kalian prakteknya dimana" kata Indah.


" Kakak praktek di Hartawan Group" kata Firza. " Apa" teriak Indah dan Revina, yang lainnya juga teekejut tapi tidak seheboh mereka kecuali Slex tersenyum.


" Ayah sudah tahu kan kenapa tidak bilang" kata Nusa menatap tajam pada Alex. " Kemaren ayah juga lupa karena kesibukan sudahlah ayo makan" kata Alex, menatap Nisa dengan lembut.


" Rendra kamu tidak sekolah" kata Alex. melihat putranya tidak memakai seragam. " Hari uni sekolah kami ada perlombaan ayah jadi Rendra tidak memakai seragam" kata Rendra. Mereka menanggukan kepalanya dan menikmati sarapannya.


Kemudian mereka izin kepada orangtuanya Firza mengantar Indah ke kampus dulu dan Cahaya dijemput oleh Aulia karena ingin pergi bersama dan agar tidak tahu hubungan mereka pada yang lainnya.


Hart Scholl sudah ramai dengan kedatangan siswa sekolah Dharma bakti karena ini pertandingan pertama.


Rendra dan lainnya sudah datang Abimanyu dan Verlo memanggil Rendra karena pelatih ada yang mau di bicarakan.


" Kakak kami ke lapang dulu" kata Revina . Rendra menanggukan kepalanya. " Revina dan lainnya ke lapangan sedangkan Rendra menuju ruang kumpul bersama grrup basket.


Wasit dan panitia sudah memasuki lapangan dan duduk di tempatnya.

__ADS_1


Pemain basket dari sekolah Dharma bangsa sudah memasuki lapangan taklama Rendra dan temannya memasuki lapangan. Cahaya merasa gugup melihat suaminya bertanding.


" Kak ipar jangan gugup kak Rendra pasti bisa mengatasinya" kata Revina, menenangkan Cahaya. Cahaya tersenyum sambil menamggukan kepalanya dan kembali menatap lapangan.


Pluit


Wasit meniup peluit tanda permainan akan dimulai, Pelatih memberi arahan dan semangat sebelum memulai pertandingan mereka berdoa terlebih dahulu.


Pemain lawan sudah berdiri pada posisinya Rendra dan temannya juga memasuki lapangan, wasit menentukan siapa yang bermain pertama ternyata itu adalah pihak lawan.


" Teman ayo kita semangat ini adalah pertandingan terakhir bagi kita, sebelum kita ujian nanti" kata Rendra, memberi semangat. " Ayo" teriak temannya.


" Rendra, kita berjumpa lagi" kata Leo, Leo adalah kapten dari SMA Dharma bangsa dan rival Rendra. " Ya kita berjumpa lagi semoga pertandingan ini lebih seru" kata Rendra.


" Pasti" kata Leo, melempar bolanya dan mereka Burmain saling melempar. Rendra dan Leo terjadi perembutan bola, Cahaya mencemaskan Rendra.


" Kakak" kata Cahaya dengan lirihnya, Aulia menepuk punggyng Cahaya. Reviba dan Efina sangat fokus.

__ADS_1


__ADS_2