Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Episode 47


__ADS_3

Keadaan dikampus tak seperti biasanya karena Firza dan teman seangkatnya mengikuti PKL selama 6 bulan.


Indah hanya ditemani oleh Jihan selama di kampus dan Raja juga menemani kekasihnya jika dia berada di kampus.


" Jihan sepi ya tidak ada kak Firza dan kak Dayat biasanya mereka sudah berdiri di depan kelas kita untuk menjemput kita" kata Jihan dengan ekspresi kesal.


Indah hanya tersenyum melihat kekesalan sahabatnya memang sudah beberapa hari mereka tak bertemu dengan Firza dan Dayat karena kesibukan mengurus magangnya.


" Sepertinya sahabatku ini merindukan kak Dayat" kata Indah tertawa menaiki alisnya. " Indah jangan sembarangan sepertinya bukan hanya aku yang kesal, karena sahabatku ini juga merindukan pak Raja tak bertemu seharian" kata Jihan dengan bercanda.


Mereka sama tertawa memang mereka merindukan sesorang yang ada dihati mereka sudah beberapa hari tak bertemu, Raja juga mulai sibuk mrngurus perusahaan ayahnya dan ke kampus hanya sekali jika ada mata kuliah.


" Ayo kita ke mall saja hari ini Jihan ingin shopping membeli tas keluaran terbaru" Jihan menarik Indah menuju parkiran dan menaiki mobil masing-masing.


Karena Firza magang selama 6 bulan maka Alex mengirim supir untuk mengantar dan menjemput Indah keluar maupun ke kampus. Mereka menikmati berbelanjanya membeli beberapa pakaian dan tas.


FG Hospital

__ADS_1


Nisa dan dokter lainnya sangat sibuk di rumah sakit karena terjadi korban kecelakaan mobil hingga banyak menimbulkan korban.


" Sepertinya kita harus menginap di rumah sakit lagi sudah beberapa hari kita nginap disini" kata Bella, menikmati makanan di kantin.


" Kita juga tak menyangka sudah beberapa hari selalu saja terjadi kecelakaan " kata Dewi. Nisa hanya tersenyum mendengar perkataan sahabatnya. Memang sudah beberapa hari ini mereka tak bertemu dengan keluarga, mereka hanya bicara lewat telepon bahkan hanya sebentar.


" Dokter pasien di bangsal no 2 kritis" kata suster yang berlarian, Nisa dan lainnya lsngsung menyudahi makanannya segera menemui pasien.


" Nisa sepertinya dia serangan jantung" kata Dewi memeriksa pasiennya. " Cepat siapkan ruang operasinya panggil dokter Rio untuk membantu" kata Nisa.


Setelah operasi pasien dipindahkan ke ruangan ICU agar mendapatkan perawatan yang intens.


Drt drt drt.


" Mas Alex menelepon" kata Nisa, saat ini mereka berada di ruang tunggu sambil mengistirahatan tubuh mereka.


" Assalamualaikum mas" Nisa mengucapkan salam. " Sayang apa kalian juga tidak pulang hari ini" kata Alex.

__ADS_1


" Maaf sayang hari ini juga terjadi kecelakaan hingga kami tak bisa meninggalkan pasien" kata Nisa dengan lirih.


" Apa perlu mas melembar jalan hingga tak terjadi kecelakaan " kata Alex dengan kesal karena beberapa hari ini dia tak mendapatkan perhatian istrinya.


" Mas jangan bercanda, mas Nisa tutup dulu sepertinya ada pasien yang membutuhkan Nisa" kata Nisa dengan lirihnya.


" Baiklah sayang sepertinya hari ini mas kembali sendirian di kamar" kata Alex dengan cemberut. Nisa tersenyum dia juga merindukan suaminya yang tak bertemu beberapa hari.


Mereka menutup panggilan Nisa pergi ke ruangan pasiennya begitu pula dengan Bela dan Dewi.


Perusahaan Hartawan Group.


Alex terlihat kesal mendengar perkataan idtrinya yang kembali menginap di rumah sakit. Rio dan Victor saling memandang melihat bosnya yang kesal.


" Bos ada apa? " Rio. " Apa istri kalian tidak memberitahu kalian bahwa mereka menginap di rumah sakit" kata Alex.


Rio dan Victor menanggukan kepalanya karena istri mereka sudah memberitahu mereka.

__ADS_1


__ADS_2