
Sekolah.
Siswa kelas 3 sedang mengikuti ujian akhir sekolah kelas 1 dan 2 di liburkan oleh pihak sekolah selama seminggu, Cahaya menemani Rendra belajar baik di rumah maupun di sekolah Rendra tak ingin Cahaya tinggal sendiri di kediaman keluarganya.
Aulia juga ingin menemani Cahaya di sekolah selain menemani Cahaya dia juga mengambil kesempwtan untuk belajar di perpustakaan juga menemani Verlo.
" Cahaya ayo kita ke perpustakaan disana kita dapat belajar dengan tenang apalagi keadaannya sepi, pasti kita bisa fokus belajarnya" ajak Aulia.
Cahaya menanggukan kepalanya karena dia bisa belajar, setelah siswa kelas 3 selesai ujian akhir setelah itu kelas 1 dan 2 mengikuti ujian naik kelas.
Mereka menuju perpustakaan setelah mengisi buku pengunjung mereka mencari buku, ternyata tak hanya mereka berada di perpustakaan ternyata ada beberapa diswa yang mempergunakan libur untuk belajar.
Keadaan kelas Rendra menjadi sunyi siswa fokus mengerjakan ujian, mereka tak menyiakan kesempatan ini untuk memperoleh nilai yang memuaskan dan lulus dengan nilai yang baik.
Tiga jam berlalu jam pertama sudah selesai mereka mengumpulkan lembar jawaban pada pengawas ujian, termasuk Rendra dan lainnya.
" Revina, kamu melihat Cahaya" kata Rendra tidak melihat Cahaya di depan kelas mereka, Revina menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
" Pasti mereka di perpustakaan" kata Efina. Kemudian mereka menuju perpustakaan.
" Ef darimana kamu tahu bahwa mereka di perpustakaan? " Revina. " Mereka tak mungkin menunggu kita di depan kelas selama 3 jam, apalagi Aulia ada bersama Cahaya pasti mengajaknya ke perpustakaan dia itu bosan menunggu kita" kata Efina.
Mereka menanggukan kepalanya tak lama mrreka tiba di perpustakaan. Mereka mengisi buku pengunjung kemudian mencari Cahaya dan Aulia.
" Itu mereka lihat Cahaya fokus membaca buku tapi dia malah tidur" kata Efina menggelengkan kepalanya melihat Aulia tidur di depan Cahaya dengan kepalanya ditutupi buku.
Verlo mendekati Aulia dan menutupinya dengan jaketnya, Cahaya tidak menyadari Bahw Rendra dan lainnya berada di sampingnya.
Cahaya mentadari ada seseorang disampingnya dia tersenyum melihat Rendra disampingnya.
" Maaf kak Aya tak tahu bahwa kakak ada di sini" kata Cahaya dengan senyuman. " Rendra tersenyum dan mengelus pipi Cahaya.
Cahaya mencoba membangunkan Aulia karena melihat Verlo.
" Aya jangan ganggu dulu biar aku tidur sedikit lagi kak Verlo pasti lama keluarnya" kata Aulia. Mereka mencoba menahan tertawa.
__ADS_1
" Dasar anak ini masih saja tidur apa tidak mendengar kita ada disini" kata Efina, kembali dengan membawa buku di tangannya.
" Dia takkan bangun lihat Verlo " bisik Abimanyu melihat Verlo mengelus rambut Aulia. Verlo hanya tersenyum melihat sahabatnya.
Kemudian mereka membiarkan Aulia tidur dan lebih memilih membaca buku yang mereka bawa.
Aulia mulai membuka matanya dia terkejut melihat di hadapannya ramai dengan sahabatnya dan orang yang di cintainya.
" Cahaya kenapa tidak bangunkanku" kata Aulia, yang malu karenaVerlo di sampingnya. Revina memeriksa keningnya.
" Kak aku tak sakit" kata Aulia, melepaskan tangan Revina di keningnya. " Aku kira kamu sakit, Aulia. Sudah berkali kami bangunkan tapi tak bangun juga" kata Revina.
Aulia menggaruk keningnya karena malu. " Memangnya kamu tidak tidur semalam? " Verlo, mengelus rambut Aulia.
Dengan malu Aulia menanggukan kepalanya. " Semalam Aulia asyik nonton drakor, maka mata Aulia ngatuk" kata Aulia menunduk malu.
Mereka menahan tertawanya karena mereka masih berada di perpustakaan. Verlo hanya menggelengkan kepalanya melihat perilaku kekasihnya.
__ADS_1