Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
pencarian berakhir


__ADS_3

seorang terus saja senyum smirk yang memiliki tujuan yang tidak baik setelah melihat dan mengikuti orangtua nisa mengantar firza ke sekolah, bahkan dia sempat memprotet gambar mereka yang terlihat bahagia.


orang tersebut ternyata Sendi Wijaya kakak kandung dari ayah nisa,dia melihat ayah nisa ketika perjalanan mengantar firza dan saat itu sedang lampu merah.


dari pertemuan yang tak tergudaitu sendu terus saja memikirkan adiknya itu, dimana saja keluarga adiknya itu bersembunyi bahkan sudah beberapa negara mereka singgahi. kabar yang terakhir adalah adiknya dan istrinya mengalami kecelakaan yang cukup besar dan dia tidak tau kabarnya setelah itu.


kantor wijaya group.


sendi wijaya memasuki ruangan ayahnya dengan wajah yang ceria, itu membuat ayahnya bertanya pada putranya itu.


ada apa dengan wajahmu itu tanya tuan wijaya. ayah tadi aku melihat sesuatu yang membuat ayah merasa bahagia kata sendi wijaya. apa yang kau lihat tanta ayah sendi. aku melihat adikku yang sudah lama tak bertemu itu kata sendi dengan senyuman smirk.


dimana kau melihat anak itu tanya tuan wijaya dengan juteknya. aku melihatnya di pemberhentian lampu merah dan sepertinya dia sudah memiliki seorang cucu kata sendi. seorang cucu jadu anak itu sudah hidup bahagia beberapa tahun terakhir ini kata tuan wijaya.


jadi apa yang akan ayah lakukan pada adikku yang kurang ajar itu kata sendi. gimana kita lakukan sesuatu pada cucunya itu. kata tuan wijaya dengan niat jahatnya.


baiklah ayah saya akan menghubungi anak buah kita untuk mencari informasi tentang cucu adikku itu kata sendi. "kemudian dia perintahkan anak buahnya mencari tau tentang firza".

__ADS_1


lihat saja apa yang akan kulakukan pada cucu anak bodoh itu, dia telah merasakan hidup bahagia selama ini, sedangkan kita harus berusaha untuk hidup dengan kondisi perusahaan yang hampir bangkrut gara anak bodoh itu kata tuan wijaya dengan geramnya.


sedangkan di tempat lain ayah nisa tidak mengetahui bahwa keberadaannya sudah di ketahui oleh keluarga wijaya. ayah dan ibu merasa terharu karena firza berkeinginan untuk pergi sekolah dengan mereka.


ayah dan ibu menunggu firza di sekolah sampai dia pulang dari sekolah dan orang suruhan wijaya sudah berada di sekitarnya untuk mematainya.


di kantor hartawan group


Nisa, dewi dan bela sudah merasa tenang dengan mengatakan siapa firza sebenarnya orang tua alex sudah pergi.sekarang nisa berdua dengan alex di ruangannya dan dewi dan bela mengikuti pasangan masing ke ruangan.


sayang apa yang sedang kamu lamunkan sehingga tidak menyadari aku duduk di sampingmu kata rio sambil mengelus hijab dewi.


maaf mas dewi memikirkan sesuatu hingga tidak menyadari keberadaan mas kata dewi sambil menatap rio. sekarang coba katakan apa yang kamu lamunkan dari tadi kata rio.


mas kiranya kita sudah menikah nanti mas tidak permasalahkan kalau kita tinggalnya berdekatan dengan misa dan tuan alex, dewi tidak sanggup mas jika berjauhkan dengan nisa dan firza, sebab mereka sudah bagian dari hidup dewi mas kata dewi dengan lirihnya.


rio hanya tersenyum dan memeluk dewi dan mengatakan sesuatu. sayang kalau itu yang membuatmu takut jangan merasa takut ya, karena aku dan victor sudah menyiapkan kediaman kita di dekat tuan alex, tapi rumah kita nanti tidak sebesar rumahnya tuan alex kata rio.

__ADS_1


tidak apa mas yang terpenting dewi tidak tepisah dengan firza dan nisa mas, terima kasih sayang karena sudah mencintai dewi seorang yatim piatu ini kata dewi dengan lembutnya. sayang justru mas yang berterima kasih karena seorang dewi mencintai mas kata rio dengan senyuman.rio dan dewi bepelukan dan tanpa mereka sadari bela dan victor menguping bicara mereka.


kalian berdua menguping kami sampai kapan kalau mau masuk saja kata rio. bela masuk ruangan dengan air mata mengalir sedang victor dengan datarnya.bela mengapa menangis apa kalian bertengkar kata dewi dengan cemasnya.


tidak dew ini air mata kebahagiaan karena mereka berdua sudah menyiapkan semuanya untuk kita, dan rumah kita berdekatan kata bela.mas tapi itu ide siapa bukannya kita tidak pernah membicarakannya tanya dewi, bela menanggukan kepalanya. biar victor yang memberitahunya. sehingga dewi dan bela menatap victor.


itu semuanya ide tuan alex setelah kita tunangan tuan alex langsung meminta kita untuk mencari rumah, syukurnya ada tiga rumah yang berdekatan tapi dua rumah diantara tiga rumah tidak sebesar rumah pertama kata victor. tidak apa mas tapi letaknya tidak jauhkan dari rumah nisa sekarang kata bela.


benar sayang rumah kita nantinya hanya berbeda sepuluh menit dengan menaiki mobil dari rumah nona nisa sekarang kata victor.


kita tidak menyadari bahwa tuan alex sangat memahami nisa, sebab nisa tidak akan sanggup berjauhkan dengan kita semuanya kata bela dengan tertawanya.


apa yang kalian tertawakan"terdengar suaranya yang menyeramkan dari belakang sehingga membuat dewi dan lainnya tercengang, karna nisa dan alex sudah berada di belakang mereka".


mas sudahlah jangan membuat mereka takut, ayo kita ke rumah tadi pak bayu menghubungi nisa agar meminta kita pulang, karena ibu mengundang untuk makan malam kata nisa.


Alhamdulillah seru dewi dan bela dengan leganya. kemudian mereka berenam keluar dari kantor, sehingga banyak terdengar suara bisikan sebab para bos mereka ini tersenyum manis terhadap pasangannya. alex dan lainnya hanya menghiraukan mereka dan menuju ke rumah nisa.

__ADS_1


__ADS_2