Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Wanita gila itu kembali


__ADS_3

Waktu terus berlalu tak terasa usia kandungan Nisa dan kedua sahabatnya sudah memasuki usia kandungan sembilan bulan, mereka sedang menunggu hari kelahirannya mommy dan daddy meminta agar menantu mereka tinggal dengan mereka agar ketika hari H banyak yang menjaganya.


kehamilan Putri dan Naya juga sudah memasuki usia empat bulan, walau ketika periode awal mereka sangat menyusahkan suami mereka dengan ngidam yang aneh menurut suami mereka.


Hari ini kediaman Hartawan agak sepi karena para suami berangkat kerja, awalnya Alex, Rio dan Victor ingin menemani istri mereka yang sebentar lagi akan melahirkan.


tapi ibu hamil ini menyuruh mereka tetap bekerja sebab sekretaris alex terus memberi kabar bahwa rekan mereka dari singapura sudah menunggu, akhirnya terpaksa mereka pergi rio dan victor meminta para penjaga menjaga ibu hamil yang berada di rumah.


Eza dan Dimas harus ke rumah sakit karena ada panggilan darurat. mommy dan ibu pergi ke mall membeli perlengkapan untuk cucu mereka.


Ketika mereka bersantai sambil menikmati minuman dan menonton drakor yang mereka sukai."Assalamualaikum bunda"teriak firza memasuki rumah. tapi sebelum firza ke tempat Nisa ada sebuah tangan besar menahannya, firza terkejut melihat orang yang berbadan besar di belakangnya.


"Bunda tolong hiks hiks"teriak firza. Nisa yang lagi asyk bersama sahabatnya terkejut melihat firza ditahan oleh orang asing.


"kak putri tolong bawa indah ke kamar ingat jangan keluar sebelum nisa suruh"perintah nisa dengan tegasnya. putri segera membawa indah ke kamar dia tau nonanya dalam amarah yang besar jika menyangkut firza.


"kalian lepaskan putraku jika kalian melukainya sedikit saja akan ku habisi kalian"kata nisa dengan lantangnya. Hahaha"menghabisi kami"kata seorang wanita dengan pakaian ****, membuat Naya terkejut. "Agnes"kata Naya dengan lantangnya.


"ternyata calon adik iparku ini masih mengingatku "kata Agnes dengan senyuman. "untuk apa kau datang belum cukupkah kau membuat kakakku hancur"teriak naya.

__ADS_1


"adik iparku ini jangan berteriak padaku nanti kandunganmu kenapa"kata Agnes dengan senyuman smirk sambil menyentuh naya. "kau wanita gila jangan pernah kau coba menyentuh kandunganku"kata naya sambil menunjuk Agnes.


Dewi mencoba menghubungi suaminya tapi hp yang dipegangnya langsung dilempar oleh anak buah Agnes. melihat Agnes fokus pada dewi nisa mencoba menyelamatkan firza dari tangan kekar itu.


Nisa dengan perut yang besar nisa melawan penjahat dengan nafas yang tersengal, terjadi pertarungan sengit bela melihat penjahat lengah dia langsung menarik firza dan memeluknya.


"sayang, firza tidak ada yang terluka di tubuhmu sayang"kata bela memeriksa tubuh firza. "syukurlah"sambung bela setelah memeriksa tubuh kecil itu. firza menangis melihat bunda dan aunty dewi melawan penjahat.


"firza di sini sayang, jangan kemana aunty mencoba menolong aunty naya dulu"kata bela. firza menanggukan kepalanya. "kau wanita gila lepaskan tanganmu jika kau menyentuhku lagi kakakku akan menghabisi kau"teriak naya.


"baiklah adik iparku sayang"kata Agnes. bela mencoba menenangkan naya yang ketakutan. Agnes menyadari nisa yang sudah lelah setelah melawan penjahat dia mengambil kesempatan untuk menghabisi Nisa.


"Aw sakit"kata nisa dengan lirihnya mencoba melindungi perutnya yang besar dengan tangannya. Firza melihat nisa disakiti membuatnya marah"lepaskan bundaku"teriak firza dengan menggigit tangan Agnes. "dasar anak sialan beraninya kau menggigitku"kata Agnes dan melempar Firza untung tidak terkena meja.


Dewi yang masih melawan akhirnya dia tidak sanggup lagi apalagi harus melindungi perutnya, membuatnya tertangkap oleh penjahat, bela dengan sekuat tenaga menolongnya tapi datang kedua penjahat lagi membuat bela dan dewi tak bisa bergerak.


Naya dengan tangan bergetar mencoba menghubungi dimas tapi HP dimas sibuk."firza sayang bunda tak kenapa kan sayang"kata Nisa dengan nafasnya tersengal nisa mencoba mendekati firza tapi Anggun kembali menarik hijab nisa hingga pergerakan nisa terhenti.


"bunda hiks hiks punggung firza sakit"kata firza"tenang ya sayang sebentar lagi ayah pulang"kata nisa dengan lirihnya.firza menanggukan kepalanya.

__ADS_1


"dasar wanita jalang beraninya kau merebut alex dariku sampai anak harammu menyebutnya sebagai ayah"kata Agnes dengan mencekam dagu nisa dan menamparnya.


"wanita gila lepaskan tanganmu dari kak iparku, tolong-tolong penjaga"teriak bela memanggil bodygoard kediaman keluarganya.


"hahaha, percuma adik iparku sayang mereka sudah di habisi oleh anak buahku "kata Anggun sambil tertawa. "jadi adik iparku ini sedang hamil ternyata, lihat apa yang bisa ku lakukan pada anakmu"kata Anggun dengan smirk niat jahatnya.


Anggun menampar Naya dan mendorongnya hingga jatuh ke lantai membuat Naya kesakitan, untung saja Nisa tepat waktu menahan Naya hingga perutnya tak menyentuh perutnya.


"lihat wanita ini masih bisa menolong gadis manja ini, lihat apa yang ku lakukan padamu wanita sialan"teriak Anggun dan mendorong nisa hingga jatuh, Anggun juga menendang perutnya membuat nisa mengingat kembali tentang ibunya.


"sakit, mas Alex tolong"kata nisa dengan lirihnya dan nisa kesakitan di perutnya seakan anaknya mau keluar dia juga mengalami pendarahan.


"Nisa, kak ipar, Bunda "teriak mereka melihat nisa sudah pendarahan dan mencoba serangan dari Anggun.


Hahaha, "kau pasti tak akan selamat bersama bayimu itu, ayo kita pergi dari sini, Keluarga mereka sebentar lagi akan datang"kata Anggun sambil tertawa.


"Nisa ayo buka matamu, Nisa jangan tutup matamu"kata Dewi dan bela mencoba agar nisa tetap sadar.


kak ipar,bunda hiks hiks firza dan naya menangis disamping nisa.

__ADS_1


"Sayang, Nisa, Naya, Dewi, Bela".


__ADS_2