Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Ke Kantor suami


__ADS_3

Sudah seminggu para ibu hamil rawat di rumah sakit sekarang mereka berada di kediaman keluarga hartawan atas permintaan dari orangtua alex agar mereka dapat merawat menantunya. orangtua nisa tidak mempermasalahan hal tersebut karena itu demi kesehatan anaknya.


sekarang ketiga ibu hamil berada di halaman belakang untuk menikmati udara segar.


"nisa, dewi. bela tidak menyangka bahwa mimpi kita memiliki anak secara bersamaan bisa terwujud "kata bela dengan mengelus perutnya.


"padahal dulu kita hanya sekedar bermimpi untuk memiliki keluarga yang bahagia. tapi sekarang kita dapat merasakan keluarga yang bahagia"kata dewi mengangkat kepalanya.


"Nisa dulunya tidak mengharapkan keadaan sekarang dengan adanya firza dan kalian dalam hidup nisa sudah cukup"kata nisa.


"sekarang ini seakan tuhan mengganti sesuatu yang hilang dengan kebahagiaan yang sempurna"kata dewi.


tanpa mereka sadari mommy mendengar perkataan mereka dan merasa bangga terhadap menantunya.


"Dew, Bel tiba-tiba nisa merindukan mas alex,bagaimana kita ke kantor suami kita"katanisa dengan senyuman.

__ADS_1


"ayo bela juga ingin melihat mas victor bekerja secara langsung pasti wajahnya garang"ucap vela dengan ngecesan.


" menantu mommy kenapa dari tadi tertawa sampai terdengar sampai di dalam "kata mommy dan duduk di samping nisa. "mom, apa kita menganggu mom"tidak sayang mommy tidak merasa terganggu, hanya tawa kalian sampai terdengar du dalam"ucap mommy.


"kita ingin ke kantor mom ingin beri kejutan pada suami kita, bela ingin menatap mas victor bekerja mom pasti wajahnya garang "kata bela. mommy menanggukan kepalanya.


Sekarang ketiga wanita hamil itu trelah sampai ke kantor hartawan group menemui suami mereka. Dengan santainya mereka memasuki kantor tidak ada satu pun yang menegur mereka karena mereka adalah istri dari alex dan kedua kepercayaannya.


mereka bertiga berada di depan ruangan alex karena bela mencari keberadaan suaminya ternyata berada di ruangan alex bersama rio.


" selamat datang nona " kata sekretaris alex. "selamat siang, apa suami kami ada di dalam"tanya dewi. "ada nona di dalam ada perwakilan dari perusahaan AG Group"kata sekretaris.


para wanita hamil sebal karena suami mereka menyecuekan kehadiran mereka. putri terkejut membaca pesan yang dikirim bela dan menoleh ke samping dan tersenyum.


" nona"kata putri. "putri siapa yang kau sebut nona, nonamu ada di rumah sekarang kau fokus pada proyek baru ini"kata alex dengan tegasnya sambil membaca berkas yang di bawa putri.

__ADS_1


Nisa semakin kesal karena suaminya tidak peka ketika putri menyebut nona, rio yang sedang membantu alex dalam membaca laporan merasa ada yang aneh, siapa yang di panggil oleh putri selain istri tuannya dan istri nya seketika rio membeku melihat nisa dan lainnya berdiri di depannya kemudian dibalas senyuman oleh dewi


"victor yang sedang menghubungi anak buahnya merasa ada yang aneh mengapa seperti badai yang akan datang, victor segera membalikan badannya dan tersenyum melihat bela.


karena takut nisa marah bela dan dewi duduk di samping suami mereka, karena melihat nisa sudah marah. putri segera menghubungi eza karena takutnya nonanya sakit.


"kalian mengapa diam saja dari tadi putri cepat jelaskan proyek terbaru yang akan di produksi" kata alex, mira sudah ketakutan melihat bosnya menahan amarahnya.


"jika ada yang menjelaskannya akan ku potong gajinya sebesar70%"ancam nisa pada putri dan mira. "siapa yang berani memotong gaji di sini ,saya bosnya disini"teriak alex beriringan dengan eza membuka pintu dan terkejut alex marah pada nisa.


"mas kau berteriak padaku dan melarangku memotong gaji karyawanku sendiri, hiks hiks hiks"kata nisa yang sudah menangis histeris.


putri menarik tangan eza dan meminta untuk diam sebelum dia bertanya, dewi dan bela pun juga terkejut langsung memeluk suami mereka.


Alex tercengang karena dia memarahi istri kesayangannya yang dia kira adalah oramg lain, alex frustasi meluhat istrinya sudah menangis dan mengusap wajahnya secara kasar.

__ADS_1


"sayang maafin mas, mas tidak tahu kedaranganmu sayang"kata alex mencoba mendekati nisa tapi nisa menepis tangan alex."nisa tidak mau bicara sama mas hiks hiks"kata nisa kembali histeris.


Alex menarik rambutnya karena tidak bisa membujuk istrinya lagi marah. mereka di belajang hanya menjadi penonton.


__ADS_2