
Hari ini adalah penyambutan indah setelah resmi menjadi putri keluarga nisa para orangtua sudah heboh dari pagi dengan tata ruangannya, sedangkan para aunty sibuk dengan hadiah.
alex meminta para chef membuat makanan s.ehat untuk anak perempuan berumur dua tahun, firza tidak kalah sibuknya membelika berbagai macam boneka yang dia beli bersama naya dan dimas.
saat ini mereka masih menunggu indah yang datang bersama suster ana dan eza sedangkan nisa berada di kantor AG Group karena harus mendatangani beberapa berkas membuatnya sedikit telat.
terdengar suara mobil masuk dalam perkarangan rumah alex meminta pelayannya intuk membuka pintu. masuklah eza dengan suster ana dengan gadis kecil gendongan suster ana dengan wajah yang penuh luka dan terdapat perban diatas kepalanya
mereka yang melihat gadis kecil itu merasa sesak mengapa ada seorang berbuat begitu, ibu mencoba menggendongnya tapi yang terjadi indah malah histeris.
"cup cup sayang, bukankah indah ingin bertemu dr nisa"kata suster ana membujuk indah. "hiks hiks sus dr ana mana dr nisa indah ingin bertemu"kata indah dengan suara cadelnya
__ADS_1
"sebaiknya kita duduk sebentar lagi nisa pulang"kata mommy."hei manis namanya siapa "tanya naya. indah malah merasa takut dan memeluk suster ana. " sus dr nisa na mana "seru indah. " dr nisa lagi sibuk indah bermain sama mereka mau" tanya suster ana. indah hanya menggelengkan kepalanya sekali kali melihat arah pintu.
" hei indah kita sudah sering bertemu di tempat dr nisa"kata bela.indah menanggukan kepalanya tapi tidak mau melihat bela.
"sudah pasti ini putri nisa yang hanya mau bersama nya saja"kata bela dengan sebalnya. "halo indah masih ingatkan sama aku"kata firza. "abang firza"kata indah dengan cadelnya. "ayo kita bermain disana bunda sebentar lagi pulang, "kata firza. kemudian mereka bermaun berdama dari tidak jsuh dari posisi mereka.
"suster ana selamat bergabung di rumah sakit FG Hospital "kata dimas dan menjabat tangan dimas"suster ana mengapa tidak memberitahu kami kejadian itu"kata dewi dan memegang tangan ana.
"nak jadi ibu ana sakit jantung"tanya ibu. "benar tante ibunya suster ana sudah setahun ini menjadi pasien saya, Nisa lah yang membayar pengobatannya"kata bela. "saya sangat berhutang budi pada dr nisa"kata ana dengan hormatnya
"Assalamualaikum "ucap nisa yang baru datang. "walaikumsalam"balas orang didalam. "sayang kamu sudah pulang"kata alex dan mencium nisa. "maaf mas nisa pulang telat tadi ada pasien darurat"kata nisa. alex memeluk pinggang nisa menuju keluarga dan sahabat mereka.
__ADS_1
nisa mencium tangan orangtuanya dan orangtua alex, alex memanggil pelayannya untuk membuat minuman untuk nisa.
"suster ana apa kabar, selamat bergabung sama kami"kata nisa. "kabar saya baik dok, terima kasih karena dok masih mau menerima saya. "nanti suster ana menjadi asisten saya baik mengurus pasien maupun yang lainnya, nanti kak putri akan membimbingmu"kata nisa. "maaf sebaiknya kalian panggil saya ana saja "kata ana dengan tak enak
"benar juga padahal kita seumuran baiklah kami akan memanggil ana"kata naya. ana mengucapkan terima kasih.
"bunda "Kata firza dan mencium pipi nisa dan meminta indah juga melakukan hal yang sama. " indah sehat nak nanti dokter nisa obati sakitnya"kata nisa dengan lirihnya sangat prihnya melihat luka ada padanya. indah menananggukan kepalanya dan memeluk nisa juga menangis.
"indah mau jadi putri kecilnya dokter dan adik kecil untuk abang firza"kata nisa dengan lembutnya. "jadi indah punya ibu lagi"katanya dengan bersedu. "indah panggilnya bunda dan itu ayah kita"kata firza dan menunjuk alex. "hiks hiks sekarang indah punya bunda, ayah dan abang indah senang sekali"kata indah dengan senangnya.
"jangan lupa pada kami, kami aunty dan om juga oma dan opa juga ama dan apa kata eza dengan tertawanya.
__ADS_1
nisa merasa senang karena indah sudah tidak takut lagi.