
Setelah putra putrinya berangkat Alex mengantar Nisa ke FG Hospital.
" mas nisa turun dulu, ada apa mas" kata nisa, melihat alex menahan lengan nisa. " sayang mas hanya mau bilang nanti siang kamu ke kantor kita makan siang bersama, jangan lupa ajak kedua sahabatmu" kata alex.
" baiklah mas setelah selesai kami praktek langsung ke kantor , ada apa lagi mas?" nisa. " kamu lupa dengan kebiasaan kita ,sayang " ucap alex. nisa tersenyum dan mencium pipi alex.
kemudian alex berangkat ke perusahaan hartawan group.
" Nisa" panggil bella dan dewi. " kalian dimana naya , bukankah hari ini dia terakhir praktek " kata nisa. " " dia dan dimas sedang mengoperasi ada ibu hamil yang kecelakaan" kata dewi.
" ayo ke kantin ada yang mau nisa bicarakan" kata nisa. mereka ke kantin sebelum pasien mereka datang.
" dewi, bella nanti setelah kita praktek kita ke ke perusahaan hartawan group, mas alex mengajak kita makan siang bersama" kata nisa. dewi dan bella menanggukan kepalanya.
mereka kembali ke ruangan prakteknya setelah mendapat kabar dari suster.
Di Hart School.
__ADS_1
Cahaya, Rendra dan Revina sudah sampai di sekolah dan di susul oleh Abimanyu dan Verlo. Abimanyu dan Verlo menghampiri mereka.
" Ren, mengapa istrimu tidak naik mobil denganmu" kata Verlo. plak. " Revina kau itu wanita mengapa suka sekali memukul orang" keluh abimanyu, mengelus punggungnya.
" kalian ini bagaimana sih kalau para wanita disini memgetahui pernikahan mereka yang ada kak iparku pasti disiksa" kata Revina, kesalnya. Abimanyu dan Verlo hanya tersenyum karena mereka sering dipukul sejak masih kecil.
" cahaya" teriak Aulia. ketika Aulia menemui cahaya tidak sengaja menabrak Verlo.
" aduh siapakah sih berdiri disini menghalangi orang saja" kata Aulia, dengan cerewetnya memaki tanpa melihat Verlo.
" sepertinya aunty bella akan memiliki calon menantu" bisik revina pada rendra. orang yang dibisik hanya tersenyum
" hei cewek aneh beraninya mencium rendra" kata Ririn, mendorong Revina hingga terjatuh dan luka kena kendaraan di belakangnya.
rendra mencengkam tangan ririn hingga kesakitan. " beraninya kau melukainya " kata rendra dengan tarapan tajam. membuat ririn dan ganknya gemetaran.
" kak vina tidak kenapa" kata cahaya khawatir dan membantunya. kak ipar tenang saja vina tidak kenapa" bisik revina, pada cahaya.
__ADS_1
dengan kesalnya revina mendorong ririn. " kak ayo bantu kak vina nanti lukanya tambah perih" kata cahaya. " cahaya kamu tenang saja , revina itu mirip dengan om alex jika dia marah seperti singa betina" kata Abimanyu.
" mau apa kau, ha. beraninya mendorong orang tiba- tiba" kata revina. " kau beraninya mencium rendra di depanku" tekan Riri. revina tersenyum smirk tiba - tiba dia mencium pipi rendra.
" bagaimana, Ha .pergilah menanggu kami saja" kata revina, menatap tajam. ririn dan ganknya pergi begitu saja.
" hahaha, kak lihat mereka pergi begitu saja" kata revina. " kamu tidak terluka kan, lihat keningmu merah" kata rendra,mengelus kening revina.
" revina tidak kenapa kak, jangan khawatir" kata revina. " revina, kami bukan mengkhawatirkanmu yang kami khawatirkan itu nyawa kami" kata Verlo, dengan kakunya.
" maksud verlo gimana?" efina, heran melihatnya. " sayang , kamu dengar jika anak satu ini terluka sedikit saja bukan om dan tante yang marah, tapi mami kami" kata abimanyu.
" tentu vina kan kesayangan aunty dewi dan aunty bella" kata revina. " bukannya kak firza kesayangan mereka" kata Verlo, tersenyum kecil.
uh kalian bikin vina kesal akan vina bilang ke kak indah, ayo kak ipar dan kalian kita masuk" kata revina menarik cahaya.
rendra menanggukan kepalanya dan tersenyu melihat cahaya melihatnya
__ADS_1