Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
ACT12


__ADS_3

Firza dan Indah sedang menemani nenek dan kakeknya di Nisa Cake dan Bakery, banyak pengunjung menatap mereka dengan tatapan kagum.


tret, tret HP Indah berbunyi.


" Kak Aunty Putri menelepon, ada apa ya?" Indah mengangkat teleponnya dan Firza menanggukan kepalanya.


" Halo aunty Indah dan kak Firza di toko kue, kuliah kami sudah selesai aunty" kata Indah.


" Indah bisa aunty tolong, tolong jemput Devina dan Cella ke sekolahnya, soalnya aunty dan mommymu ke Perusahaan Hartawan Group".


" Bisa aunty kami akan menjemput mereka". " terima kasih sayang"." sama - sama aunty" seru Indah. Indah memberitahunya ke Firza dan setelah minta izin mereka segera ke FG School.


FG School.


Cella dan Devina keluar setelah bel berbunyi mereka keluar kelas menuju parkiran menunggu jemputan.


" Kalian menunggu jemputan" kata teman sekelasnya. " ya, kami menunggu mommy" seru Cella dengan gemesnya.


" Dadah Devina, Cella kami pulang dulu" kata mereka, melihat jemputkan mereka sudah datang. Devina dan Cella melambaikan tangannya.


" Cella kenapa mommy lama sekali jemputnya" kata Devina, memainkan kakinya. " hore, lihat Devina itu mobil KakFirza" kata Cella, semangatnya berlarian menuju ke arah mereka.

__ADS_1


Mobil yang dikendarai oleh Firza memasuki perkarangan sekolah banyak pasang mata menatap kagum dengan mobil yang baru masuk.


Indah keluar dari mobil sedangkan Firza hanya menunggu dalam mobil katanya biar hemat waktu katanya.


" Kakak , mana Kak Firzanya" Kata Cella, melihat sekelilingnya. " Om Firza di mobil, Cella" kata Indah mencubit pipinya.


Cella langsung berlarian menuju Firza. " Ayo Kak nanti mereka menonggalkan kita" kata Devina menarik tangan Indah.


Dalam mobil.


"Kak kemana mommy kok om dan aunty yang jemput kami kesekolah?" Devina, duduk dibelakang bersama Cella. " Mereka ke Perusahaan Hartawan Group, Devina" seru Firza, menatap kepinakannya dari kaca depan.


" Kak kita ke Mall yuk kami ingin bermain" kata Cella tersenyum manis. Firza dan Indah saling memandang.


Setelah menghubungi Putri mereka segera ke Mall sedangkan Naya tanpa sengaja melihat Nisa ke Perusahaan dia pun ikut. Putri yang kebetulan ada keperluan ke Hartawan Group membahas kerja sama mereka.


" Kak siapa yang menghubungi " kata Nisa, duduk sebelah Alex. " Firza menelepon dia mengajak anak- anak ke Mall, bermain katanya" kata Putri.


" Putri, kamu sudah menerima berkas untuk membahas proyek kita selanjutnya" kata Alex. " Sudah tuan sekretaris anda yang memberikannya" seru Putri.


" Kak ayo kita ke Restoran di Mall, Naya ingin mematau anakku" kata Naya. " biarkan mereka bermain Firza pasti bisa mengurusnya" kata Alex.

__ADS_1


" Kakak ih gimana sih putramu itu tampab pasti banyak pengunjung meliriknya, ayolah kak bukankah kita sudah lama tidak bermain bersama . Naya akan menghubungi Dimas dan kak putri harus menghubungi kak Eza" kata Naya, semangatnya.


Naya dan Putri menghubungi suami mereka agar ke Mall dan bertemu disana.


" Mas, Nisa juga mengkhawatirkan mereka Indah dan Firza pasti tidak bisa mengawasi kedua keponakan kita itu" kata Nisa, tersenyum


" Kalau Nisa sudah tersenyum manis begini tuan Alex pasti menyetujuinya" seru Bella berbisik pada Dewi.


Akhirnya mereka ke Mall untuk makan siang sekaligus mengawasi anak- anak.


Di Hart School.


Pihak sekolah sedang mengurus masalah yang terjadi karena Ririn and Gank mengalami sakit perut.


Mereka beruntung katena ada siswi yang merekam kejadiannya sehingga pihak sekolah memberikan diskors pada mereka.Sedangkan untuk Revina hanya mendapatkan hukuman membersihkan toilet.


" Ini karena mereka malah kita yang dihukum" kata Revina, dengan kesalnya mengepel lantai seenaknya. " Revina ngepel lantainya dengan benar" kata Rendra. Revina yang kesal menghentakan kakinya ke lantai.


Sejam kemudian mereka menyelesaikan tugasnya, mereka pulang karena kelelahan.


" Kakak" teriak Revina, memajukan bibirnya. " Sekarang ada apa lagi Revina, kita sudah lelah" kata Efina, cemberutnya. Sedangkan Revina tersenyum.

__ADS_1


" Revina cepat katakan" kata Rendra. " Kak ayo buka Grup keluarga mereka malah bersenang tanpa mengajak kita" kata Revina, sebalnya. Menunjukan foto ketika Cella da Devina bermain game.


" Kakak kita ke Mall ya" kata Revina, fengan manjanya mengayun lengan Rendra. Mereka akhirnya ke Mall.


__ADS_2