
Keadaan didalamHart mall menjadi ricuh karena ada beberapa orang yang menyandera dua gadis muda, Raja terus mencari keberadaan Indah khawatir yang melihat pengunjung lantai empat menatap ke lantai bawahnya.
Betapa terkejutnya melihat Indah dikepung oleh beberapa orang, dia langsung berlarian ada rasa khawatir dalam hatinya melihat Indah ketakutan.
" Berikan HPku"tekan Indah. " Belum saatnya nona " kata salah satu teman pria pskaian hitam. Dengan sekuat tenaga Indah menendang kakinya.
Bug
" Sepertinya kamu sudah banyak berubah bocah, sayang saja ibumu tidak dapat melihatmu karena dia sudah meninggal beberapa tahun dan kamu harus melayaniku seperti ibumu" kata pria berjss hitam.
" Jangan harap aku mau ikut denganmu" teriak Indah. Sebelum pria itu menangkap Indah, dia mendapat pukulan dari belakang.
" Pak Raja" kata Indah dan Jihan, terkejut melihat Raja dihadapan mereka tapi ada juga merasa lega." Aku tidak akan membiarkanmu membawanya" kata Raja.
Orang tersebut tersenyum licik pada Raja kemudian menatap tajam pada Indah. " Bocah ternyata aku memiliki seseorang makanya kau berani menolakku, ternyata bocah yang dulu sudah dewasa" kata Orang itu, berusaha mendekati Indah.
Brak
__ADS_1
orang tersebut kembali mendapatkan tendangan dari Raja. " Sepertinya sku menghabisimu dulu, bsru kau bocah" kata orang tersebut. terjadilah perkelahian antara keduanya, para pengunjung tidak ada yang berani menghentukannys.
" Indah,kamu tidak kenapa?" Jihan, Infah menggelengkan kepalanya dan melihat HPnya dilantai dia berusaha menghubungi Firza tapi HPnya sudah rusak.
" Pak awas" teriak Indah ada seorang yang menyerang Raja dari kejauhan. Seketika Indah menendangnya hingga terjatuh.
" Hei kalian apa yang kalian lakukan, Ha cepat tangkap dia" teriak orang itu. terjadilah peerarungan sengit Indah dan Jihan telah kelelahan tapi mereka tudak ada habisnya.
Raja yang juga kelelahan akhirnya dia sedikit lengah. " Pak Raja" teriak Indah dan Jihan melihat Raja dipukul dari belakang. " Nah bocah sekarang kau ikut denganku bocah karena tidak ada lagi menghalangiku membawamu" kata orang itu dengan tertawa.
Indah yang gemetaran terus memeluk Raja yang sudah pingsan dalam pelukannya. " Kakak, Ayah, Bunda" kata Indah dengan lirihnya.
" Hei kau lepaskan temanku" kata Jihan. " Ternyata masih ada penanggu" kata orang itu. Seketika Jihan dapat ditangkap karena rasa lelahnya.
Indah terus berdoa agar ada yang menolongnya dia terus menyebut nama keluarganya.
Sedangkan diluar Mall. Firza dan lainnya sudah datang. " Kakak juga datang" kata Rendrs, melihat Firza yang baru turun dari mobil bersama Dayat.
__ADS_1
Firza menanggukan kepalanya. " Ayo kita masuk kalian harus hati keadaannya sedikit aneh" kata Firza, melihat sekekitar mall ada rasa aneh yang dirasakannya.
" Sayang kamu dan Aulia disini saja biar kami yang masuk, Efina tolong jaga istriku dan temannya" kata Rendra. Efina dan lainnya hanya menuruti karena keadaan sedikit tegang.
" Kakak dan lainnya juga harus hati" kata Cahaya. Rendra meanggukan kepalanya dan mencium keningnya Cahaya kemudian mengukuti lainnya masuk.
" Lebih baik kita duduk disana, agar lebih tenang" kata Efina menunjuk kursi yang tidak jauh dari mall. Cahaya dan Aulia menanggukan kepalanya.
Firza masuk kedalam mall melihat sekekitar masih banyak pengunjung tapi tidak berbelanja malah fokus pada lantai atasnya.
" Maaf bu apa yang terjadi mengapa kalian berkumpul disini?" Revina. ibu yang merasa dipanggil menoleh ke belakang.
" Itu nak ada dua gadis remaja disandera oleh beberapa orang, tidak ada yang berani mendekat karena mereka membawa senjata tajam" kata ibu, menunjuk lantai atas.
Revina melihat keaatas dan terkejut siapa yang menjadi sandera.
Kakak
__ADS_1
Indah