Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
ACT 24


__ADS_3

Hart Mall


Indah dan Jihan sudah sampai di mall Indah terlihat kesal karena ulah Firza.


" Sudahlah Indah jangan cemberut lagi kita mau berbelanjakan, coba kamu bayangkan jika nanti kak Firza punya pacar pasti dia tidak akan melepaskannya" kata Jihan tertawa. Indah juga tertawa jika ada seorang gadis menyukai kakaknya yang protektif dan dingin.


Mereka terlebih dahulu untuk ke restoran terlebih dahulu karena rasa lapar yang datang. Mereka memilih makanan yang bertema ikan, setelah selesai mereka membeli barang yang dibutuhkan untuk kerajinan tangan tugas kuliahnya.


Mereka memilih beberapa bahan rajutan ntuk tugasnya. " Indah bagaimana kita membuat tas saja" kata Jihan.


" mmm itu ide bagus nanti Indah minta Aunty Putri untuk membantu kita" kata indah. Akhirnya mereka memilih beberapa bahan untuk membuat tas dari bahan rajutan.


Disaat persamaan Raja juga berada di mall untuk membeli kebutuhannya. Ketika dia ke toko pakaian tanpa sengaja dia melihat Indah yang tertawa bersama Jihan.


Brak Indah tertabrak oleh seorang pria dengan pakaian serba hitam. " Aduh tidak tahu apa jika ada orang malah ditabrak" kata Indah, kesakitan bagian bawahnya.


Indah melihat keatas dia menjadi gemetaran karena melihat sepasang mata yang menatapnya.Dia seperti mengingat kejadian ketika dia berumur dua tahun, ibunya tega menyiksanya bersama seorang pria disamping ibunya.


" Nona maaf telah membuatmu terjatuh" kata pria dengan suara yang berat. Tubuh Indah bertambah menjadi gemetaran dia sangat menengal suara itu, suara yang bersama ibunya waktu itu.

__ADS_1


" Indah kau tidak apakan, ada apa denganmu" kata Jihan khawatir melihat wajah Indah ketakutan.Dengan rasa takut dalam hatinya Indah mencoba menatap matanya.


" Jihan ayo kita pulang semuanya sudah lengkapkan" kata Indah, dengan gemetaran menarik Jihan. Jihan yang bingung hanya mengikutinya.


Raja yang semula mengikuti Indah kehilangan jejak karena mendapatkan panggilan dari keluarganya. " Dimana dia?" Raja, terus mencari Indah.


" Tunggu nona sepertinya saya menengal nama iyu disuatu tempat" kata Pria berjas hitam. Indah menggelengkan kepalanya, tanpa sengaja dia menjatuhkan dompetnya.


Pria tersebut mengambilnya terlihat foto Indah masih kecil ketika baru diadopsi oleh Alex dan Nisa. " Akhirnya aku menemukanmu bocah sayang saja ibumu gagal menemukanmu setelah ditolong oleh warga, dan sepertinya kamu sudah hidup enak" kata Pria tersebut.


" Ayah, bunda Indah takut" kata Indah dengan lirihnya. Mendengar gumanan Indah Jihan mencoba menyembunyikannya dibelakangnya.


Kampus.


Firza merasa tidak enak pada perasaannyap dia terus memikirkan Indah yang hanya berdua dengan Jihan.


Firza kembali mencoba menghubungi Rendra. " Halo Rendra kamu sudah menjemput Indah di mall" kata Firza, khawatir.


" Kami baru akan jalan kak sekitar lima belas menit sampainya" kata Rendra, merasakan kekhawatiran Firza.

__ADS_1


" Baiklah kalian cepatlah ke sana perasaan kak tidak enak" kata Rendra, memutuskan panggilannya.


" Kak ada apa?" Cahaya melihat kekhawatiran Rendra. " Sayang kamu semobil dengan Revina kakak akan naik motor dengan Verlo" kata Rendra.


" Kamu tenang saja Revina kalian hanya mengikuti kami dari belakang" kata Rendra mengerti tatapan dari Revina.


Akhirnya mereka menuju Hart mall dengan kendaraan terpisah. Begitupun dengan Firza meninggalkan kelasnya yang diikuti oleh Dayat.


FG Hospital.


Alex sedang menemani Nisa di ruang rawatnya dia sedang memeriksa laporan yang diberi oleh Rio. Ketika dia akan memberi tanda tangan tuba- tiba saja penanya lepas dari tangannya.


" Indah" guman Alex ." Tuan ada apa?" Rio, melihat gusar di wajah Alex.


" Alex cepat kamu cari keberadaan putriku Indah" kata Alex. Alex tanpa sengaja melihat mata Nisa berair.


" Sayang kamu juga merasakannya" kata Alex mencium tangan Nisa." Tuan, Nona Indah berada di Hart mall" kata Rio.


Alex merapikan pakaiannya mencium kening Nisa. " Rio kita ke sana kamu hubungi lainnya untuk menjaga Nisa" kata Alex.

__ADS_1


Rio segera menghubungi Dewi agar menemani Nisa karena mereka ada pekerjaan.


__ADS_2