Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Episode 58


__ADS_3

Terdengar suara adzan berbunyi dari masjid yang tak jauh dari kediaman Alex, mereka bersama melaksanakan shalat subuh berjamaah di mushalla yang ada di kediaman.


" Kakak mau kemana? " Rendra melihat kakaknya bersiap. " Kamu ini kakak mau shalat subuh berjamaah di mesjid bersama lainnya" kata Firza.


" Kakak masih sakit jika nanti bunda dan ayah tahu yang ada Rendra kena marah karena tak bisa menjaga kakak, Rendra tidak mau kak jika bunda tidur di luar juga" kata Rendra dengan senyum.


Firza menggelengkan kepalanya akhirnya dia mau shalat di kamar karena terus di bujuk oleh Rendra. Selesai shalat mereka kembali ke kediaman.


Nisa, Dewi dan Bella menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi, anak-anak bersiap untuk ke sekolah dan kampus sedangkan Alex dan kedua orang kepercayaannya berada di ruang tengah.


Tok, tok, tok


Pelayan membuka pintu ternyata ayah Nisa dan daddy Alex datang.


" Silahkan masuk tuan" kata pelayan. Alex terkejut melihat kedatangan daddynya dan ayah mertuanya.


" Daddy, ayah" Alex menyalami mereka diikuti oleh Rio dan Victor. " Kenapa ayah dan daddy datang pagi ke sini" kata Alex.

__ADS_1


" Dasar anak ini jika kami tak menghubungi mommymu, kamu takkan bilang kalau cucu kami Firza terluka " kata Daddy Alex.


" Semuanya baik saja Dad, yah Firza hanya mengalami luka kecil dan Dewi sudah mengobatinya" kata Alex.


Kemudian ibu dan mommy datang menemui suaminya masing- masing.Di dapur Annisa dan lainnya sibuk menyiapkan sarapan pagi.


" Maaf nyonya apa ada yang bisa saya bantu" kata Merlina memberi hormat, Annisa, Dewi dan Bella tersenyum.


" Tidak biar kami yang urus kamu bersiap saja ke kantor, kamu mau berangkat bekerja kan" kata Dewi.


" Tapi nyonya saya merasa tak enak kalian telah menolong saya bahkan tuan Firza terluka karena menolong saya, jadi biarkan saya membantu kalian" kata Merlina.


" Nama yang indah, nama tante Bella, ini tante Dewi dan ini adalah pasti kamu sudah tahu dia tante Annisa bundanya Firza" kata Bella .


Annisa dan Dewi tersenyum di balas oleh Merlina mereka melanjutkan memasaknya.


Dalam kamar Revina.

__ADS_1


Revina, Indah dan Cahaya bersiap mau ke sekolah dan kampus, Indah tidur bersama mereka karena kamarnya di tempati oleh Abimanyu dan Verlo.


Tok, tok, tok


" Rendra, kamu sudah siap" kata Abimanyu dan Verlo dari balik pintu.


kret pintu terbuka terlihat Rendra yang sudah rapi." Ayo " ajak sahabatnya. " Rendra tunggu kakak" kata Firza yang sudah rapi.


" Kakak mau kemana? " Rendra, Firza tersenyum. " Kakak hanya ingin keluar " kata Firza, memegang perutnya yang luka.


" Mari kak Abi bantu" kata Abimanyu, membimbing Firza, Rendra mengunci pintu kamarnya. Ketika mereka turun Revina memanggil mereka untuk turun bersama.


" Kakek, opa" teriak Revina berlarian memelukvmereka." Kamu ini sudah besar masih suka berlarian dalam rumah" kata ayah Nisa mengelus hijab cucunya.


" Nisa sepertinya ayahmu dan mertuamu datang" kata Dewi, Nisa menanggukan kepalanya. " Nak bisa panggilkan mereka untuk sarapan" kata Nisa, Merlina tersenyum dan menanggukan kepalanya.


" Nak bagaimana keadaanmu? " Ayah pada Firza. " Alhamdulillah kakek sudah membaik aunty Dewi sudah mengobatinya" kata Firza.

__ADS_1


" Nak lain kali jangan sampai terluka lagi kamu tahu sendirikan bundamu, dia akan terluka melihatmu terluka itu akan mengingatnya kejadian waktu kamu masih kecil" kata ayah Nisa, Firza menanggukan kepalanya.


Kemudian Merlina datang dan menyatakan bahwa sarapan pagi sudah siap.


__ADS_2