Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
Episode 39


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama lima belas menit sampailah mereka di mall, Devina dan Cleo merasa gembira menarik tangan Indah dan Jihan.


"Kalian mau kemana?" Firza. Seketika Indah dan lainnya menghentikan jalannya. " Kak kami ingin bermain boleh ya" kata Devina, menggerakan matanya dengan lucunya.


" Baiklah kalian boleh bermain kakak mencari kebutuhan kakak dulu nanti kakak menyusul" kata Firza. Dengan senangnya mereka memeluk Firza dan melanjutkan kegiatan mereka.


Di Hartawan Group.


Pihak universitas sudah menghubungi pihak Hartawan Group yang diurus oleh Rio. " Rio, kamu sudah mengurus calon mahasiswa yang akan praktek di tempat kita selama enam bulan terakhir ini" kata Alex.


" Sudah tuan ini nama calon mahasiswa praktek di tempat kita salah satunya tuan Firza" kata Rio, memberikan daftar mahasiswa yang dikirim oleh universitas.


" Firza" kata Alex, menerima dan membacanya, Alex tersenyum. " Rio apa yang lainnya sudah tahu mengenai hal ini?" Alex.


" Selain kita, tuan muda Firza dan nona Indah yabg sudah tahu, kurasa yang lainnya belum tuan" kata Rio.


" Baiklah kita bicara hal ini di rumah ayo kita ke rumah sakit, mereka sudah menunggu kita" kata Alex. Para orangtua ada acara makan siang bersama tanpa mengajak anak mereka.


" Sudah lama kita tak berkumpul bersama apalagi anak kita sudah besar" kata Eza. " Apalagi mereka sudah beranjak dewasa tak terasa waktu cepat berlalu, bahkan kak Alex dan kak Nisa sudah menantu" kata Dimas, meminum jusnya.

__ADS_1


" Padahal dulu tuan Alex sangat bekerja keras mengejar Dok Nisa lihat sekarang anak sudah dewasa" kata Bella.


" Dewi tak ada berkeinginan untuk mencari menjanjikan Efina menantumu, kita lihat mereka sangat dekat" kata Bella, menaikan alisnya.


" Kau ini mereka masih sekolah biarkan menikmati masa remaja mereka" kata Dewi.


" Naya, kamu tidak menjemput Cleo dan putri juga tidak menjemput Devina. " kata Bela. " Kalian tenang saja mereka sudah di jemput" kata Naya.


" Pasti Firza atau Rendra" tebak Eza. " Siapa lagi yang bersedia menjemput mereka" kata Dimas, " Sebaiknya aku hubungan Firza " sambungnya.


" Mas tidak perlu mereka di ajak bermain di mall oleh Firza dan Indah" kata Naya. Dimas menatap sambil menggelengkan kepalanya.


" Maaf Dewi kakak belum memberitahu pada kalian surat rekomendasi dari Universitas baru datang dan kita membutuhkan persetujuan Firza" kata Putri.


" Sebaiknya kita bicara di rumah bukankah Firza juga waktunya Praktek kerja" kata Nisa. " Ayo kita temui dia kami penasaran dimana dia ditempatan oleh kampusnya" kata Bella dengan semangatnya.


Alex dan Rio hanya tersenyum tipis ini pasti mengejutkan mereka nanti.


Hart Mall.

__ADS_1


" Firza, apa yang harus kita cari dahulu?" Dayat, disampingnya. " Ayo kita ke toko pakaian, kita membutuhkan beberapa kemeja putih" kata Firza. Mereka membeli beberapa kemeja yang berwarna putih bahkan berbagai dasi.


" Apa kita juga membutuhkan Jas?" Dayat, mereka saat ini berada di toko menjual jas. " Sebaiknya kita membeli beberapa siapa tahu kita membutuhkannya" seru Firza.


Mereka juga membeli beberapa jas tapi warna gelap yang menjadi pilihan mereka.


" Kakak Cleo ingin boneka di sana" kata Cleo menunjuk boneka besar yang berada di prrmainan lempar bola basket.


" Apa kita tunggu kak Firza soalnya kak Undah kurang bisa Cleo" kata Indah.


Tapi Cleo ngambek sambil berjongkok karena Ibdah tidak mau bermain basket.


" Kalian disini rupanya kakak mencari kemana, ini Cleo kenapa menangis sayang" bujuk Firza. " Kak Indah tidak mau mengambil boneka itu" kata Cleo yang bersenggukan.


Firza tersenyum melihat Indah sedih. " Cleo sendiri tahukan ayah Alex melarang kak Indah melompat" kata Firza, duduk disamping Cleo.


Cleo memikirkan dan menatap Indah yang sedih, Cleo berdiri mendekati Indah. " Kak maafkan Cleo ya, Cleo lupa" kata Cleo, memeluk Indah dan mereka tersenyum melihatnya.


" Baiklah kakak yang memainkannya dan mendapatkan boneka untuk Cleo, apa Devina juga ingin" kata Firza. " Hore terima kasih kak" kata Devina dan Cleo, mencium pipi Firza secara bergantian.

__ADS_1


Firza bermain beberapa kali dan mendapatkan boneka untuk Cleo dan pakaian untuk Devina. Mereka sangat gembira mendapatkan hadiah yang mereka inginkan dan sekarang pulang karena Nisa sudah menghubunginya.


__ADS_2