Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN

Dr ANNISA Dan CEO TAMPAN
ACT 4


__ADS_3

Di FG Hospital


setelah menempuh perjalanan lima belas menit mereka telah sampai di rumah sakit langsung menuju ruang ICU dimana ayah cahaya berada.


" Cahaya untung kamu segera datang, tadi tiba - tiba saja om bagus kritis" kata Aulia, memeluk cahaya.


" kakak senior" kata aulia, gugup melihat seniornya di sebelah sahabatnya. " ayo kita duduk saja dan menunggu dokter keluar" kata revina, tersenyum.


Nisa yang sebelumnya membawa makan siang untuk Dewi dan Bella bersama Naya dan putri meninggalkan kantin setelah menyelesaikan makan siang bersama.


" kak ipar bukankah itu Rendra dan lainnya mengapa mereka disini"kata Naya. ketika mereka pulang tiba pandangan mereka melihat rendra dan lainnya masuk dan terlihat gelisah.


" ayo kita kesana aku ingin tahu mengapa my twins berada disini" kata Bella. mereka pun mengikuti anak- anak mereka ke ICU.


" Vina, Rendra" panggil Nisa, sudah berada di belakang mereka. " Bunda" kata Revina." mami" kata Abi dan Verlo.


" kalian mengapa ada disini dan siapa yang sakit sayang" kata Nisa, memeluk Revina. " ayah calon menantu mommy" kata revina, tersenyum. membuat nisa dan sahabatnya bingung.


tak lama pintu terbuka keluarlah dokter dari ruang ICU.


" Dokter bagaimana keadaan ayahku" kata cahaya, masih dalam pelukan rendra. " bagaimana keadaannya" kata rendra, dingin.

__ADS_1


" Tuan muda, maaf keadaan pasien sudah kritis dan pembuluh darah dari kepalanya sangat sulit untuk diatasi, silahkan tuan muda pasien ingin menemui putrinya" kata dokter.


" ayah" teriak cahaya, Brak cahaya jatuh pingsan dalam pangkuannya Rendra. Rendra terus memanggil nama Cahaya.


" sayang biar Bunda periksanya" kata Nisa. " mommy " kata Rendra, matanya sudah berair.


Aulia minggir dan memberi nisa jalan untuk memeriksa cahaya. Nisa memberikan minyak putih untuk membantu cahaya sadar.


" Nak ayo temui ayahmu" kata Nisa, membelai rambut cahaya. " sayang temani dia" kata nisa. rendra menuntun cahaya masuk menemui ayahnya.


" ayah " kata cahaya histeris memeluk ayahnya, ayah cahaya tersenyum tapi pandangannya tertuju pada rendra.


" ayah jangan bicara sembarangan" seru cahaya, tiba- tiba saja alat jantungnya berbunyi. rendra keluar dan memanggil Nisa.


" sayang biar tante memeriksa ayahmu" kata Nisa, rendra meraih tangan cahaya dan memeluknya.


" tuan tolong tarik nafas anda secara perlahan, sepertinya anda mau bicara" kata Nisa, setelah menenangkan ayah cahaya.


" dokter menengal pemuda itu yang memeluk putri saya. saya hanya takut jika setelah kepergian saya tidak ada yang menjaganya, ibunya sudah meninggal lima tahun yang lalu" kata ayah cahaya.


" Dia putra saya tuan, namanya rendra sepertinya mereka berteman" kata Nisa. " Bunda, jika tidak ada yang menjaganya biar rendra yang menjaganya. rendra akan menikahi cahaya sekarang" kata rendra, tanpa ragu.

__ADS_1


membuat mereka terkejut bahkan Nisa hampir terjatuh jika Dewi tidak memegangnya.


" sayang, apa kamu yakin dengan keputusanmu kalian masih sekolah" kata Naya, memegang pipi rendra. " Aunty tenang saja rendra sudah memutuskannya" kata rendra, memeluk Naya.


" Nisa, putramu sangat mirip dengan tuan Alex. kami seperti mengingat masalalu ketika tuan Alex menikahimu Nisa. padahal waktu itu om dan tante baru sembuh dari koma panjangnya walaupun sekarang keadaannya berbeda" kata bela.


" sayang sekali Bunda bicara kalian masih muda menikah itu bukan untuk bermain" kata Nisa. rendra menghampiri nisa dan memegang tangannya.


" Bunda , ayah pernah bilang jika kita mencintai seorang dengan tulus jangan pernah melepaskannya, seperti daddy tidak mau melepas mommy ketika nenek dan kakek masih sakit" kata rendra, tersenyum.


" kamu memang putra ayahmu" kata Nisa menampar pipi rendra secara pelan dan memeluknya." Revina hubungi ayahmu suruh dia kesini dalam sepuluh menit, katakan mommy memanggil" kata Nisa. Revina segera menghubungi Alex.


" Naya hubungi mommy dan daddy agar membuat sambutan kecil dikediaman hartawan, harus selesai dua jam" kata nisa. " baik kakak ipar kata naya, semangat.


" Dewi hubungi Ibu dan minta membawa cake yang cukup banyak ke kediaman hartwan" kata nisa. Dewi pun segera menghubungi lila .


" sayang dan teman cahaya , tolong dadani menantu mommy" kata nisa. dengan senangnya revina menarik cahaya ke ruangan nisa.


" dan untuk kalian berdua bantu putra aunty satu ini bersiap" kata nisa.mereka menuruti perkataan nisa. " dokter terima kasih telah menerima putri saya" kata ayah, dengan terharu. nisa menanggukan kepalanya.


kemudian nisa dan bella menyiapkan lainnya, bahkan mereka menghubungi butik langganan mereka.

__ADS_1


__ADS_2