
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Silih berganti para tamu undangan datang memberikan ucapan selamat pada sepasang pengantin baru yang merayakan pesta pernikahan mereka.
Meski pesta pernikahan ini begitu sederhana dengan tidak melibatkan banyak tamu undangan selain hanya keluarga dan juga rekan kerja, tetap saja pesta pernikahan yang terlihat sederhana ini begitu terkesan mewah.
Malam sudah semakin larut, namun hingga detik ini, para tamu undangan cukup banyak yang datang dengan silih berganti.
Andra dengan didampingi oleh istrinya Nadira masih menyambut dengan hangat ucapan selamat atas pernikahan mereka dari para tamu undangan yang masih berdatangan.
Namun meski begitu, tidak sedikit pula dari para tamu yang hadir itu sudah banyak yang memutuskan untuk kembali pulang.
" Sayang, apa kamu lelah? ". Seru Andra lembut pada istrinya.
" Hanya sedikit mas ". Sahut Nadira.
" Kalau begitu kamu istirahat saja dulu sayang, biar aku yang menemui tamu undangan yang masih ada ". Suruh Andra.
" Tidak mas, pesta pernikahan ini adalah pesta pernikahan kita berdua, bukan hanya pesta mas Andra seorang diri, jadi sampai pesta ini selesai, aku akan terus mendampingi mas Andra ". Sahut Nadira.
Andra pun tersenyum mendengar sahutan dari istrinya. Beruntungnya dirinya yang memiliki seorang istri begitu pengertian dan perhatian seperti Nadira.
Lalu Andra pun merengkuh bahu istrinya itu, meski di tempat ini masih terdapat banyak tamu undangan, Andra tak mempedulikannya, bisa merengkuh dan memeluk istrinya seperti ini sungguh membuat hatinya merasa tenang dan nyaman.
Sementara di posisi lain, nampak Firly dan juga Putri sedang duduk bersama di salah satu meja dan tempat duduk yang sudah tersedia. Sepasang kekasih itu nampak memperhatikan sahabat mereka yang begitu terlihat mesra di malam pesta pernikahannya.
" Baby ". Seru Firly.
" Iya mas ". Sahut Putri.
" Kita menikah juga yuk, aku sudah tidak sabar ingin meresmikan hubungan kita juga ". Ujar Firly.
" Ih mas, jangan terburu - buru, aku kan masih belum lulus kuliah ". Sahut Putri.
" Memangnya kenapa kalau masih belum lulus kuliah baby?, sahabatmu saja si Dira sudah menikah meski masih kuliah, terus kenapa kamu masih menunggu lulus kuliah jika ingin menikah? ". Sahut Firly.
" Kan beda orang mas, itu kan Dira bukan aku ". Sahut Putri.
Firly tak menyahut lagi ucapan kekasihnya. Memang benar beda orang. Bagaimana Nadira bisa secepat ini menikah dengan Andra sedangkan Andra sendirilah yang sudah memutuskan secara sepihak tentang pernikahan mereka. Jika dirinya melakukan hal yang sama seperti yang Andra lakukan, sangat tidak mungkin jika kekasihnya Putri akan mau menerimanya, bahkan yang ada Putri akan sangat marah padanya.
Sepertinya Firly harus lebih bisa bersabar dalam menjalalin hubungan dengan Putri. Dan untuk bisa meresmikan hubungannya dengan Putri dalam sebuah ikatan suci pernikahan, kemungkinan dirinya masih harus menunggu sekitar satu tahunan lagi. Iya, satu tahunan lagi, karena saat ini Putri masih berada di semester lima menuju semester enam dalam bangku kuliahnya.
Malam sudah semakin larut, para tamu undangan pun berangsur - angsur telah banyak yang meninggalkan gedung pesta pernikahan ini.
Sepanjang Nadira memperhatikan para tamu undangan yang sudah banyak berpulang, Nadira mencari di mana keberadaan putrinya Aida, hingga sesaat tak lama dari itu, Nadira pun melihat putrinya. Ternyata putrinya Aida sedang berada dalam gendongan bi Sari, ternyata putrinya Aida sudah tidur dalam gendongan bi Sari.
" Mas, aku mau ke bi Sari dulu ya, sepertinya putri kita sudah tidur, kasihan dia mas ". Seru Nadira.
" Ya Tuhan, iya, sayang, katakan pada bi Sari kalau sebaiknya dia dan putri kita segera pulang saja, tidak - tidak, kamu di sini saja sayang biar aku yang menemui bi Sari ". Tutur Andra.
" Tidak perlu mas, biar aku saja yang ke sana, lagipula aku ingin mencium Aida ". Sahut Nadira.
" Humm, ya sudahlah sayang ". Sahut Andra pada akhirnya.
__ADS_1
Nadira pun mulai beranjak dari posisinya, ia ingin segera menemui putri kecilnya itu, pasti Aida begitu sangat lelah karena seharian ini tidak tidur siang.
" Hey bro ". Seru Firly tiba - tiba dengan menepuk bahu Andra.
" Ya Tuhan, Fir, kamu membuatku terkejut saja ". Sentak Andra.
" Sorry - sorry bro, habisnya dari tadi kamunya nempel terus pada istrimu, jadi pas ada waktu kosong seperti ini, ya aku hampiri saja kamu, maklum, kan sekarang kamu sudah menikah, kapan lagi kita ada waktu bersama ". Ujar Firly.
" Gayamu Fir, seperti kamu yang sangat jarang datang ke rumah saja, kamu kan selalu datang semaunya ke rumahku ". Sahut Andra.
Firly hanya tersenyum mendengar jawaban dari sahabatnya, memang benar apa yang dikatakan oleh sahabatnya Andra. Namun yang sebenarnya bukan itu yang ingin dirinya sampaikan, sebenarnya dirinya mendekati Andra karena ingin menggodanya saja.
" Sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan denganku Fir?, ujung - ujungnya pasti tidak penting ". Seru Andra.
" Tidak, aku hanya ingin mengulang kembali serta menambah kalimatku ". Sahut Firly.
Andra pun menjadi mengernyit bingung dengan kalimat dari sahabatnya ini. Apa maksudnya dengan mengulang dan menambahkan kalimatnya.
" Kamu ini kalau bicara yang jelas Fir, jangan suka berbelit - belit ". Sahut Andra.
" Aku ingin mengatakan, selamat menempuh hidup baru, dan emm... selamat juga untuk si joni, akhirnya sebentar lagi dia akan bersenang - senang di rumahnya, kasihan dia sudah karatan karena sudah lama tidak dipakai hahahaha.... ".
" Firlyyy... ". Geram Andra.
Firly berlari begitu saja dengan meninggalkan sahabatnya Andra yang dilanda oleh rasa kesal. Bukan Firly namanya jika tak suka menggoda.
Sementara itu Nadira sudah berada di dekat putrinya Aida. Kasihan sekali putrinya ini, bahkan meski dirinya mengusap pipi mungilnya, Aida masih begitu sangat nyenyak dengan tidurnya.
Cup... cup... cup...
Dengan penuh kasih sayang Nadira mencium wajah mungil putrinya itu.
" Baik nona, iya, kalau begitu kami akan segera pulang ". Sahut bi Sari dengan tanpa penolakan.
Sesuai perintah dari tuan nya yang disuruh untuk pulang lebih awal, bi Sari pun akhirnya mulai beranjak dari tempat duduknya sebelum akhirnya menuju keluar untuk menemui pak Rahman.
" Dira ". Seru Putri dari arah belakang tubuh Nadira, entah semenjak kapan Putri berada di dekatnya.
" Iya Put, ada apa? ". Sahut Nadira.
Lalu Putri pun memeluk sahabatnya itu.
" Ada apa Put? ". Tanya Nadira.
" Tidak ada, hanya saja malam ini aku begitu sangat bahagia Dir, aku bahagia karena pada akhirnya kamu bisa hidup dengan pria yang tepat, yang nantinya akan selalu bisa memberikan kebahagiaan untukmu ". Sahut Putri dengan penuh rasa haru.
Bukan tanpa sebab Putri mengatakan hal ini, mengingat bagaimana kehidupan Nadira dari semenjak kecil, benar - benar sangat kurang dari rasa bahagia.
Sahabatnya ini sudah terlalu banyak menelan pahitnya kehidupan, dan sekarang sudah saatnya lah bagi sahabatnya ini bisa merasakan kebahagiaan untuk selamanya.
" Terima kasih Put ". Sahut Nadira.
" Eh, bicara soal bahagia karena sudah menikah lalu bagaimana untuk persiapan setelah ini? ". Sahut Putri.
" Persiapan setelah ini?, persiapan apa Put? ". Nadira menjadi bingung dengan maksud Putri.
__ADS_1
" Iya persiapan, persiapan untuk malam pertama hihihihi... ". Sahut Putri dengan cekikikan.
Mendengar godaan dari Putri, reflek membuat Nadira pun menjadi tersipu malu. Iya benar, bagaimana dengan malam pertamanya nanti.
" Dir, ingat loh, perawanmu itu sudah berada di masa tenggang, pasti disaat malam pertama nanti tuan Andra akan sangat terkejut, karena ternyata kamu masih perawan ". Goda Putri yang memang tiada habisnya.
" Dasar kamu Put ".
" Aaaaaaaa... ". Teriak Putri dengan begitu kencangnya.
Sontak saja semua orang yang masih ada di ruangan ini pun langsung menoleh ke arahnya. Putri dan Nadira malah menjadi pusat perhatian semua orang.
" Ah, aduh Dir, sakit ". Ringis Putri dengan memegangi pinggangnya.
Iya, Nadira merasa kesal dengan sahabatnya ini karena sudah menggodanya terlalu jauh. Karena begitu sangat kesal membuat Nadira pun langsung mencubit dengan keras pinggang Putri, alhasil seperti inilah jadinya.
" Ya Allah, Put, ada apa sih nak kenapa kamu sampai teriak seperti ini? ". Seru bu Dewi yang merasa khawatir.
" Tidak ada bu, biasalah bu kita bercanda tapi bercandanya melewati batas ". Sahut Putri.
" Heh, dasar kamu ini put ". Bu Dewi sudah tak habis pikir dengan tingkah putrinya yang satu ini.
" Sayang ".
" Baby ".
" Sayang ada apa?, kenapa Putri sampai teriak seperti itu?, kalian bertengkar? ". Seru Andra dengan mendekati istrinya.
" Tidak mas, tidak apa - apa ". Elak Nadira.
" Baby, apanya yang sakit?, apa sakit sekali?, kamu pasti usil pada Dira ya, jadinya Dira merasa kesal sama kamu? ". Ujar Firly.
Firly sangat yakin jika kekasihnya sudah berbuat ulah pada Nadira sehingga Nadira menjadi kesal padanya.
" Sayang, apa benar seperti itu?, kalian bertengkar?, jangan menutupi sesuatu apapun dariku sayang ". Seru Andra.
" Tidak mas, kami tidak bertengkar, emm kami berdua hanya bercanda saja, iya kan Put? ". Nadira berusaha untuk menutupi semuanya.
" Iya, benar tuan kami hanya bercanda ". Sahut Putri.
Merasa lega, itulah yang Andra rasakan. Andra hanya merasa khawatir jika istrinya Nadira dengan sahabatnya Putri tidak sampai bertengkar apalagi bertengkar hebat, pasalnya Putri tidak pernah berteriak apalagi sampai berteriak seperti ini, syukurlah jika keduanya hanya sekedar bercanda.
" Iya tuan, kami memang bercanda, tapi nanti malam, akan ada kejutan dari Dira untuk anda tuan Andra ". Lanjut Putri lalu setelah itu gadis itupun berpindah posisi untuk mencari tempat lain.
" Eh baby, mau kemana kamu? ". Seru Firly lalu ia pun mengikuti kekasihnya.
Sementara dalam hal ini, Andra malah menjadi bingung dengan maksud dari Putri. Kejutan, Nadira akan memberikannya kejutan, memangnya kejutan apa yang akan istrinya berikan untuknya.
" Emm mas, kita temui tamu lagi ya, kasihan itu tamunya ". Dengan terburu - buru Nadira pun mulai berpindah dari tempatnya.
" Sayang, tunggu, apa maksudnya dengan kejutan? ". Namun pertanyaan Andra malah tak disahuti oleh istrinya.
Nadira menghindari suaminya. Dirinya tak ingin jika suaminya sampai mengetahui yang sebenarnya dalam waktu ini. Biarkanlah apa yang menjadi pertanyaan suaminya itu akan terjawab ketika sudah tiba waktunya nanti.
Bersambung........
__ADS_1
πππππ
β€β€β€β€β€