Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Aku Akan Datang


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Sebuah kendaraan mewah yang memiliki roda empat itu telah kembali membelah jalanan di ibu kota yang beriringan dengan berbagai macam kendaraan lainnya.


Dua pasang sejoli itu memang telah siap semenjak tadi, namun sang pengemudi nampaknya memang sengaja membuat laju mobil mewahnya menjadi kurang cepat bahkan mungkin terbilang cukup pelan.


Sepanjang perjalanan menuju pulang, Nadira hanya diam dan tak mengeluarkan sepatah katapun seperti yang lainnya terutama seperti Putri dan juga Firly, sementara Andra sendiri semenjak dirinya masuk ke dalam mobil, tak ada sedikitpun niatnya untuk melepas rengkuhan lengan kiri kekarnya dari tubuh mungil Nadira, Andra benar - benar menjadi kekasih yang siap siaga.


" Mas, dari tadi mobilnya berjalan pelan, kapan sampainya ke rumah? ". Seru Putri yang sudah mulai merasa heran.


" Tenanglah baby, aku memang sengaja tidak melajukan mobilku cepat - cepat, aku hanya ingin menikmati perjalanan saja ". Sahut Firly.


Dan Putri hanya merasa biasa saja dengan sahutan Firly, ya tidak mengapa lah jika mobil Firly tak melaju cepat yang penting dirinya dan Nadira bisa sampai di rumahnya.


" Dira ". Panggil Firly.


" Kamu kenapa diam tadi, seharusnya kamu kan membalas ciuman Andra hahahaha... ". Ternyata Firly menggoda Nadira.


" Kamu tidak capek bicara dari tadi Fir, sudah, fokuslah menyetir ". Protes Andra.


" Hihihihi... katakan saja kalau kamu tidak ingin yang tadi dibahas kan Dra hahahaha... ". Firly masih tetap meledek.


" Dasar kamu ini Fir, sudah fokus saja menyetir ". Andra sudah benar - benar kesal dengan tingkah Firly.


" Hahahaha... santai bro, jangan marah begitu, lagipula aku bicara pada Dira, bukan padamu... ".


" Dan Dira, kenapa setelah dicium Andra kamu jadi malu begitu, lucu kamu ya, hal seperti itukan sudah biasa kamu lakukan? ". Entah sampai kapan Firly akan terus bicara.


Putri yang mendengar ocehan Firly yang tiada henti inipun sudah merasa begitu geram, hingga akhirnya Putri pun ingin mencubit paha Firly.


" Aaaaa... ". Teriak Firly.


" Aduh baby sakit... kenapa kamu mencubit ku? ". Seru Firly yang begitu sangat kesakitan.


" Habisnya kamu ada - ada saja yang ditanyakan mas, tidak ada yang lainnya apa yang ingin ditanyakan, ya iyalah Dira merasa malu, kan Dira masih su... ".


Dengan spontan Nadira pun langsung membekap mulut Putri, ia merasa takut jika Putri sampai menceritakan semua kebenarannya saat ini juga, tidak, ini belum waktunya, Nadira tidak ingin itu semua bisa diketahui begitu saja.

__ADS_1


" Dira apa? ". Tanya Andra.


" Tidak mas, tidak ada ". Sahut Nadira.


Nadira menjadi semakin takut, bagaimana jika Andra sampai mengetahui semuanya, dan Andra pun mulai menarik bekapan tangan Nadira dari mulut Putri.


" Tidak, aku yakin pasti ada sesuatu yang kalian sembunyikan, dan Dira, kamu sudah dua kali ini sayang membekap mulut Putri, sebenarnya ada apa, kamu ada masalah, jika ada masalah cerita padaku sayang ". Cecar Andra dengan segala pertanyaannya.


Andra merasa yakin, benar - benar sangat yakin jika Nadira telah menyembunyikan sesuatu darinya, dan kali ini dirinya harus tahu apa yang sudah disembunyikan itu.


" Iya benar, ini sudah yang kedua kalinya kalian seperti ini, memangnya kalian ada rahasia apa sih, memangnya kalian tidak percaya pada kita, ayo ceritakan saja ". Ujar Firly juga.


Nadira menjadi gugup, bagaimana ini, kali ini dirinya seolah tak bisa mengelak lagi, tapi harus bagaimana, tidak mungkin jika sesuatu yang selama ini dirinya rahasiakan malah harus terbongkar dengan secepat ini.


" Baiklah - baiklah, aku akan katakan yang sebenarnya ". Sahut Putri pada akhirnya.


Deg...


Deg... deg... deg... deg... mendadak detak jantung Nadira berdetak dengan lebih kencang.


" Jadi begini, kenapa sih Dira itu sampai melakukan itu, karena Dira tidak ingin jika orang lain sampai tahu kalau Dira itu sangat pemalu, iya betul pemalu ".


" Benar hanya itu? ". Seru Andra lagi dengan melirik Nadira dan juga Putri.


" Benar tuan, kan tuan Andra tahu sendiri kalau Dira memang sangat pemalu maklum lah tuan, Dira ini sewaktu masih tinggal di kampung kan banyak menghabiskan waktu di rumah, Dira masih belum terbiasa dengan kehidupan orang - orang kota ". Sahut Putri lagi.


Entah dari mana Putri mendapatkan kebohongan ini, Putri sadar jika apa yang dilakukannya adalah salah.


Sebenarnya Andra masih belum mempercayai semua yang dijelaskan, namun ya sudahlah, yang penting apa yang disembunyikan oleh mereka bukanlah hal yang serius.


Melihat adanya perubahan dari raut wajah Andra, membuat Nadira menjadi bisa bernafas lega, hampir saja semuanya terbongkar, dan untungnya sahabatnya Putri memiliki banyak akal sehingga Putri pun bisa memberikan alasan untuk menutupi semuanya.


Merasa sudah cukup lama berkendara di jalanan, Firly pun memilih untuk mempercepat laju mobilnya, rasanya akan sangat membuang waktu jika tak dipercepat.


*****


Sang waktu masih terus berjalan dengan segala kenangan yang telah dilalui, sudah sekitar satu minggu lamanya gadis kecil yang setiap harinya selalu diasuh oleh wanita yang telah hampir memasuki usia lima puluh tahun ini sudah tak bertemu lagi dengan sang bunda.


Rindu?... itu sudah pasti, namun seperti yang dikatakan oleh daddy nya jika bunda nya masihlah membutuhkan waktu untuk beristirahat.

__ADS_1


Namun inikan sudah satu minggu, pastilah kondisi bunda nya sudah membaik, dan hal itu membuatnya ingin segera menemui bunda nya.


Ceklek...


Si kecil Aida pun membuka pintu kamar daddy nya.


" Daddy... daddy... ". Teriaknya dengan berlari menuju ke arah sang daddy.


" Sayang, kamu sudah rapi ". Sahut Andra lalu pria berusia matang itupun mulai meraih tubuh mungil putrinya dan membawanya ke dalam gendongnya.


Cup... cup... Andra pun menciumi kedua pipi gembul putrinya.


" Daddy, Aida mau beltemu bunda, Aida lindu bunda daddy ". Seru Aida yang sedikit merengek.


" Jadi ini kenapa putri daddy sudah rapi dan harum seperti ini, karena ingin bertemu bunda hum? ". Sahut Andra.


" Iya daddy, Aida mau beltemu bunda, pasti bunda sudah sembuh, antal Aida sekalang yang daddy ke lumah bunda ". Pintanya.


Aida sudah benar - benar tak sabar ingin bertemu bunda nya.


" Baiklah sayangnya daddy, sekarang kita ke rumah bunda mu ". Sahut Andra pada akhirnya.


" Yeay asyiiik... ". Pekik Aida senang dengan begitu kegirangan.


Andra sangat tahu jika putrinya Aida begitu sangat merindukan Nadira, apalagi ini sudah lebih dari satu minggu putrinya tak bertemu, pastilah kerinduan itu tak bisa putrinya bendung lagi.


Dengan masih menggendong tubuh mungil sang putri, Andra pun mulai menuju halaman rumahnya.


Drtt... drtt... drtt...


Namun masih belum sampai berada di teras rumah, Andra pun seolah dikejutkan dengan getaran handphone miliknya yang ada di saku celananya, hingga akhirnya ia pun memilih untuk merogoh handphone nya itu.


" Hai manusia kulkas, aku akan datang ". Itulah sebuah pesan yang terkirim ke whatsapp nya.


" Siapa ini, kenapa mengirim pesan seperti ini? ". Batin Andra yang merasa bingung.


Bersambung..........


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€β€β€β€β€

__ADS_1


❀❀❀❀❀


__ADS_2