Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Anak Nadira


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


" Dira, kenapa kamu tidak menyahuti sapaan ku, kamu masih kesal padaku? ". Tanya Celine.


Entah apa maksud Celine bertanya seperti ini, apa mungkin masih ingin menjatuhkan Nadira. Mungkin Celine masih ingin menunjukkan jika Nadira adalah wanita yang pendendam sehingga wajarlah jika Nadira sampai tak bersikap ramah pada orang yang pernah bermasalah dengannya.


Nadira sendiri bukannya tak mau menanggapi sapaan Celine. Sebenarnya ia mau untuk menyahuti sapaan dari Celine, hanya saja setelah dirinya melihat bagaimana kekasihnya Andra digandeng dengan begitu mesranya oleh Celine benar - benar membuat perasaannya merasa tidak sanggup jika harus menanggapinya.


Saat ini Nadira memang tak mampu untuk bersuara, karena ia berusaha untuk menjaga agar dirinya tak menangis.


Nadira lebih memilih untuk diam dengan sikap dan rautnya di sengaja dibuat biasa, hal ini memang sengaja dirinya lakukan karena jika sampai dirinya menyahuti nya sudah pasti bersamaan dengan itu pula air matanya akan terjatuh.


Inilah yang tidak banyak orang ketahui dari kerapuhan hati seorang Nadira. Untuk menyembunyikan kesedihannya sudah menjadi hal yang biasa bagi Nadira menangis dengan sembunyi - sembunyi tanpa sepengetahuan siapapun.


Namun ada kalanya di mana dirinya tak mampu untuk merespon seseorang lantaran karena apabila dirinya meresponnya sudah pasti bersamaan dengan itu pula air matanya akan terjatuh. Jadi saat ini Nadira memang lebih memilih untuk tak menjawab pertanyaan Celine karena dirinya tidak ingin sampai menangis di depan Andra. Memang ini terasa begitu menyakitkan, namun dirinya harus tetap kuat.


" Jadi kamu masih kesal padaku Dira?, iya seperti itukah?, ya Tuhan, Dira, kenapa kamu sampai sebegitu kesalnya sih denganku?, apa aku begitu sangat buruk di matamu sampai kamu membenciku ". Seru Celine.


Entah drama apalagi yang dimainkan oleh Celine, nampaknya ia tak henti - hentinya ingin menjatuhkan Nadira di depan Andra.


Namun Nadira sudah tidak mempedulikan hal itu. Mau seperti apapun sikap dan usaha Celine untuk menjatuhkannya, Nadira sudah sama sekali tidak mempedulikan nya.


" Andra, coba kamu lihat bagaimana sikap Dira padaku, dia masih kesal Dra, sepertinya Dira masih belum bisa memaafkan ku ". Seru Celine dengan sedikit merengek manja pada Andra.


Andra tak menyahuti rengekan Celine, dirinya saat ini masih terfokus sedang menatap wajah kekasihnya. Rindu, itulah yang Andra rasakan.


" Andra, kenapa kamu tidak menjawab ku?, ayo lakukan sesuatu ". Seru Celine lagi bahkan ia sampai menggoyangkan lengan kekar Andra.


" Bunda, uti ini cama om ini capah?, telus, uti na dak bica diam, bicala telus ". Seru si kecil Alvin pada akhirnya setelah sekian lama bocah kecil itu diam dan menjadi pemerhati.


Terkejut... itulah yang dirasakan oleh Andra dan juga Celine.


Andra yang mendengar bocah kecil laki - laki ini yang memanggil Nadira dengan sebutan bunda begitu sangat tersentak.


Apa maksud dari anak kecil ini yang memanggil kekasihnya dengan sebutan bunda, apakah anak kecil laki - laki ini adalah anaknya Nadira. Pertanyaan ini mendadak memenuhi isi kepala Andra dengan begitu saja.


" Bunda, tata na tita mau matan di lesto, tapan tita mau matan na? ". Seru si kecil Alvin pada bunda nya.

__ADS_1


" Eh... i-iya, baiklah sayang, ayo kalau kita mau makan ". Sahut Nadira dengan tergagap.


" Tunggu dulu - tunggu dulu, apa ini maksudnya?, Dira, kenapa anak kecil ini memanggilmu dengan sebutan bunda?, memangnya dia anakmu? ". Tanya Celine.


Celine begitu sangat penasaran setelah mendengar pernyataan dari bocah kecil ini. Apakah dirinya tidak salah mendengar, bocah kecil ini memanggil Nadira dengan sebutan bunda. Apakah Nadira sudah memiliki seorang anak, itulah yang membuat Celine begitu sangat penasaran.


Nadira kembali tak menyahuti pertanyaan Celine, malah gadis cantik itu mulai membawa tubuh mungil putranya ke dalam gendongannya.


" Ayo sayang, kalau kita mau makan di resto ". Seru Nadira pada akhirnya setelah cukup lama ia tak bersuara.


" Dira, kamu masih belum menjawab pertanyaan ku, siapa anak kecil ini, apa dia anakmu? ". Tanya Celine lagi.


" Iya, dia adalah putraku ". Sahut Nadira dengan sikapnya yang nampak yakin.


Deg...


" Apa?... anakmu?... kamu sudah punya anak?... ". Pekik Celine.


Celine begitu sangat terkejut bukan main. Celine memang penasaran akan siapakah anak kecil ini, namun dirinya juga tak habis pikir dan begitu sangat tak percaya dengan apa yang didengarnya.


Jadi benar, jika anak ini memanglah anak Nadira, jadi Nadira sudah memiliki seorang anak, tapi bagaimana bisa, bukankah Nadira adalah kekasih Andra, tidak mungkin kan jika Andra menjalin hubungan dengan wanita yang sudah bersuami.


Nadira sama sekali tak merasa ragu apalagi sampai merasa malu jika harus mengakui Alvin sebagai putranya.


" Ya Tuhan - ya Tuhan, aku jadi sangat bingung, jangan katakan kalau kalian ini selingkuh, iya?, kalian selingkuh ya? ". Celine sudah benar - benar tak habis pikir dengan semua ini.


" Andra, kenapa kamu hanya diam saja, jadi benar jika kamu sudah selingkuh dengan istri orang? ". Celine masih tak hentinya bertanya.


Tak ada sepatah katapun yang keluar dari kedua belah bibir Andra. Pria dingin ini benar - benar menunjukkan sikap dinginnya. Dan sikap dinginnya ini adalah sikap yang pernah Nadira rasakan disaat Nadira datang untuk pertama kali ke kampusnya. Sedingin kulkas, itulah sosok yang menggambarkan Andra saat ini.


" Saya dengan mas Andra tidak selingkuh mbak ". Seru Nadira.


Celine pun langsung menoleh ke arah Nadira. Padahal jika memang benar Andra telah berselingkuh dengan Nadira yang statusnya sebagai istri orang, maka ini akan menjadi hal yang bagus baginya, karena dengan seperti ini ada jalan baginya untuk bisa merebut Andra.


Singkatnya daripada Andra berselingkuh dengan istri seseorang lebih baik Andra menjalin hubungan dengan dirinya saja, yang statusnya jelas - jelas masih single.


" Jika memang benar kamu dan Andra tidak berselingkuh, terus kenapa Andra sampai menjalin hubungan dengan wanita yang sudah punya anak seperti kamu, itu artinya Andra sudah berselingkuh dengan istri orang ".


" Dan kamu Dira, kamu ini benar - benar tidak punya hati ya, jelas - jelas sudah punya suami dan juga anak, bisa - bisanya kamu selingkuh dengan laki - laki lain ". Celine mencecar Nadira dengan segala pernyataannya yang sebenarnya belum tentu benar.

__ADS_1


" Saya dengan mas Andra tidak selingkuh, mungkin mbak Celine masih belum tahu tentang saya, sebenarnya saya ini seorang janda beranak satu ".


Deg...


" Jadi saya tidak selingkuh dengan laki - laki lain, apalagi sampai selingkuh dengan mas Andra ". Jelas Nadira.


" Apa?... ja-janda?... jadi kamu seorang janda? ". Celine begitu sangat terkejut setelah mendengarnya.


" Iya, saya memang seorang janda, dan anak kecil ini adalah putra saya ". Jelas Nadira lagi.


Dan akhirnya jawaban yang diinginkan oleh Andra pun terjawab sudah. Inilah jawaban yang ingin Andra dengar, pengakuan langsung dari Nadira tentang praduga nya. Kebenaran akan sosok anak kecil yang memang benar anak kandung Nadira.


Bukan karena Andra tak mau membela Nadira dan membiarkan Celine menuduhnya dengan ucapannya yang sama sekali tidak benar adanya, hanya saja Andra begitu sangat ingin tahu tentang bagaimana jawaban Nadira soal kebenaran dari seorang bocah kecil yang saat ini sedang bersamanya.


Dan sekarang Andra pun sudah mengetahui jawabannya, dan ternyata benar jika anak kecil laki - laki ini memanglah anak Nadira.


Dan setelah mendengar semua jawaban dari Nadira, membuat Celine baru menyadarinya sekarang. Celine sudah menyadari jika sedari tadi sikapnya begitu menohok pada Nadira, dan hal ini pasti tidak akan luput dari perhatian Andra.


" Aduh Celine kamu ini bagaimana sih, apa kamu lupa jika saat ini kamu sedang berpura - pura, seharusnya kamu lebih menunjukkan sikap simpatimu pada Dira, bukan malah membahas statusnya ". Batin Celine yang merutuki sikapnya sendiri.


" Emm... aduh, kasihan sekali ya kamu Dira, kamu yang sabar ya, pasti ini berat untuk kamu ". Sahut Celine tiba - tiba dengan menunjukkan sikap keprihatinannya.


Ya, Celine masih belum mengetahui jika Nadira adalah seorang janda.


Merasa sudah tak perlu ada yang disampaikan lagi, sepertinya tak perlu ada alasan bagi Nadira dan juga putranya untuk terus berada di dekat kedua orang ini.


Entah apa yang terjadi pada Andra, namun dari sikap diamnya ini telah membuat Nadira mengambil kesimpulan jika Andra sama sekali sudah tidak mempedulikan nya. Hal itu terlihat dari tidak adanya usaha dari Andra yang berusaha untuk menjelaskan jika semua tuduhan Celine padanya tidaklah benar.


" Ayo sayang kalau kita mau makan di resto ". Ajak Nadira pada putranya.


" Ayo bunda, tita matan di lesto, Alpin cudah tidak cabal mau matan ". Sahut Alvin dengan sikap keinginan nya.


Dengan tanpa mempedulikan dua orang di depannya yang saat ini masih memperhatikan dirinya dan juga putranya, Nadira pun akhirnya melangkah pergi dari dekat mereka.


Nadira dan putranya pergi dengan tanpa mempedulikan mereka lagi. Rasa sakit di hati Nadira masihlah membara, namun Nadira sama sekali tak mau jika harus memperlihatkan rasa sakitnya ini.


Bersambung.........


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


❀❀❀❀❀


__ADS_2