Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Tidur Bersama


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Sebuah ruangan khusus perawatan VVIP dengan nuansa serba putih telah hampir memenuhi dalam setiap pandangan seorang gadis yang saat ini tengah berbaring di atas ranjang perawatan.


Sepanjang dirinya memandang, hanya warna itulah yang hampir memenuhi ruangan ini, sebuah ruangan khusus di mana dirinya dirawat.


Akibat terjadinya sebuah kecelakaan kecil yang tak bisa dihindari membuatnya harus dibaringkan di sebuah ruangan perawatan yang terbilang sangat mewah yang dijadikan tempat untuk merawat dirinya, padahal menurutnya luka yang dialaminya tidaklah begitu berat, namun dirinya diperlakukan layaknya seseorang yang harus mendapatkan perawatan yang begitu teramat sangat serius dengan segala kesiagaan yang ada.


Ya, setelah kejadian naas yang menimpa Nadira saat berada di hutan, Andra yang tak lain adalah kekasihnya langsung melarikan dirinya ke rumah sakit miliknya.


Sesuai keinginannya, Andra akan menyuruh sang dokter kepercayaan rumah sakitnya untuk memberikan perawatan terbaik untuk kekasihnya Nadira.


Semuanya memang nampak terkesan berlebihan, namun bukan Andra namanya jika ketika menginginkan sesuatu haruslah mencapai kesempurnaan.


" Bagaimana, pacarku baik - baik saja kan? ". Seru Andra pada dokter kepercayaannya.


" Iya, kondisinya sudah membaik Dra, kamu tidak perlu khawatir, jika dia rutin meminum obat dan juga mengoleskan obat luka khusus yang sudah disiapkan, kemungkinan sekitar dua minggu lagi lukanya sudah sembuh ". Sahut sang dokter yang tak lain adalah teman Andra sendiri.


Ya, dialah Daniel Fadly, salah satu dokter ahli spesialis penyakit dalam dan merupakan salah satu dokter terbaik di rumah sakit milik Andra.


Sosoknya yang begitu sangat pintar, bisa diandalkan serta ramah pada semua pasiennya, membuat Daniel begitu sangat disukai dan disenangi oleh semua orang, baik itu dari kalangan dokter dan staff rumah sakit serta pasien - pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit ini.


" Jadi kamu tidak perlu khawatir Dra, kondisi pacarmu akan segera membaik asalkan mengikuti semua saran untuk penyembuhan dari kami ". Tambah Daniel lagi.


" Huumm, baiklah terima kasih ". Sahut Andra.


" Baiklah, kalau begitu aku akan kembali ke ruangan ku ". Pamit Daniel sebelum ia benar - benar pergi.


" Iya, silakan saja ". Sahut Andra.


Dan setelah semua tindakan pertama telah Daniel dan seorang suster selesai, mereka berdua pun akhirnya keluar dari ruangan perawatan khusus itu dan kembali ke ruangan mereka untuk kembali melanjutkan tugasnya yang lain.


Dan kini, di ruangan perawatan ini, hanya menyisakan Andra dengan Nadira sang kekasih yang terbaring di atas ranjang empuk nan lebar itu.


Andra si pria tampan itu hampir tak pernah henti memandang wajah kekasihnya, kekasih?... iya, kekasihnya, Nadira sudah benar - benar kembali menjadi kekasihnya.


Hatinya yang penuh rasa cinta namun saat ini dihiasi dengan rasa sedih membuat Andra ingin mengelus kening hingga helaian anak rambut milik Nadira.


Andra pun mengelus kening Nadira hingga ke helaian anak rambutnya, inilah yang sebenarnya ingin dirinya lakukan dulu, namun sayang, karena keegoisan nya sendiri membuatnya tak bisa melakukan apa yang dilakukannya seperti saat sekarang ini.


" Mas, apa ini tidak berlebihan? ". Seru Nadira dengan menatap wajah Andra.


" Berlebihan apanya sih sayang? ". Sahut Andra, Andra merasa bingung dengan pertanyaan Nadira.


" Ya berlebihan, aku kan hanya mengalami luka kecil, dan itupun hanya di bagian kaki, rasanya sangat berlebihan saja jika aku sampai dirawat dengan fasilitas rumah sakit yang sebagus ini ". Sahutnya.


Entah apakah memang karena Nadira yang terbiasa hidup sederhana atau mungkin memang Andra lah yang begitu sangat mengkhawatirkan nya, namun yang pasti Nadira sangat merasa jika Andra terlalu berlebihan dalam memperhatikannya.


" Ini sama sekali tidak berlebihan sayang, kamu itu pacarku, pemilik rumah sakit ini, jadi mereka harus memperlakukan mu dengan baik, aku tidak mau kamu merasakan sakit lagi, aku ingin kamu cepat sembuh sayang ". Tutur Andra yang memberikan penjelasannya.


Mendengar sahutan dari Andra, seketika itu membuat hati Nadira menjadi begitu tersentuh, Nadira tak pernah menyangka jika Andra akan sampai memperlakukan nya seperti ini, untuk sejenak Nadira merasa sangat beruntung, Nadira merasa sangat beruntung karena memiliki seorang kekasih yang begitu sangat perhatian hingga seperti ini pada dirinya.

__ADS_1


" Terima kasih ya mas ". Serunya dengan tersenyum.


Cup... namun Andra malah membalas ucapan terima kasih Nadira dengan mencium keningnya.


Ya, memang seperti inilah Andra, suka melakukan hal yang disukai hatinya. Di luar sana memang banyak menilai Andra sebagai sosok yang dingin, tapi sebenarnya Andra adalah sosok yang begitu sangat penyayang terhadap orang - orang yang begitu berharga dalam hidupnya.


*****


Malam pun telah menyelimuti, perjalanan pulang menuju rumahnya akhirnya telah usai. Berkendara dari lokasi hutan tempat di mana dirinya berkemah dan menuju untuk pulang, memang benar - benar cukup memakan waktu.


Dengan diantar oleh kekasihnya Firly, Putri pun sudah sampai di halaman rumahnya, dan ternyata ibunya sudah menunggunya di luar.


Hal ini sudah Putri duga sebelumnya, pasti ibunya ini akan begitu sangat khawatir, apalagi setelah mendengar kabar jika Nadira terluka pastilah ibunya merasa begitu sangat khawatir.


" Assalamualaikum bu ". Seru Putri kala dirinya sudah turun dari dalam mobil Firly dan mendekati ibunya.


" Waalaikumsalam, Ya Allah, akhirnya kamu pulang juga nak, Dira bagaimana keadaannya ". Sahut bu Dewi yang sudah begitu sangat khawatir.


Lalu Putri pun mencium punggung tangan ibunya terlebih dahulu begitupun dengan Firly yang ikut melakukan hal yang sama seperti Putri.


" Put, bagaimana keadaan Dira, Dira baik - baik saja kan nak? ". Seru bu Dewi lagi.


" Putri juga belum tahu bagaimana kondisi Dira saat ini bu, karena Putri tidak ikut ke rumah sakit, tapi Dira sudah menghubungi Putri tadi, katanya dia sudah baik - baik saja dan lukanya sudah mendapatkan perawatan ". Sahut Putri dengan segala penjelasannya.


" Kata Dira, ibu tidak perlu khawatir ". Imbuh Putri lagi.


Mendengar sahutan Putrinya, seketika itu membuat bu Dewi menjadi cukup bernafas lega, meski dirinya tak melihat keadaan Nadira secara langsung, namun dengan adanya kabar jika keadaan Nadira sudah membaik membuat bu Dewi pun sudah merasa cukup tenang, setidaknya Nadira sudah dirawat dengan baik.


" Ya sudah baby, ini sudah malam, kamu harus beristirahat... bu, saya sudah mau pulang ". Seru Firly pada akhirnya.


" Ya sudah baby, aku mau pulang, kamu istirahat ya ". Seru Firly lagi.


" Iya mas ". Sahut Putri.


Firly sebenarnya masih ingin berbicara lebih banyak dengan Putri, namun setelah melihat keadaan bu Dewi yang nampak begitu sangat khawatir, Firly pun memutuskan untuk lebih baik kembali saja ke rumahnya.


Memang alangkah lebih baik seperti ini, kekasihnya Putri pasti membutuhkan waktu untuk berbicara bedua dengan ibunya.


*****


Jika Putri bersama sang ibu sudah mulai akan beristirahat lantaran waktu sudah cukup larut malam, maka hal yang tak berbeda jauh pun juga akan Nadira lakukan.


Malam yang sudah cukup larut ini, telah membuat kedua kelopak mata Nadira menjadi terasa begitu berat, Nadira sudah mulai mengantuk, dengan separuh bagian tubuhnya yang sudah tertutup selimut, Nadira pun sudah mulai akan memejamkan kedua kelopak matanya.


Sementara Andra sendiri, pria itu tengah duduk di sebuah sofa panjang, Andra memperhatikan Nadira yang nampaknya sudah tak bisa menahan rasa kantuknya lagi.


Andra merasa senang sekaligus merasa gemas dengan tingkah Nadira, dalam pandangannya Nadira nampak terlihat lucu ketika sudah akan tidur seperti ini. Apa yang Andra lihat pada malam ini adalah untuk pertama kalinya.


Merasa Nadira sudah tertidur, Andra pun berinisiatif untuk tidur juga, namun di manakah Andra akan tidur, mengapa ia malah berpindah dari sofa.


Nadira memang telah tertidur, namun entah mengapa dirinya seperti merasakan kasurnya yang bergerak, hingga dari hal itulah membuat kedua kelopak matanya yang awalnya terpejam mendadak menjadi terbuka.


Deg...

__ADS_1


" Mas... ". Pekiknya.


Nadira langsung terkejut dibuatnya, Nadira begitu sangat terkejut karena hal tak terduga telah terjadi.


" Mas, apa yang mas Andra lakukan? ". Serunya yang begitu ketakutan.


" Ya mau tidur lah sayang, memangnya mau apalagi? ". Sahut Andra dengan begitu santainya.


" Tapi kenapa mas Andra tidur di sini? ". Sahutnya yang masih begitu terkejut.


Ya, tanpa sepengetahuan Nadira, ternyata Andra sudah merebahkan tubuhnya di kasur yang sama dengannya, Andra tidur satu ranjang dengan Nadira, tentulah Nadira begitu sangat terkejut setelah mengetahui hal ini.


" Sudahlah sayang, kamu tidak perlu khawatir begitu, kasur ini kan lebar, jadi tidak mungkin dekat - dekat dengan mu ". Sahutnya.


" Tapi mas, kita ini kan belum menikah, kita tidak boleh tidur satu ranjang begini ". Sahut Nadira yang terus memprotes.


" Sudahlah sayang, kamu tidak perlu khawatir, kalau sampai aku melakukan sesuatu yang lebih padamu, itu mudah, ya tinggal aku nikahi saja kamu ".


Deg....


" Mas... ". Pekik Nadira.


Nadira sungguh sangat tak habis pikir pada Andra, bisa - bisanya Andra mengatakan hal semacam itu tanpa merasa bersalah sedikitpun, ia dengan begitu entengnya mengatakan hal itu.


" Mas, jangan tidur di sini, mas Andra tidur di sofa saja, sana, mas Andra tidur di sofa, kita tidak boleh begini mas, kita belum menikah ". Seru Nadira lagi bahkan dengan mendorong - dorong lengan kekar Andra agar ia mau turun dari ranjang kasurnya.


" Sayang, aku tidak main - main, kalau kamu bersikeras agar aku tidur di sofa, aku akan benar peluk kamu dan kita tidur bersama sekarang ". Sahut Andra pada akhirnya.


Dan benar saja, seketika itu Nadira langsung menghentikan aksinya, Nadira kali ini benar - benar merasa takut, ia tak ingin jika Andra benar melakukan seperti apa yang dikatakannya.


Dengan perasaan takut yang bercampur aduk dengan rasa kesal Nadira pun akhirnya memilih untuk tidur saja dengan memunggungi Andra, iya, memang hanya inilah yang bisa dirinya lakukan.


Andra yang mendapati sikap pasrah Nadira menjadi tersenyum, ternyata ancamannya yang hanya pura - pura itu telah berhasil membuat Nadira tak berulah lagi, ternyata tidak sulit untuk menjinakkan Nadira jika dalam keadaan seperti ini.


Hening...


Tak ada lagi suara ribut di ruangan perawatan ini. Andra masih belum terlelap, pria itu hanya berpura-pura menutup kedua kelopak matanya saja.


Dan saat ini bisa Andra dengar dengan jelas adanya dengkuran halus dari Nadira, dan hal itu sudah menunjukkan jika Nadira sudah benar - benar terlelap dalam tidurnya.


Merasa sudah aman, dengan perlahan Andra pun mulai mendekati tubuh Nadira yang sedang memunggungi nya, entah apa yang ingin dilakukan olehnya.


Hingga akhirnya, tubuh mereka berdua pun benar - benar hampir tak terhalang oleh jarak.


Dan ternyata, Andra memeluk tubuh mungil Nadira dari belakang, sungguh tak pernah diduga jika Andra akan menggunakan kesempatan ini.


Andra tidur bersama dengan Nadira, ia memeluk hangat tubuh mungil itu.


" Dasar kamu ini sayang, sok - sokan tidak mau tidur dengan ku karena masih belum menikah, seperti kamu yang tidak pernah tidur dengan pria saja ". Batin Andra.


Ternyata, malam ini, telah Andra pergunakan untuk lebih dekat dengan kekasihnya, oh tidak, lebih tepatnya Andra menggunakan kesempatan ini karena hanya keadaan inilah yang membuatnya bisa bersama Nadira dengan lebih dekat lagi.


Bersambung.........

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€β€β€β€β€


🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2