
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Malam indah yang nampak tak terlalu larut ini terasa menyelimuti indahnya jalanan di ibu kota, di bawah naungan malam yang indah ini, mobil mewah itu sedang melaju membelah jalanan yang indah itu.
Kini, di dalam mobil mewah yang sedang dalam perjalanan mengantar ini, dua sejoli bersama putri mereka sedang berada.
Si kecil Aida masih setia berada di pangkuan bunda nya, seolah tak ingin lepas, gadis kecil itu masih terus duduk bersandar menghadap ke arah bunda nya. Aida masih merengkuh tubuh bunda nya itu, begitu juga dengan sang bunda Nadira, juga setia masih memeluknya.
" Bunda ". Seru Aida dengan sedikit mendongakkan wajahnya.
" Iya sayang ". Sahut Nadira lembut.
" Aida sangat bahagia sekali, apa bunda tahu kenapa Aida bisa sangat bahagia? ". Sahut Aida yang mengadu.
" Kenapa itu sayang?, coba ceritakan pada bunda ". Sahut Nadira yang sengaja membuat dirinya dibuat penasaran.
" Aida bahagia kalna sebental lagi bunda mau menikah sama daddy, jadi bunda akan tinggal di lumal dengan Aida, Aida senang sekali ". Ungkap Aida.
Sebegitu sederhananya pemikiran seorang gadis kecil seperti Aida, cukup hanya dengan sang bunda yang menikah dengan daddy nya lalu dengan pernikahan itu akan membuat mereka tinggal bersama.
Memang tidak ada yang salah dengan pemikiran sederhana dari seorang gadis kecil seperti Aida, namun yang menjadi persoalannya adalah, apakah pernikahan itu akan benar - benar terjadi, dan bagaimana dengan dua orang yang sudah dianggap akan menikah, sedangkan perasaan salah satunya masih belum sembuh dari rasa terlukanya.
Lalu, pria tampan yang sedari tadi masih setia menyetir mobilnya itu, sedikit mengarahkan pandangannya pada sosok yang masih memangku putri kecilnya.
Dalam sejenak Andra menatap Nadira, sebelum akhirnya ia mengarahkan pandangannya kembali ke arah jalanan.
" Maafkan aku sayang, pasti saat ini kamu merasa bingung, tapi jika tidak seperti ini, sangat besar kemungkinan jika kamu akan menolak ku ". Batin Andra.
" Bunda ". Seru Aida lagi.
" Iya sayang ". Sahut Nadira lembut dengan memandang wajah putrinya.
" Bunda sayang tidak dengan Aida? ". Seru Aida pada akhirnya.
Deg... seketika itu dada Andra terasa begitu bergemuruh.
" Sayang, kok Aida bertanya seperti itu sih nak?, tentu bunda menyayangi Aida, bahkan bunda sangat sayang sekali dengan Aida ". Sahut Nadira dengan tulus.
Nadira tak mengerti mengapa tiba - tiba putrinya Aida menanyakan hal seperti ini, bisa Nadira lihat dengan jelas saat ini jika ada sedikit raut takut kehilangan dari putri kecilnya ini, padahal baru saja putrinya tersenyum bahagia, menyadari akan hal itu, membuat Nadira mulai merengkuh tubuh mungil putrinya.
" Sayang, katakan pada bunda, kenapa Aida bisa bicara seperti itu, apa sayangnya bunda ini mengira jika bunda akan meninggalkan Aida hem? ". Tanya Nadira balik.
" Bukan sepelti itu bunda, hanya saja... Aida takut kehilangan bunda, Aida mau selamanya bunda tetap jadi mommy nya Aida ". Sahut Aida dengan segala curhatan hatinya.
Cup... cup...
Ciuman - ciuman rasa sayang itu Nadira sematkan di pucuk kepala putrinya, hati Nadira terasa begitu teriris mendengarkan ungkapan rasa takut kehilangan dari putrinya Aida.
Apa putrinya bisa memiliki perasaan seperti ini karena sering dikucilkan oleh teman - temannya.
Semenjak Nadira pertama kali melihat Aida di taman, semenjak itu pula, Nadira telah jatuh cinta pada Aida.
" Bunda akan memberikanmu kasih sayang seorang ibu sayang, bunda sangat menyayangimu ". Batin Nadira.
Menyaksikan ini semua, membuat hati Andra dibuat seolah menghangat dan begitu terharu, Andra begitu sangat tersentuh dengan kasih sayang Nadira pada putrinya. Meski Aida tak terlahir dari rahim Nadira, namun bisa dirinya lihat, jika kasih sayang yang diberikan Nadira pada putrinya, bagaikan kasih sayang seorang ibu kandung pada putrinya sendiri.
" Bunda ". Seru Aida lagi dengan masih merengkuh tubuh bunda nya.
__ADS_1
" Iya sayang ". Sahut Nadira lembut.
" Bunda janji ya untuk jangan pelnah tinggalkan Aida ". Seru Aida lagi, entah ini sudah yang ke berapa kalinya ia meminta keinginan yang sama pada bunda nya.
" Sayang, putri bunda, bunda janji tidak akan pernah meninggalkanmu, bunda sangat menyayangimu sayang ". Sahut Nadira.
Lalu sepasang bunda dan putrinya itu semakin mengeratkan pelukan mereka tanpa mempedulikan akan adanya sosok pria yang saat ini juga berada satu mobil dengan mereka.
Sementara di salah satu mobil mewah lainnya, yang saat ini juga berkendara mengikuti mobil mewah Andra, nampak sepasang insan anak manusia masih setia duduk tenang dengan menghadap ke arah jalanan ibu kota.
Ya, siapa lagi mereka jika bukan Firly dan juga Putri. Sesuai dengan keinginannya tadi, jika dirinya ingin mengantar Putri pulang ke rumahnya.
Sepanjang Firly membawa mobilnya keluar dari kediaman mewah Andra, tak ada sedikitpun dari Firly yang berniat untuk menyalib mobil Andra, karena biar bagaimanapun Andra lah yang lebih tahu di mana rumah Putri.
" Putri ". Seru Firly yang memecah keheningan.
" Iya mas ". Sahut Putri singkat.
" Kenapa dari tadi kamu hanya diam, padahal saat di pesta tadi kamu cukup banyak merespon ". Sahut Firly.
" Ya memangnya aku harus merespon apa mas? ". Bukannya menjawab pertanyaan Firly, Putri malah balik bertanya.
" Ya bukan hanya merespon, tapi memulai pembicaraan begitu, dari semenjak pesta tadi, selalu aku yang memulai pembicaraan ". Sahut Firly dengan segala penuturannya.
Mendengar sahutan Firly, membuat Putri menjadi terdiam, benar juga apa yang dikatakan oleh Firly, tapi jika dirinya ingin memulai pembicaraan, memangnya hal apa yang perlu dibicarakan.
" Sekarang kamu punya kesibukan apa? " . Dan pada akhirnya Firly lagi lah yang memulai pembicaraan.
" Tidak ada, hanya sibuk kuliah, ya meski sekali - kali membantu ibu jualan di cafe rumah ". Sahut Putri apa adanya.
Firly pun mengangguk mengerti, namun meski begitu, ada hal yang lebih penting yang ingin dirinya ketahui dari Putri, tapi bagaimana caranya. Hingga setelah obrolan itu selesai, kondisi di dalam mobil Firly itupun kembali sunyi.
" Iya ada apa sih mas? ". Sahut Putri yang sedikit merasa heran.
" Emmm... apa kamu sudah punya pacar? ". Tanya Firly pada akhirnya.
Sontak pertanyaan Firly yang ini membuat Putri langsung menoleh ke arahnya.
" Memangnya kenapa mas? ". Bukannya menjawab pertanyaan dari Firly Putri malah bertanya kembali yang seolah dari kalimatnya nampak tersinggung.
" Ya tidak apa - apa, hanya ingin tahu saja, kamu kan cantik, bagaimana mungkin ada wanita secantik kamu tidak punya pacar ". Sahut Firly.
" Tidak, aku tidak punya pacar, lagipula untuk apa punya pacar? ". Sahut Putri.
" Apa katamu, untuk apa... tapi kamu pernah pacaran kan Put? ". Sahut Firly yang bertanya, Firly merasa heran dengan Putri.
" Iya pernah, dulu tapi sewaktu aku masih kelas dua SMA, dan akhirnya aku lebih memilih untuk putus ". Sahut Putri.
" Kenapa kamu memilih putus? ". Rupanya Firly masih begitu penasaran.
" Ya karena aku tidak mau pacaran hingga di luar batas, itulah kenapa aku memutuskan dia ". Sahut Putri lagi.
Firly menjadi semakin penasaran, bagaimana bisa hubungannya dengan pacarnya bisa putus karena tak ingin berpacaran melebihi luar batas.
" Memangnya apa yang dilakukan oleh mantanmu itu sampai kamu berani memutuskan dia? ". Tanya Firly.
" Karena pacarku mengajakku berciuman, aku tidak mau pacaran yang seperti, daripada dia melakukan kesalahan yang sama, ya lebih baik aku putuskan saja dia ". Sahut Putri.
Mendengar jawaban tak terduga dari Putri, membuat Firly pun mulai menepikan mobil mewahnya.
__ADS_1
" Loh - loh mas, ada apa ini, kamu mau berhenti? ". Seru Putri yang begitu kebingungan.
Firly menatap wajah kebingungan Putri, sebelum akhirnya...
" Hahahaha.... ". Firly pun tertawa hingga suaranya memenuhi ruangan mobilnya.
" Loh mas, ada apa, kok kamu malah tertawa? ". Tanya Putri yang begitu sangat heran.
" Hahahaha... ternyata kamu sangat polos ya, aduh hihihihi.... ". Ujar Firly dengan masih berusaha menahan tawanya.
" Maksudnya polos? ". Bingung Putri.
" Iya kamu polos Put, dia kan pacar kamu, ya wajarlah dia meminta itu, tapi apapun itu, aku kagum padamu Put, disaat kamu masih pacaran saja, kamu tidak ingin disentuh sembarangan, di jaman sekarang itu, sangat susah tahu menemukan wanita seperti kamu ". Jelas Firly.
" Apa sih kamu mas, kamu sok tahu ". Sahut Putri.
Bukan Firly namanya yang tak bisa membedakan mana wanita baik dan mana yang tidak, berkat sikap playboy nya itu, membuat Firly bisa menebak karakter seorang wanita dalam cepat.
" Memangnya kamu punya berapa mantan Put? ". Tanya Firly lagi.
" Ya hanya satu itu mas, aku tidak mau pacaran lagi, pacaran itu tidak enak, ya sudah ayo dinyalakan mobilnya, ini sudah malam mas, dan besok aku harus kuliah ". Seru Putri lagi.
Entah apa yang ada dalam benak Firly saat ini, namun yang pasti, Firly begitu mengagumi akan kepolosan Putri, menurutnya, Putri adalah salah satu wanita langka yang pernah dirinya kenal.
*****
Dan setelah hampir sekitar dua puluh menit lamanya berkendara, akhirnya dua mobil mewah itupun saling beriringan dan sampai di halaman rumah bu Dewi.
Mereka semua telah sampai di sana, dan ini adalah pertama kalinya bagi Firly, bisa sampai di depan rumah Putri.
" Terima kasih mas, sudah mengantarku dan juga Putri ". Seru Nadira yang berterima kasih.
" Tidak perlu begitu sayang, aku senang bisa melakukan itu ". Sahut Andra.
" Iya betul, kalian tidak perlu berterima kasih ". Timpal Firly.
" Bunda, selamat tidul ya bunda, sampai jumpa besok lagi ". Seru si kecil Aida yang sedang berada di dalam mobil.
" Iya sayangnya bunda ". Sahut Nadira dengan senyuman manisnya.
" Ya sudah mas kalau begitu, kami masuk dulu ya ". Seru Nadira lagi, lalu kedua gadis itupun mulai melangkahkan kaki mereka untuk menuju teras rumahnya.
" Dira tunggu ". Cegah Andra tiba - tiba.
Sontak panggilan Andra itupun membuat langkah Nadira menjadi terhenti.
" Iya mas ada apa? ". Sahut Nadira setelah berbalik badan.
Andra pun melangkah mendekat ke arah Nadira, entah apa yang ingin dilakukan oleh pria itu, hingga akhirnya...
Cup... cup... cup...
Deg...
Ciuman bertubi - tubi dari Andra pun telah berhasil disematkan di wajah Nadira.
Bersambung..........
πππππβ€β€β€β€β€
__ADS_1
πΏπΏπΏπΏπΏ