
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Suasana ruangan kelas di sini masih tak jauh berbeda dengan suasana di hari - hari sebelumnya, mahasiswa dan juga mahasiswi di dalamnya mengikuti semua pelajaran dosen dengan antusiasme yang cukup tinggi.
Dari semenjak tadi pagi hingga detik ini, sudah terdapat tiga dosen yang mengisi mata kuliah, dan itu menandakan jika tak lama lagi waktu untuk beristirahat pun akan segera tiba.
" Baiklah, ibu rasa pembelajaran kuliahnya sudah cukup sampai di sini, dan sebentar lagi adik - adik mahasiswa ini beristirahat ".
" Perlu ibu ingatkan sekali lagi, besok sore kalian semua sudah akan berangkat bersama ke tempat kemah, bagaimana?, apa semua persiapan untuk berkemah sudah kalian siapkan? ". Seru ibu dosen itu.
" Sudah bu, saya sudah menyiapkan semuanya ". Seru salah seorang mahasiswa.
" Iya, saya juga sudah menyiapkan semuanya, termasuk bekal saya sendiri pun sudah disiapkan ". Sahut yang lainnya juga.
" Baguslah kalau sudah seperti itu, semoga kegiatan berkemah kalian bisa berjalan dengan lancar, ingat, kalian harus aktif dalam mengikuti kegiatan yang dilangsungkan saat berkemah nanti ". Seru dosen wanita itu lagi yang mengingatkan para mahasiswanya.
" Iya bu pasti ". Sahut semua mahasiswa itu dengan kompak.
" Baiklah, kegiatan mata kuliah akan ibu akhiri, sekarang kalian boleh beristirahat ". Pamit dosen itu pada akhirnya.
Dan akhirnya, kegiatan pembelajaran mata kuliah di semester satu itupun telah usai setelah sekitar lima setengah jam berturut - turut kegiatan kuliah itu berlangsung.
Semua mahasiswa yang ada di ruangan itu sudah berangsur - angsur keluar dari dalam kelasnya termasuk Nadira yang saat ini sudah hendak akan menuju kafe, tempat di mana dirinya biasa bertemu dengan Putri.
" Dira ". Seru Putri yang saat ini sedang duduk di sebuah kursi panjang yang ada di luar kelas Nadira.
" Putri... kamu menungguku? ". Sahut Nadira yang sedikit heran lalu gadis cantik itu ikut duduk juga di dekat sahabatnya.
" Iya, aku sengaja menunggumu dengan duduk di sini, maklum, semenjak sudah masuk semester lima, tempat duduk ku ada di atas, kan kelas ku ada di sana.
Dan Nadira pun hanya mengangguk - angguk paham mendengar sahutan dari sahabatnya.
__ADS_1
Karena kelas Nadira terletak di lantai dasar, ditambah lagi di sana memang jumlah tempat duduk untuk bersantai lebih banyak, maka tak heran jika di lantai dasar itu lebih banyak siswa yang duduk entah itu untuk membaca buku maupun sekedar mengobrol.
" Dir kamu lapar? ". Tanya Putri.
" Tidak terlalu sih, kenapa?, apa kamu lapar, kalau kamu lapar, ya sudah ayo kita ke kafe ". Sahut Nadira.
" Iya sebentar lagi, sepuluh menit lagi, aku masih ingin duduk di sini ". Sahut Putri, lalu gadis muda itupun nampak sedang merogoh sesuatu dari dalam tas nya.
" Apa yang kamu cari Put? ". Seru Nadira karena sang sahabat nampak menggeledah tas nya.
" Ini untukmu, roti ini enak loh, tadi teman kelasku yang memeberikan roti ini untukku, dia memberikan roti ini dua bungkus, yang satunya sudah aku makan, jadi yang ini untukmu ". Sahut Putri dengan menyodorkan sebungkus roti itu pada Nadira.
" Terima kasih Put, kelihatannya roti ini memang benar enak, seperti katamu ". Sahut Nadira dengan mengambil roti itu dari tangan Putri.
" Ya sudah ayo makan biar tahu rasanya rotinya bagaimana ". Suruh Putri.
Suasana di sekitar mereka masih cukup ramai, ternyata jika di waktu istirahat seperti ini tidak sedikit juga mahasiswa yang lebih memilih untuk bersantai.
Nadira nampak lahap memakan rotinya, ternyata benar yang dikatakan sahabatnya Putri, jika roti ini memanglah enak rasanya, bahkan sangat enak.
Nadira tetap memakan rotinya yang cukup berukuran besar itu, bahkan kini rotinya tinggal menyisakan seperempat nya.
Namun disaat rotinya itu sudah mulai habis, mendadak Nadira menghentikan kunyahannya, bukan hanya itu, bahkan suara - suara mahasiswa yang awalnya cukup banyak terdengar, kini mendadak mulai terasa sunyi.
Nadira mengarahkan pandangannya ke arah pintu masuk kampus, dalam pandangannya itu, sangat nampak jelas sosok pria yang begitu tak asing yang tidak lama ini dirinya kenal.
Melihat perubahan sikap dari Nadira membuat Putri menjadi keheranan, bahkan semua mahasiswa juga ikut - ikutan diam.
Putri mencoba memperhatikan ke mana kedua pasang mata sahabatnya itu mengarahkan pandangannya.
" Apa sih yang kamu lihat Dir? ". Seru Putri dan ia pun menoleh ke arah di mana Nadira masih mengarahkan pandangannya.
" Mas Firly... ". Gumam Putri.
__ADS_1
Putri menjadi sedikit tertegun dengan kedatangan Firly, mengapa Firly datang ke kampus ini, tidak mungkin kan jika ada kepentingan pekerjaan di kampus ini, jika memang ingin bertemu dengan tuan Andra, lalu mengapa harus ke kampus, bukankah tuan Andra sedang berada di rumahnya atau mungkin sedang di kantornya.
Bahkan di genggaman kedua tangan Firly, nampak sebuah buket bunga indah yang nampak terpampang di dekat dada bidangnya.
Firly terus melangkah, entah apa yang ingin pria berusia matang itu akan lakukan, hingga kini langkah Firly benar - benar terhenti tepat di depan Putri.
" Mas Firly, ada apa? ". Seru Putri.
Nadira yang berada di dekat Putri pun menjadi sedikit bingung, mengapa tiba - tiba Firly datang menemui Putri, memangnya ada urusan apa Firly pada Putri.
Firly masih berdiri di depan Putri, ia memandang wajah gadis yang sudah baru dikenalnya beberapa hari ini, sebenarnya bukan baru di kenal, lebih tepatnya, Firly memandang wajah seorang gadis yang pernah ditabrak nya secara tidak sengaja.
" Mas, kok mas Firly diam sih? ". Seru Putri lagi, bahkan gadis cantik itupun sudah mulai berdiri dari posisinya, namun Firly masih tak menyahut.
Lalu Firly pun langsung merendahkan tubuhnya di depan Putri dengan kaki sebelah kaki kanannya menjadi terangkat, saat ini posisi Firly benar - benar nampak seperti seorang pria yang ingin menyatakan perasaannya pada sosok wanita yang dicintainya.
" Loh mas, apa yang mas Firly lakukan, berdirilah, malu dilihat banyak orang ". Seru Putri yang begitu tak enak hati.
Nadira begitu sangat tertegun dengan sikap tak terduga dari Firly, begitu pun dengan Putri.
" Put, ambillah bunga ini, bunga ini untukmu ". Seru Firly.
Deg....
Putri begitu sangat terkejut bukan main, apa maksud dari semua ini.
" Put, aku tahu kamu pasti bingung dengan semua ini, tapi aku hanya ingin mengatakan, mau kah kamu menjadi pacarku? ". Seru Firly pada akhirnya.
Deg.... deg... deg....
Detak jantung Putri seolah dibuat berdetak tak karuan. Putri begitu sangat terkejut dan tak menyangka jika Firly sampai berbuat seperti ini.
Bersambung..........
__ADS_1
πππππβ€β€β€β€β€
πΏπΏπΏπΏπΏ