
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Ruangan mewah yang telah banyak menjadi saksi dari sekian rentetan kehidupan tuannya, kali ini juga menjadi saksi kebersamaan mereka bersama tamunya.
Semenjak kehadiran si kecil Aida yang merupakan putri semata wayang Andra, membuat suasana di rumah mewahnya memang tak pernah luput dari aktivitas bermain yang Aida lakukan.
Itulah yang juga dilakukan pada kali ini, bermain dengan berbagai alat main yang dimilikinya dengan di temani oleh bunda nya.
" Ayo bunda, bunda cali kekosongan dali yang bagian ini, dan Aida cali yang ini ". Seru si kecil Aida dengan menunjuk - nunjuk beberapa potongan puzzle yang harus di cari.
" Baiklah sayang ". Sahut Nadira dengan tersenyum pada putrinya.
Kegiatan bermain Aida benar - benar dirasa sangat menyenangkan, bermain bisa ditemani dengan bunda nya adalah hal yang selalu gadis kecil itu inginkan.
Andra tersenyum melihat kebersamaan putri kecilnya bersama Nadira, sebuah kebersamaan layaknya kebersamaan seorang ibu kandung dengan anak kandungnya sendiri.
Menyaksikan hal yang begitu membuat indah pandangannya, membuat Andra telah meyakini dan memikirkannya dengan matang, dan sebenarnya Andra memang sudah memikirkan hal ini matang - matang semenjak jauh - jauh hari.
" Aku akan meminta restu pada orang tuamu sayang, iya, aku akan melakukannya ". Batin Andra yang telah memantapkan hati.
Semua drama yang ada di ruangan ini tentulah tak lepas dari pandangan seorang Celine.
Celine bisa melihat dengan jelas bagaimana kedekatan Aida dengan sosok wanita yang bernama Nadira ini, ditambah lagi Andra terlihat nampak sering tersenyum karena menyaksikan kedekatan putrinya dengan kekasih barunya.
" Pantas saja Andra begitu menyukai wanita ini, dia begitu sangat cantik dan... juga terlihat masih begitu muda ".
" Benar - benar gila, aku yang sudah sangat lama menantikan untuk bisa memiliki Andra, malah wanita ini yang memilikinya ".
" Tidak ada gunanya aku dulu harus membuang - buang waktu bisa bermain dengan Aida kalau pada akhirnya Aida malah dekat dengan wanita ini ".
" Aku heran sebenarnya apa sih yang dimiliki oleh wanita ini sehingga Andra mau sama dia, dia memang cantik dan masih sangat muda, tapi jika dibandingkan dengan ku tentulah tidak selevel ".
Batin Celin yang masih terus berbicara dengan apa yang dilihatnya seolah mencerminkan jika Celine begitu tidak menyukai Nadira.
Celine memanglah menyukai Andra, bahkan semenjak Andra masih beristrikan Dina, Celine menyukai Andra semenjak ia mengeyam pendidikan kuliah di luar negeri, di mana di sanalah ia bertemu dengan Andra yang juga kuliah.
Pada kala itu Celine sedang mengenyam pendidikan untuk mencapai sarjana dan Andra sendiri melanjutkan pendidikan S2 nya, pertemuan pertamanya dengan Andra membuatnya jatuh hati dan langsung menyukai Andra, sehingga dari rasa sukanya itu Celine berusaha untuk mendekati Andra agar dirinya bisa menjalin kasih dengannya.
Namun sayang, perjuangannya untuk mendapatkan hati Andra hanya berujung sia - sia karena Andra lebih memilih menjalin kasih dengan Dina dan menikah dengannya.
Merasa hancur itulah yang Celine rasakan, hingga setelah lebih dari satu tahun lamanya Celine pun mendengar kabar jika Dina istri dari Andra telah meninggal dunia akibat dari terjadinya kecelakaan, dan dari kecelakaan itu hanya menyisakan seorang bayi perempuan yang berhasil selamat dari maut, dan penyelamatan dari bayi itupun dengan cara dioperasi, dan kini bayi itu telah tumbuh menjadi seorang gadis kecil yang memiliki senyuman yang sama persis dengan almarhumah ibunya, Aida, itulah nama gadis kecil itu, putri kandung dari Andra dan juga Dina.
Dengan kepergian Dina membuat Celine merasa seperti mendapatkan kesempatan kedua, Celine merasa memiliki kesempatan kedua untuk bisa memiliki Andra lagi, namun apa yang terjadi kini sungguh sangat mencemaskan posisinya.
__ADS_1
Setelah sekitar tiga tahun lamanya dirinya tak bertemu dengan Andra, Celine harus dikejutkan dengan kenyataan jika Andra telah memiliki kekasih baru.
Sungguh ironis, dirinya yang selama ini telah menunggu agar sosok yang diharapkan nya bisa melihat dan mau membuka hati untuk menerima kehadirannya, malah harus kembali dikalahkan dengan kehadiran sosok wanita lain lagi yang menurutnya sama sekali tidak bisa menyaingi dirinya, bahkan dia sama sekali tidak terlihat sepadan jika harus menjadi pendamping seorang Andra.
" Andra ". Seru Celine pada Andra.
" Iya ". Sahut Andra singkat.
" Kamu sudah memiliki kekasih baru, memangnya kamu sudah bisa melupakan Dina?, ya bukan bermaksud apa - apa, karena yang aku tahu kamu begitu sangat mencintai almarhumah istrimu itu ". Seru Celine.
Entah apa maksud Celine melontarkan pernyataan itu.
Nadira yang mendengar dengan begitu jelas bagaimana pernyataan Celine pada Andra seketika itu langsung membuat kegiatan Nadira yang ikut melakukan permainan dengan putrinya menjadi terhenti.
Entah mengapa pernyataan Celine yang ini membuat perasaan Nadira menjadi merasa seperti tak pantas bagi Andra bahkan ia merasa apakah dirinya benar - benar memiliki tempat di hati Andra, hati Nadira terasa seolah menjadi mencelos dibuatnya.
" Kenapa kamu berkata seperti itu Celine?, apa itu penting untukmu? ". Sahut Andra.
" Em... ti-dak, ya hanya saja aku merasa masih tidak percaya jika seorang Andra yang begitu mencintai Dina sudah bisa melabuhkan hatinya pada wanita lain juga, pada akhirnya begitu kan ". Sahut Celine dengan rautnya yang dibuat agak polos.
Entah bagaimana yang Nadira rasakan saat ini, namun yang pasti pernyataan Celine telah benar - benar membuat perasaannya menjadi tak menentu.
" Mas, sepertinya aku memang tidak pantas untukmu ". Batin Nadira yang mulai merasakan sedih.
Andra pun menjadi menghela nafasnya mendengar pernyataan Celine yang masih sama.
" Dira adalah kekasihku, dia wanita yang aku pilih untuk menjadi calon pendamping hidupku... karena apa?, karena Dira telah berhasil membuatku jatuh cinta lagi ".
" Dira adalah wanita yang baik, kesederhanaan dan ketulusannya benar - benar telah membuatku jatuh hati padanya, aku mencintai Dira, aku sangat mencintai Dira ".
" Dira adalah wanita pilihanku, Dira adalah calon istriku, Dira adalah kebahagiaan ku dan juga putriku, jadi berhentilah dan jangan coba - coba untuk memberikan pernyataan yang bisa mengusik emosiku " .
" Jika kamu masih mau berteman baik denganku dan juga masih mau diterima dengan baik di rumah ini, maka berhentilah melakukan hal - hal yang sama sekali tidak berguna ". Tutur Andra dengan begitu panjang lebar.
Celine yang mendengar penuturan Andra yang begitu mencekam ini menjadi tak bisa berkutik lagi, Celine harus menelan ludahnya sendiri karena rasa gugupnya.
Ternyata Andra memang sangat mencintai kekasih barunya ini, bahkan sepertinya rasa cintanya melebihi pada Dina, hal itu bisa Celine lihat dari kedua sorot mata Andra yang begitu sangat tak terima jika kekasih barunya ini dibicarakan, bahkan bisa dipastikan rasa tak terima Andra melebihi rasa tak terima ketika istrinya Dina yang dulu dibicarakan.
Nadira yang mendengarkan semua sahutan Andra pada Celine merasa begitu sangat tersentuh dan juga begitu sangat tak menyangka, ternyata kekasihnya Andra benar - benar sangat mempedulikannya hingga sampai seperti ini, bahkan Celine yang hanya membicarakannya saja tidak diperbolehkan.
Ternyata prasangka nya yang mengira jika dirinya tidak pantas untuk Andra seketika langsung pupus, seharusnya Nadira bisa terus mengingat jika persoalan tentang pantas dan tidak pantas adalah Andra yang menentukan, bukankah itu yang sering Andra tegaskan.
Jujur, dalam hal ini Nadira merasa sangat senang dengan sikap Andra yang begitu sangat membelanya.
" Ayo bunda, kok bunda malah diam sih, kan bunda sudah mau pasang yang lain ". Seru si kecil Aida tiba - tiba sehingga memecah suasana yang cukup menegangkan diantara ketiga orang dewasa itu.
__ADS_1
" Eh, iya sayang, maafkan bunda nak ". Sahut Nadira dengan gelagapan.
Menyadari suasana yang sudah begitu tak bersahabat namun semuanya malah hilang seketika karena ulah si kecil Aida, membuat Andra pun tak ingin melanjutkan lagi ucapannya pada Celine.
Merasa kesal, itulah yang masih menyelimuti perasaan Andra, namun dirinya juga tidak mungkin kan jika terus mengungkapkan rasa kekesalannya.
*****
Sore hari yang terasa hangat malah bertambah menjadi lebih hangat lantaran persoalan yang begitu sangat tak layak jika dilakukan.
Kini di ruangan ini, di sebuah ruangan yang terbilang sangat bagus dan juga mewah telah terjadi ocehan dari sepasang insan anak manusia yang cukup menegangkan.
Semua ini terjadi lantaran salah satu dari mereka menginginkan sesuatu hal yang begitu sangat melanggar etika dan norma, apalagi bagi yang berprofesi sebagai seorang dokter.
" Kamu jangan mengada - ngada Celine, yang benar saja kamu, kamu ingin aku berbohong dengan membuat pernyataan palsu?, jangan gila kamu Celine ". Sahut Daniel yang begitu tak habis pikir dengan keinginan Celine.
" Aduh Daniel apa salahnya sih membuat keterangan palsu seperti itu, aku melakukan ini hanya sementara, aku hanya tidak ingin jika Andra terlalu sibuk bekerja ". Sahut Celine yang masih bersikeras pada keinginannya.
" Jika aku sampai melakukan itu, sama saja dengan aku sudah melanggar sumpah janjiku sebagai seorang dokter, kamu jangan gila Celine ". Sahut Daniel yang masih terus tak menyetujui keinginan Celine.
" Ayolah Daniel, hanya sementara, aku di sini hanya sekitar empat bulan, dan setelah itu aku akan kembali lagi keluar negeri, jadi selama aku ada di sini, aku hanya ingin melihat Andra tidak terus - terusan sibuk dengan pekerjaannya ". Sahut Celine lagi yang masih berusaha untuk membujuk Daniel.
" Tapi kalau membuat keterangan palsu jika kamu sakit kanker otak itu adalah hal yang salah Celine, jika kamu ingin membuat Andra agar tidak terlalu sibuk bekerja ya bukan seperti itu caranya ". Sahut Daniel.
Daniel sama sekali tidak ingin membenarkan dengan apa yang diinginkan oleh Celine.
" Daniel, meski kamu tahu apa yang aku inginkan ini adalah sesuatu yang menyimpang dan salah, tapi kan kamu tahu jika aku melakukan ini karena niat yang baik, jadi aku mohon padamu bantu aku dengan mengatakan jika aku sakit, kamu tenang saja Daniel karena setelah empat bulan aku sudah akan benar- benar pergi dari negeri ini ". Sahut Celine lagi dengan segala permohonannya.
Celine benar - benar sangat berharap jika Daniel temannya akan benar - benar mengabulkan keinginannya.
Setelah perdebatan yang cukup memanas inipun membuat Daniel menjadi menghela nafasnya, Celine ingin agar dirinya dinyatakan memiliki penyakit yang begitu kronis hanya karena alasan selama empat bulan ini dirinya ingin agar Andra tidak terus menerus bekerja dan lebih memilih merawatnya.
Sungguh tidak bisa dibenarkan memang, tapi bagaimana ini, Daniel merasa dibuat bingung, jika dilakukan sama saja dengan melanggar, namun jika ditolak artinya sama saja dengan dirinya tidak tahu tentang cara berbalas budi.
" Bagaimana Daniel, kamu mau kan bantu aku?, hanya empat bulan tidak lebih ". Seru Celine lagi.
" Baiklah... aku akan melakukan apa yang kamu mau, tapi ingat kamu melakukan semua ini untuk kebaikan Andra, dan setelah empat bulan tidak ada lagi drama sakit - sakitan ". Sahut Daniel pada akhirnya.
" Oh tentu Daniel, kamu jangan khawatir, terima kasih karena kamu sudah mau mengabulkan nya, terima kasih, kamu memang teman baikku ". Sahut Celine dengan begitu senangnya.
Celine merasa begitu sangat senang, akhirnya setelah cukup lama dirinya memohon pada Daniel, pada akhirnya Daniel pun menuruti keinginannya, dan yang pasti setelah semuanya akan dimulai, Celine akan benar - benar memanfaatkan kesempatan ini untuk melanjutkan rencananya, rencana agar dirinya bisa kembali dekat dengan Andra.
Bersambung.........
πππππβ€β€β€β€β€
__ADS_1
β€β€β€β€β€