Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Ke Kamar Sebelah


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Celotehan - celotehan kecil yang terdengar dari sepasang pengeras suara sebuah benda pipih yang berukuran besar dengan layarnya yang menampilkan tayangan - tayangan lucu bagi anak - anak nampak terus berputar untuk memberikan hiburan bagi setiap anak yang menontonnya.


Ya, sesuai keinginan si kecil Aida jika mulai malam ini gadis kecil itu akan tidur bersama dengan sang daddy dan juga bunda kesayangannya.


Seperti di malam ini dengan berbaring di dekat sang bunda si kecil Aida nampak santai dalam memperhatikan tayangan kartun kesukaannya.


Aida tak ingin jauh - jauh dari bunda nya, sehingga seperti inilah keadaannya. Dengan merebahkan tubuh mungilnya si kecil Aida ditemani oleh bunda nya yang juga merebahkan tubuhnya dengan tangan bunda nya yang memeluk tubuh mungilnya itu.


Aida tak ingin melewatkan kesempatan ini, kesempatan di mana dirinya bisa dipeluk dan tidur bersama dengan bunda nya.


Sementara Andra sendiri saat ini hanya bisa duduk diam meratapi nasibnya. Andra hanya bisa duduk di belakang tubuh istrinya yang saat ini masih berbaring dengan memeluk putrinya.


Ini sungguh menyedihkan, mengapa dirinya menjadi terabaikan seperti ini. Ini terasa sangat sulit, jika istrinya Nadira di ajak untuk berbalik badan agar bisa menghadapnya, sudah pasti akan membuat marah Aida.


" Nasib - nasib, putriku sangat lengket pada istriku, bagaimana ya caranya agar Dira bisa lepas dari Aida? ". Batin Andra yang sibuk mencari solusi.


Tak ingin dirinya semakin malas dengan situasi ini, Andra pun memilih untuk membaringkan tubuh besarnya juga dengan memeluk sang istri dan juga putri kecilnya dari belakang.


" Mas ". Seru Nadira lembut dengan sedikit menolehkan pandangannya ke arah belakang.


" Kenapa kamu memanggilku?, kamu baru sadar kalau kamu punya suami? ". Sahut Andra dengan nadanya yang sedikit menyinggung.


Nadira langsung mengarahkan pandangannya ke keadaan semula. Bukan karena dirinya kesal pada suaminya, hanya saja Nadira sedikit merasa bersalah karena sudah mengabaikan keberadaan suaminya. Harus bagaimana lagi, tidak mungkin dirinya mengabaikan putrinya yang saat ini begitu gencar - gencarnya ingin mendapatkan perhatian darinya. Nadira merasa serba salah dalam hal ini.


" Ih daddy ". Aida pun terjaga dari posisinya.


" Kenapa daddy bicala sepelti itu sama bunda?, kan daddy memang suaminya bunda, sudahlah daddy, daddy jangan suka aneh sama bunda ". Protes Aida dan anehnya seusai mengucapkan kalimatnya itu Aida kembali merebahkan tubuh mungilnya.


Baik Andra maupun Nadira dibuat sedikit terheran dengan putri kecilnya ini. Sampai sebegitu ributnya putri kecilnya ini sampai - sampai protes seperti ini.


Namun ya sudahlah, bukan Aida namanya jika tak suka mengomentari hal yang ia tak suka. Dan saat ini yang membuat Aida tak suka adalah hal - hal yang sifatnya mencela bunda nya atau mungkin hal - hal yang akan membuatnya jauh dari bunda nya.


Kini Andra hanya memeluk istrinya saja, rasanya ini akan lebih baik.


" Sayang ". Bisik Andra yang tak ingin putri kecilnya sampai mendengarnya.


Nadira memilih untuk menelentangkan tubuhnya, dengan posisinya yang seperti ini akan membuat Nadira menjadi lebih mudah untuk melihat suami dan juga putri kecilnya.

__ADS_1


" Sayang, malam ini aku ingin, kamu mau ya sayang ". Bisik Andra.


Nadira langsung melotot kaget dibuatnya. Meski yang diinginkan oleh suaminya adalah hal yang absurd namun Nadira mengerti apa maksud dari suaminya itu.


" Mas ingin malam ini apa?, kan tidak ada lagi yang harus malam ini kita lakukan? ". Sahut Nadira yang tak kalah berbisik.


Nadira lebih memilih pura - pura tidak tahu akan keinginan suaminya ini, bukan karena dirinya tidak mau menunaikan tanggung jawabnya sebagai seorang istri hanya saja luka di bagian intinya masihlah belum sembuh, memang benar lukanya sudah diolesi dengan obat khusus namun tetap saja di bagian sensitifnya masih terasa agak sakit, dan jikalau suaminya menginginkan agar bisa berhubungan malam ini, bagaimana lukanya bisa segera sembuh.


" Sayang, ya ingin seperti yang kita lakukan kemarin malam itu, kita bisa berkelana menikmati indahnya surga dunia ". Bisik Andra.


Seketika itu tubuh Nadira menjadi panas dingin dibuatnya. Benarkan yang menjadi dugaannya jika suaminya menginginkan hal seperti itu lagi. Nadira masih merasa belum siap untuk kembali melakukannya.


Agar sang suami tidak lagi melanjutkan obrolannya, Nadira pun akhirnya memilih untuk kembali berbalik badan saja untuk membelakangi tubuh suaminya, biarkan saja dirinya berpura - pura bodoh seperti ini dengan tidak menjawab keinginan suaminya lagi. Nadira lebih memilih untuk kembali memeluk putri kecilnya daripada terus melanjutkan obrolannya dengan suaminya.


Rasa kesal pun menjadi melanda hati Andra. Andra merasa kesal karena Nadira tak menjawab keinginannya dan memilih untuk mengabaikan dirinya.


" Baiklah sayang, kita lihat apa setelah ini kamu masih bisa menolaknya ". Batin Andra.


Andra tak terima dengan sikap istrinya yang lebih memilih mendiamkannya, lebih baik dirinya melakukan aksinya sekarang.


Dengan caranya yang nakal, Andra mulai memasukkan tangannya itu ke dalam baju Nadira. Sontak saja hal itupun membuat Nadira menjadi tersentak kaget.


" Ya Tuhan, apa yang mas Andra lakukan? ". Batin Nadira yang keheranan.


Andra menggunakan tangan nakalnya yang sudah masuk ke baju istrinya itu untuk bergerilya ke sana ke mari dengan memegangi apa saja yang dilaluinya. Tentu saja apa yang dilakukan oleh Andra ini membuat tubuh Nadira merasa sangat tak nyaman.


Andra menggerakkan tangan nakalnya untuk terus bergerilya memegangi apapun yang ada di perut dan dada istrinya termasuk dua buah kenyal yang sangat dirinya suka.


Andra sangat senang bisa melakukan hal ini, hingga pada akhirnya Andra menggerakkan tangannya itu menuju bagian sensitif Nadira melakukan apa saja di sana.


" Akh... mas, sudah iya, nanti saja ". Reflek Nadira langsung berbalik badan dengan menahan tangan nakal suaminya.


" Benarkah sayang, kamu tidak bohong kan? ". Goda Andra.


" Iya mas nanti, kalau putri kita sudah tidur ". Pasrah Nadira.


" Terima kasih sayang ".


Cup... cup... cup...


" Ih, daddy bunda, ada apa sih, kok bisik - bisik tidak jelas, mengganggu tahu? ". Protes Aida.

__ADS_1


" Tidak ada sayang, ayo Aida tonton lagi kartunnya ". Sahut Nadira lalu ia pun menggiring putri kecilnya itu untuk kembali menonton channel tv kesukaannya. Hampir saja putri kecilnya ini mengetahui kenakalan daddy nya.


Saat ini Andra sudah bisa tersenyum sangat puas. Akhirnya usahanya untuk kembali mendapatkan jatahnya malam ini akan segera terlaksana. Tidak percuma juga dirinya melakukan aksi gilanya, ini hal yang sangat bagus, apa yang dilakukannya bisa menjadi senjata kala istrinya Nadira sampai tak mau menuruti keinginannya.


" Terima kasih istriku kamu memang yang terbaik ". Batin Andra dengan senyuman kemenangannya.


*****


Tayangan kartun yang menjadi favorit Aida kini masih terus berlangsung, namun gadis kecil itu sudah terlelap mengarungi mimpi indahnya, bahkan sudah cukup lama ia terlelap.


Nadira kembali menyelimuti dengan benar tubuh mungil putri kecilnya itu. Hati Nadira merasa begitu sangat tentram dibuatnya. Akhirnya dirinya bisa melihat putri kecilnya ini tidur dengan begitu nyenyak seolah seperti tidur dengan membawa sejuta kebahagiaan di dalamnya. Mungkinkah putrinya Aida bisa tidur dengan terlihat bahagia seperti ini karena dirinya sudah menjadi bunda nya yang bisa tinggal di sini, iya, mungkin saja seperti itu.


Cup... cup... cup...


" Tidur yang nyenyak anak bunda, mimpi yang indah sayang ". Seruan kasih sayang itu telah Nadira sandingkan dan dirinya antarkan melalui indera pendengaran putri kecilnya.


Merasa semuanya sudah selesai, Nadira ingin merebahkan tubuhnya kembali di samping putrinya, ini sudah cukup larut malam, sudah seharusnya dirinya juga tidur agar esok hari tubuhnya menjadi lebih segar.


" Ya Tuhan, mas, ada apa? ".


Nadira terkejut kala suaminya Andra tiba - tiba menyentuh tengkuknya dan berusaha seperti ingin menggendongnya.


" Kita kan mau main bola sayang, ayo sekarang kita akan melakukannya mumpung putri kita sudah tidur ". Sahut Andra dengan begitu entengnya.


" Ta-tapi mas, ini sudah malam, saatnya kita tidur, putri kita sudah tidur aku tidak mau jika Aida sampai mendengar kita ". Sahut Nadira dengan mencoba melepaskan sentuhan dari kedua tangan suaminya.


" Sayang, kamu kan sudah berjanji akan melakukannya malam ini, ingat, menolak ajakan suami bisa berdosa loh ". Rupanya Andra mencoba menakut - nakuti istrinya.


Nadira menjadi tak berkutik lagi sekarang ini, dirinya sudah tak bisa memberikan alasan apapun agar bisa menolak keinginan suaminya, apalagi jika sudah dihadapkan pada kewajiban seorang istri.


Sepertinya besok pagi dirinya tidak akan bisa bangun dengan segar.


" Ayo sayang ". Andra pun mulai membawa tubuh mungil istrinya itu pada gendongannya.


" Mas, kita mau kemana? ". Tanya Nadira lantaran suaminya sudah menggendongnya.


" Kita ke kamar sebelah sayang, kita akan melakukannya di sana, aku tidak mau melakukannya di sini, terlalu beresiko, nanti yang ada Aida bisa menggagalkan semuanya ". Sahut Andra.


Mati sudah dirinya. Malam ini Andra suaminya akan benar - benar memakannya. Di malam pertamanya saja suaminya melakukannya hingga dua ronde, apalagi di malam sekarang, entah berapa ronde yang akan suaminya ini lakukan.


Bersambung.........

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


❀❀❀❀❀


__ADS_2