Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Terbiasa Dicium


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Sebuah mobil mewah berwarna merah itu kini sudah mulai memasuki area halaman kampus. Datangnya kendaraan roda empat yang begitu mewah itu, telah banyak menarik perhatian di hampir setiap pasang mata yang ada di sana.


Mereka semua yang menyaksikan kedatangan mobil mewah itupun telah menduga - duga, nampaknya sosok yang akan datang ini adalah sang tuan pemilik kampus.


Dan jika hal itu memang benar, maka tak heran lagi, karena selain memiliki kekayaan yang berlimpah, sang tuan ini juga memiliki koleksi mobil mewah yang cukup banyak, sehingga tak heran jika sang tuan ini sering bergonta - ganti mobil mewahnya saat melakukan bepergian.


Seusai mobil mewah itu berhenti, sosok wanita cantik yang begitu tak asing serta banyak dikagumi oleh kaum Adam itupun, mulai keluar dari mobil mewah.


Nadira keluar dari mobil mewah Andra dengan perasaannya yang sedikit malu. Ini yang selalu dirinya khawatirkan disaat datang ke kampus dengan Andra, pasti semua pasang mata akan mengarah padanya, dan akibatnya tidak sedikit pula dari mereka yang suka menggunjing hubungannya dengan Andra, apalagi dengan wanita tiga serangkai yang selalu mengusiknya, namun meski begitu, masih banyak pula dari mereka yang sangat memuji hubungannya dengan Andra.


" Sayang, kenapa kamu keluar, kan aku sudah mengatakan untuk tunggu pintu mobilnya sebelum aku buka ". Protes Andra pada Nadira setelah pria tampan itu keluar dari mobilnya.


Andra merasa sedikit jengkel lantaran Nadira langsung keluar dari mobilnya, padahal Andra sendiri sudah mengatakan jika dirinya lah yang akan membuka pintu mobilnya.


" Mas Andra berlebihan, hanya membuka pintu mobil saja harus di bukakan ". Sahut Nadira setelah Andra berada di dekatnya.


Lalu Andra meraih kedua tangan mungil Nadira dengan kedua tangannya, dielus nya punggung kedua tangan Nadira itu dengan begitu lembut, kali ini Andra begitu ingin mengelus kedua tangan mungil itu.


Apa yang dilakukan oleh mereka berdua tentunya tak terlepas dari pandangan semua mahasiswa yang ada di area sekitar kampus itu.


Banyak dari mereka yang begitu kagum dengan rasa perhatian seorang tuan Andra pada Nadira. Setelah cukup lama mereka mengetahui tentang hubungan Nadira dan tuan Andra, ini adalah kali pertamanya bagi mereka melihat sikap romantis seorang tuan Andra pada kekasihnya, karena di hari - hari sebelumnya, yang mereka ketahui yaitu si tuan Andra hanya mengantar Nadira saja.


" Wah... enak sekali jadi Dira ya, bisa disayang - sayang dengan pacar seperti tuan Andra ". Seru seorang mahasiswi pada temannya.


" Iya benar sekali, Dira benar - benar beruntung bisa menjadi kekasih tuan Andra ". Sahut temannya yang juga merasa kagum.


Sementara dari tempat yang tak terlalu jauh dari beberapa mahasiswi itu, nampak tiga wanita serangkai, yang sering mengusik Nadira nampak terlihat begitu sangat tak suka.


Selain mereka tak suka melihat Nadira yang mendapatkan perlakuan lebih dari Andra, indera pendengaran mereka juga merasa seolah panas karena begitu banyaknya orang yang mengagumi hubungan Nadira dengan tuan Andra.


" Dasar wanita tak tahu malu, sukanya sering mencari perhatian, aku heran deh, kenapa tuan Andra bisa mau dengan janda beranak satu itu ". Seru Riska yang begitu jengkel karena Nadira begitu sangat diperhatikan oleh tuan Andra.


" Pasti si Dira punya rayuan maut, buktinya tuan Andra sampai lengket begitu ". Timpal Tina.

__ADS_1


Entah kesalahan apakah yang pernah diperbuat oleh Nadira pada mereka bertiga, sehingga mereka begitu sangat membenci Nadira.


Semua itu sebenarnya berawal dari semenjak Nadira masuk ke kampus mewah ini. Semenjak Nadira masuk, banyak sekali kaum Adam yang begitu sangat mengagumi kecantikan Nadira.


Di mana jika sebelumnya ketiga wanita serangkai itulah yang hampir selalu menjadi pusat perhatian anak - anak kampus, kini semenjak Nadira datang menjadi mahasiswa baru, tak membuat mereka bertiga menjadi terkenal lagi, bahkan mereka cenderung diabaikan oleh banyak laki - laki yang selama ini cukup mengejar - ngejar mereka.


Dan mungkin karena penyebab itulah mereka menjadi sangat membenci Nadira, lebih tepatnya mereka membenci Nadira karena rasa kecemburuan mereka.


" Yanti, kok kamu malah diam sih? ". Lanjut Tina lagi.


" Aku sedang memikirkan sesuatu ". Sahut Yanti dengan pandangannya yang masih terarah pada Nadira.


" Memikirkan apa?... jangan katakan kalau tugas makalah yang individu aku lagi yang mengerjakan ". Sahut Tina lagi yang sudah nampak terlihat khawatir.


Bukannya menjawab sahutan dari temannya, Yanti malah tersenyum smirk, namun hal itu masih bisa ditangkap oleh Riska.


" Kenapa kamu senyum - senyum begitu? ". Seru Riska yang nampak curiga.


" Besok sore kan acara kemah sudah mulai, pastinya besok si Dira itu ikut kan? ". Sahut Yanti dengan senyuman senangnya.


" Kamu ini kenapa sih Yan, tidak jelas deh, apa hubungannya kemah dengan si wanita janda itu, kan dia memang harus ikut kemah, kenapa harus dikatakan lagi? ". Sahut Tina yang merasa tak habis pikir dengan maksud Yanti yang begitu tak jelas.


" Maksudnya? ". Sahut Riska dan Tina yang merasa bingung.


" Besok itu kan si Dira ikut kemah, itu artinya dia tidak akan bertemu dengan tuan Andra, karena itu kita harus memanfaatkan situasi itu, bagaimana kalau di waktu berkemah nanti kita mengerjai Nadira, pasti itu akan sangat menyenangkan ". Ujar Yanti.


Baik Riska maupun Tina menjadi terdiam, mereka saling memandang satu sama lain, hingga akhirnya...


Plak....


" Aw... ". Ringis Yanti kala Riska mengeplak bahu lengan kirinya.


" Kenapa tidak bicara dari tadi kalau kamu punya ide sebagus itu ". Seru Riska yang merasa sedikit gemas.


" Dasar kamu ini Ris, bukannya berterima kasih karena aku sudah punya ide cemerlang ini malah kamu memukul ku ". Sahut Yanti dengan menahan rasa sakitnya.


" Ya sudah ayo tunggu apalagi, sekarang kita temui dosen, kita katakan jika besok kita juga ingin ikut kemah ". Lanjut Tina.

__ADS_1


" Iya ayo tunggu apalagi? ". Seru Riska yang sudah begitu tak sabar.


Dan akhirnya tiga wanita serangkai itu pun melangkah dengan terburu - buru untuk menemui dosen mereka.


Nampaknya kali ini mereka benar bersungguh - sungguh ingin mengerjai Nadira.


Sementara tak lama dari itu, Putri pun telah tiba di halaman area kampus dan mengarahkan motor matic nya ke tempat biasa.


" Mas, boleh di lepas tanganku, itu Putri sudah datang, sudah saatnya aku masuk kelas, ini sudah hampir pukul tujuh ". Seru Nadira dengan lembut.


" Oke - oke baiklah sayang ". Sahut Andra.


Cup...


Sebuah ciuman hangat telah kembali Andra sematkan di kening Nadira.


Nadira yang mendapatkan perlakuan seperti ini lagi menjadi merasa malu, bahkan kini kedua pipinya nampak memerah karena rasa malunya.


Kali ini Nadira merasa malu bukan karena dicium oleh Andra, namun yang membuatnya merasa malu adalah, dirinya merasa malu karena dicium dengan disaksikan oleh banyak orang.


" Kenapa?... kamu malu karena orang lain melihat kita? ". Seru Andra dengan sedikit tersenyumdan Nadira pun mengangguk akan hal itu.


" Sudah jangan merasa malu, kamu harus terbiasa dengan semua ini, karena apa?, karena aku akan biasa melakukannya ". Lanjut Andra lagi yang seolah tak ada masalah dengan perbuatannya.


Semakin ke sini malah membuat Nadira menjadi semakin bingung, bagaimana tidak, dirinya saja masih belum memberikan jawaban apapun mengenai kelanjutan hubungannya dengan Andra, namun Andra malah suka menciumnya, meski itu baru ciuman di kening.


Namun bagaimana jika dirinya sudah mengatakan bersedia untuk melanjutkan hubungannya, mungkin Andra akan melakukan sesuatu yang lebih dari mencium, sungguh Nadira merasa lebih khawatir jika hal itu benar - benar akan terjadi.


" Ya sudah mas, itu Putri sudah menunggu, aku masuk ke kelas dulu ya ". Seru Nadira pada akhirnya setelah baru saja dirinya larut dalam pikirannya sendiri.


" Huum... baiklah sayang, sana masuklah ". Sahut Andra.


Dan akhirnya, dengan perasaannya yang sulit diartikan, Nadira pun mulai melangkah memasuki kampusnya dengan Putri.


Bersambung.........


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€β€β€β€β€

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2