
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Rumah megah dan mewah ini telah di desain dengan sebegitu indah bak sebuah istana princess, bagaimana tidak di desain sangat indah seperti ini jika sang putri kesayangan lah yang memintanya.
Waktu memang berjalan begitu sangat cepat, hingga tanpa terasa dua bulan lamanya waktu telah berlalu yang menandakan jika saat ini adalah hari untuk memperingati hari ulang tahun dari putri Andra Becham Salim yaitu Aida Becham Salim, yang biasa Andra lakukan di setiap tahunnya.
Sudah menjadi hal yang rutin jika setiap kali putri kecilnya ini merayakan pesta ulang tahunnya, maka kegiatan pesta pun akan di mulai dari waktu pagi hingga malam hari.
Alunan musik yang sangat cocok untuk didengar oleh anak - anak mengiringi pesta ulang tahun yang sangat meriah ini.
Selain karena diundang nya anak - anak yatim, ada hal yang lebih spesial pada hari ulang tahun Aida kali ini dibandingkan hari hari ulang tahun yang sebelumnya, yang membuat hari ulang tahun Aida spesial kali ini adalah adanya sosok Alvin yang juga turut hadir.
Semenjak kejadian di mana putrinya Aida salah paham dan merasa cemburu pada Alvin, semenjak itu pula Nadira sang bunda bertekad ingin membuat hubungan putrinya dan juga putranya menjadi baik layaknya saudara.
Sudah dua hari lamanya Alvin dan juga neneknya Lusi menginap di rumah Andra. Berasal dari tempat yang cukup jauh tak membuat Alvin dan juga neneknya Lusi merasa enggan untuk datang ke tempat ini.
Pesta sudah berjalan semenjak beberapa jam yang lalu, acara pemotongan kue ulang tahun pun telah selesai. Mereka yang hadir di pesta, khususnya Aida dan anak - anak yatim yang telah diundang, benar - benar menikmati pesta ini.
Banyak dari anak - anak itu yang menari, memakan hidangan yang telah disediakan, serta menonton tayangan kartun yang memang sengaja ditayangkan seperti bioskop.
Si kecil Aida sudah dari tadi lepas dari sang bunda dan juga daddy nya, gadis kecil itu lebih asyik berbaur dengan teman - temannya yang lainnya daripada hanya duduk diam di samping bundanya.
Beda halnya dengan Alvin, bocah kecil itu lebih memilih duduk di samping bundanya Nadira dengan ditemani oleh sang nenek Lusi.
" Alvin sayang, Alvin mau duduk di sini terus, dari tadi Alvin peluk bunda terus, sana ikut bergabung dengan yang lainnya, kalau Alvin mau, sana susul kak Aida ". Seru Nadira lembut pada putranya agar putranya ini mau berbaur dengan anak - anak yang lainnya.
" Tidak bunda, Alpin mau duduk di sini, Alpin mau temani bunda, Alpin tidak mau temana - mana ". Sahut Alvin yang menolaknya.
Seolah tak ingin jauh dari bundanya, Alvin masih terus memeluk bundanya, kapan lagi dirinya bisa sedekat ini dengan bundanya jika bukan saat sekarang.
" Sudah biarkan saja nak, biarkan saja Alvin di sini dengan mu, semenjak dari kampung Alvin terus mengatakan jika ingin terus memelukmu, Alvin sangat merindukan kamu nak ". Seru bu Lusi agar Nadira bisa memahami keadaan Alvin.
Merasa begitu sangat iba dengan keadaan putranya itulah yang Nadira rasakan. Memang tak mudah bagi anak sekecil putranya Alvin untuk menerima apa yang sudah terjadi. Mungkin tidak ada salahnya jika dirinya terus membiarkan putranya lengket seperti ini.
Alvin sedari tadi hampir tak ada hentinya memeluk bundanya, sesekali bocah kecil itu mengelus - elus perut bundanya yang nampak membuncit.
Jika dilihat - lihat perut bunda Nadira nya ini mirip dengan perut bunda Diana nya di kampung, hanya saja perut bunda Diana nya itu terlihat lebih besar.
__ADS_1
Nadira mengedarkan pandangannya untuk menemukan keberadaan suaminya, dan ternyata suaminya itu sedang asyik berbincang dengan dua orang rekan kerjanya.
Nadira yang melihat itu hanya bisa menggeleng, disaat pesta ulang tahun putrinya saja, masih sempat - sempat nya suaminya Andra membicarakan hal yang serius dengan teman - temannya, apalagi yang mereka bahas jika bukan tentang pekerjaan.
Di tengah meriahnya pesta, nampak sepasang kekasih mulai masuk ke pesta ini, siapa lagi mereka jika bukan pasangan Firly dan juga Putri, sepasang kekasih yang selalu menjadi sahabat setia antara Andra dan juga Nadira.
Putri yang memasuki area pesta ini menjadi sangat tertakjub kala melihat suasana pesta, pesta ulang tahun Aida kali ini benar-benar terlihat begitu sangat meriah bahkan lebih meriah dari pesta ulang tahunnya di tahun kemarin. Desain ruangan yang digunakan benar-benar sangat memanjakan mata siapapun yang melihatnya.
" Desain ruangannya sangat indah ya mas, sangat cantik, aku suka ". Seru Putri yang menatap kagum.
" Masih lebih cantik kamu baby, aku suka kecantikan mu ". Sahut Firly yang menggodanya.
" Ih, apa sih kamu mas, jangan mulai deh ".
" Hihihihi... tapi kamu memang benar sangat cantik baby ".
" Terserah kamu sajalah mas, aku ingin menemui Dira ". Lantas Putri langsung menarik tangannya dari genggaman Firly.
" Baby kamu ini tega sekali meninggalkan aku ". Namun sayang kekasihnya Putri tetap melenggang pergi.
Putri ingin menemui sahabatnya yang sudah cukup lama tidak ditemuinya, bahkan kabar tentangnya yang sedang hamil saja masih belum lama dirinya tahu.
" Putri, kamu tidak datang di malam hari? ".
" Kok malah itu yang kamu tanyakan, kamu tidak suka ya aku datang lebih awal? ".
" Bukan begitu Put, kan tahun kemarin sewaktu Aida ulang tahun kita datang ke pestanya malam hari, jadi aku kira kamu nya akan datang di malam hari lagi ".
" Iya itu kan tahun kemarin bukan tahun sekarang Dira, sekarang kan sudah beda Dir, sekarang kamu sudah jadi bundanya Aida, istri dari seorang tuan Andra orang yang sangat kaya raya ". Jelas Putri.
Mendengar hal ini dari sahabatnya membuat Nadira merasa tak enak hati sendiri, mengapa juga sahabatnya Putri harus membawa bawa ketajiran suaminya, apalagi di sampingnya saat ini sedang ada mantan mama mertuanya, entah apa yang sedang dipikirkan oleh mantan mama mertuanya saat ini.
" Halo Alvin tampan, masih ingat aunty kan? ". Putri baru memperhatikan sosok mungil yang memeluk Nadira.
" Iya pasti ingatlah sama kamu Put ". Sahut Nadira.
" Iya aunty Alpin ingat aunty Putli ". Alvin menjawabnya dengan sedikit malu - malu.
" Halo tante, apa kabar, tante sehat kan? ". Kali ini Putri menyapa Lusi.
__ADS_1
" Alhamdulillah, sehat nak, kamu semakin cantik saja nak ". Sahut Lusi dengan tersenyum.
" Ah tante bisa saja, saya tidak cantik kok, hanya pura - pura cantik saja ".
Lusi hanya tersenyum melihat tingkah Putri, jika diperhatikan nampaknya Putri adalah gadis yang humoris.
Berada sedekat ini dengan bu Lusi tak membuat Putri terlalu terkejut.
Jika diperhatikan bu Lusi ini orangnya terlihat sangat ramah dan baik, tapi mengapa putranya sewaktu menjadi suami dari Nadira sikapnya tak mencerminkan seperti itu.
" Put, kok kamu malah diam?, ayo duduk ". Seru Nadira.
" Tidak, aku mau ke Aida dulu, aku belum mengucapkan selamat ulang tahun sama si cantik itu ". Sahut Putri.
" Ya sudah sana, itu putriku sedang sama anak - anak yang lain ". Sahut Nadira dengan menunjuk ke arah di mana putri kecilnya Aida berada.
Putri melangkah menuju ke arah Aida, dalam langkahnya itu ternyata membuat Alvin jadi memperhatikan nya.
" Bunda, aunty Putli tenapa?, aunty Putli tok pelgi? ". Tanya Alvin.
" Kenapa sayang?, putra bunda penasaran ya? ". Goda Nadira.
" Tidak bunda, tan biasanya aunty Putli suta ngajak Alpin bicala dulu ". Nampaknya Alvin sedikit tersinggung.
" Hihihihi... dasar anak bunda, ternyata anak bunda ini sensitif sekali ya, aunty Putri hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk kak Aida sayang, nanti setelah itu pasti aunty Putri ke sini lagi ". Sahut Nadira agar putranya ini tak salah paham.
Alvin mengangguk paham dengan ucapan bundanya.
Tak kuasa menahan kesedihan dan rasa bersalahnya, itulah yang Lusi rasakan. Entah sampai kapan rasa bersalah ini akan sirna. Melihat Nadira yang sekarang benar-benar sangat jauh berbeda dengan Nadira yang dulu.
Dulu Nadira tak begitu banyak tersenyum bahkan hampir tak pernah tersenyum, dan itu semua terjadi karena dirinya lah penyebab utamanya. Andai dulu dirinya tak memaksakan kehendak agar putranya Dani segera menikahi Nadira, pasti sudah semenjak dulu Nadira merasakan kebahagiaannya.
" Maafkan mama Dira, semoga kamu selalu mendapatkan kebahagiaan ". Doa Lusi di dalam hatinya.
Bersambung..........
πππππ
β€β€β€β€β€
__ADS_1