Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Memakai Masker Wajah


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Mobil mewah berwarna silver itu telah memasuki pelataran rumah mewahnya, hingga pada akhirnya mobil mewah itu benar-benar memasuki garasi.


Pak Rahman sang supir pribadi mendekati mobil tuannya, dan tak lama dari itu mobil tuannya baru dimatikan.


Andra beserta anak dan istrinya keluar dari mobil. Tak lupa di tangannya sudah menenteng sebuah kresek putih yang terlihat berisi.


" Selamat datang tuan, nona, nona kecil Aida ". Sambut pak Rahman.


" Iya pak Maman yang ku sayang ". Sahut Aida dengan gayanya yang sengaja dibuat manja.


Pak Rahman tersenyum saja melihat tingkah nona kecilnya, ada - ada saja tingkah nona kecilnya ini.


" Ini ". Seru Andra dengan menyodorkan bungkusan kresek putih itu pada supirnya.


" Ini apa tuan? ". Bingung pak Rahman.


" Ini bakso, makanlah, bagikan juga pada yang lainnya ". Jelas Andra.


" Terima kasih tuan ". Sahut pak Rahman.


Senang dengan bercampur aduk oleh rasa tak percaya itulah yang dirasakan oleh pak Rahman. Seumur-umur baru kali ini tuan Andra nya membelikan makanan untuknya, dan uniknya tuannya membelikannya bakso.


" Ayo ". Ajak Andra pada istri dan juga anaknya.


Keluarga kecil itu memasuki rumah besarnya.


Kali ini ada yang tak biasa dari si kecil Aida. Gadis kecil itu nampak memegangi perutnya.


" Sayang, ada apa nak, kenapa Aida mengelus-elus perutnya seperti itu? ". Tanya Nadira.


" Iya bunda, Aida kekenyangan, ini gala - gala makan bakso tadi ". Sahut gadis kecilnya itu dengan memegangi perutnya.


" Itulah kenapa daddy melarang mu sampai makan dua mangkuk bakso, agar perut mu tidak kekenyangan, Aida itu masih kecil, jadi porsi makannya tidak sama dengan orang dewasa ". Sahut Andra.


Ya, saat di taman tadi Aida sudah menghabiskan dua mangkuk bakso. Tak terima karena daddy nya memakan banyak bakso membuat gadis kecil itu juga makan bakso yang banyak, akibatnya seperti inilah jadinya, perutnya terasa sangat kenyang bahkan terasa sakit.


" Perut Aida terasa sakit nak? ". Khawatir Nadira.


" Iya bunda perut Aida agak sakit, bagaimana ya agal tidak sepelti ini? ". Bingung Aida.


" Mandinya nanti saja dulu nak, perut Aida diolesi minyak kayu putih dulu ya, biar rasa sakitnya berkurang ". Sahut Nadira.


Kasihan sekali putrinya, pasti rasanya sangat tak nyaman akibat dari kekenyangan.


Nadira ingin menggendong putrinya.


" Sayang, apa yang ingin kamu lakukan? ". Tahan Andra.

__ADS_1


" Menggendong Aida mas ". Sahut Nadira.


" Jangan - jangan, yang benar saja, kamu itu sedang hamil sayang, Aida itu berat ". Andra melarangnya.


Andra tak ingin jika istrinya menggendong putrinya, yang benar saja seperti itu, bisa - bisa terjadi hal yang buruk pada anaknya yang masih belum lahir itu.


" Aida gendong pada daddy saja ". Lantas pria itu membawa putri kecilnya ke dalam gendongannya.


Akibat dari makan bakso yang terlalu banyak, membuat sepasang suami dan istri itu jadi kerepotan karena putri mereka, untungnya kerepotan ini ada setelah mereka sampai di rumahnya.


*****


Malam - malam si kecil Aida masih belum tidur juga. Gadis kecil itu sedang sibuk dengan pekerjaannya, pekerjaan yang hanya membuat hatinya merasa senang.


TV nya masih menyala, namun orang - orangnya tak memperhatikan tayangan yang sedang berlangsung.


Aida sibuk memberikan olesan masker wajah di wajah bundanya. Gadis kecil itu ingin menjadikan bundanya sebagai objek untuk mengeksplor apa yang sedang diinginkannya saat ini. Entah dari mana ide ini muncul, yang pasti Aida ingin memberikan olesan masker kecantikan di wajah bundanya.


Nadira menuruti saja dengan keinginan putrinya, sudah semenjak dari waktu maghrib tadi putrinya meminta agar dirinya bersedia untuk di pakainkan masker.


" Sayang, bunda mau lihat hasilnya dulu ". Seru Nadira lantas ibu muda itu meraba spreinya.


" Jangan bunda belum selesai, ini masih tinggal sepaluh ". Larang Aida.


" Bunda hanya ingin melihatnya di cermin, apakah hasilnya rapi atau tidak ". Sahut Nadira.


" Ih bunda, kan Aida sudah katakan jangan, masih belum selesai bunda, kalau maskelnya sudah selesai balu bunda boleh lihat hasilnya ". Jelas Aida.


Jika dirasa - rasa agak sedikit aneh, putrinya mengolesi masker di wajahnya seperti ke mana - mana, terkesan tidak rapi, semoga saja hasilnya tidak aut-autan.


Ceklek...


Terdengar adanya suara pintu kamarnya yang dibuka, pasti yang membukanya adalah Andra.


" Sayang, kamu masih belum tidur? ". Seru Andra.


Lalu sang daddy itupun mendekati anak dan juga istrinya.


" Iya belum daddy, Aida masih belum ngantuk ". Sahut Aida bahkan tanpa menatap pada daddy nya.


Andra menjadi terdiam, pandangannya terfokus pada istrinya yang berbaring.


Deg...


" Aida, apa yang kamu lakukan pada bunda mu? ". Tanya Andra.


" Ya daddy lihat sendili Aida sedang olesi maskel di wajah bunda ". Dengan santainya Aida menjawab daddy nya.


Untuk sejenak Andra memang sangat terkejut, apalagi setelah melihat bagaimana wajah istrinya, hingga pada akhirnya...


" Hahahaha... hahahaha... ".

__ADS_1


Andra pun tertawa dengan begitu kencangnya.


" Hahahaha... aduh sayang wajah mu hahahaha... ".


" Mas ada apa? ". Lantas Nadira benar terjaga dari posisinya.


" Bunda, bunda kenapa bangun?, kan maskelnya belum selesai ".


" Hahahaha... sudah Aida, cukup, kasihan bunda mu, lihat itu wajahnya sudah seperti apa? ".


Deg...


Nadira jadi takut sendiri, memangnya ada apa dengan wajahnya. Begitu sangat penasaran, cepat - cepat ibu muda itu meraih cermin dan mengarahkannya pada wajahnya.


" Ya Tuhan, wajah ku, kenapa jadi seperti ini?, ini masker atau apa Aida? ". Sungguh Nadira sangat terkejut dengan keadaan wajahnya.


" Sudahlah bunda, bunda belbaling saja, Aida masih mau lanjut, ini maskelnya masih belum habis, kan sayang ". Jelas gadis kecil itu.


" Tapi ya tidak seperti ini juga sayang, lihatlah wajah bunda, kenapa jadi aut-autan seperti ini? ". Sungguh malang nasib wajahnya.


Ini masker yang bagaimana, mengapa wajahnya seperti wajah boneka yang selesai kecelakaan, benar - benar miris.


" Sudahlah sayang, turuti saja keinginan putri mu, kan nanggung, lihat itu olahan maskernya hanya tinggal sedikit ". Sahut Andra.


" Kenapa?, mas Andra senang ya aku seperti ini?, huuuh... jika saja aku tahu akan seperti ini jadinya, lebih baik mas Andra saja yang menggantikan ku ".


Nadira sangat menyayangkan ajakan putrinya, jika tahu akan seperti ini hasilnya, lebih baik suaminya saja yang seharusnya menggantikan dirinya.


" Sudahlah sayang terima saja, lagipula itu kan masker wajah ". Sahut Andra.


" Iya bunda benal dengan apa yang dikatakan oleh daddy, ayo bunda belbaling lagi bial cepat selesai pakai maskelnya, nanti kalau sudah selesai, gililan daddy yang akan pakai maskel ".


Deg...


" Benarkah begitu sayang?, baiklah bunda akan berbaring lagi ".


" Tidak - tidak, daddy tidak mau pakai masker Aida, ini sudah malam, daddy sudah mau tidur ". Tolak Andra yang merasa begitu khawatir.


" Tidak bisa begitu daddy, daddy halus pakai maskel juga bial sama sepelti bunda ". Jelas Aida.


" Sayang, Aida, ini sudah malam, Aida tidur saja ya, besok pagi kan putri daddy yang cantik ini akan berenang ". Andra berharap jika putrinya tak jadi mengoleskan masker wajah padanya.


" Tidak bisa daddy, malam ini pokoknya daddy juga halus pakai maskel, titik... ". Putus Aida dengan tanpa bantahan.


Nasib benar-benar memang sudah nasib, jika sudah seperti ini harus bagaimana. Apa jadinya dirinya jika dipakaikan masker wajah oleh putrinya, bisa - bisa akan hilang ketampanan wajahnya.


Nadira tersenyum saja melihat suaminya, pasti suaminya sedang ketar ketir dan berusaha menghindar dari keinginan Aida. Bagus, ternyata memang hanya Aida lah yang bisa membuat seorang Andra tak mampu membantah.


Bersambung..........


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


❀❀❀❀❀


__ADS_2