
Selamat Membaca
πΏπΏπΏπΏπΏ
Malam telah begitu sangat larut, namun hingga detik ini Celine masih belum juga tidur. Celine terus dilanda oleh rasa kecemasan, pasalnya keadaan Aida sang gadis kecil yang menjadi tawanannya sedang dalam keadaan yang tidak baik - baik saja, banyak lebam dan juga memar di tubuh serta wajah gadis kecil itu, dan itu semua terjadi karena perbuatan Ria.
Kini, di sebuah ruangan kamar yang lebih baik dari ruangan sebelumnya Celine terlihat mondar-mandir, ia merasa sangat cemas dan khawatir dengan apa yang terjadi setelah ini.
" Kamu ini dari tadi mondar-mandir terus Celine, aku jadi pusing melihatnya ". Gerutu Ria.
" Tutup mulutmu Ria, ini semua gara-gara kamu, lihat itu akibat perbuatan mu, Aida jadi sakit kan? ". Marah Celine.
" Ya itu bukan salahku juga, gadis kecil sialan itu sendiri yang berulah dan memancing emosiku, ya sekarang seperti itulah nasibnya ". Sahut Ria bahkan tanpa ada rasa bersalah sama sekali.
" Kamu ini benar-benar keterlaluan Ria, jangan memutar balikkan fakta, dari awal aku sudah sangat curiga jika kamu memang ingin mencelakai Aida ".
" Apakah kamu tahu, akibat dari perbuatan mu ini bisa membuat Andra gila?, kamu sudah mencelakai anaknya ". Celine sudah sangat tak habis pikir dengan Ria.
" Sudahlah Celine, jika mau menjadi orang jahat, jangan setengah - setengah, sudah berbuat jahat kamunya kok malah takut sama orang yang sudah dijahati?, lucu kamu ". Lagi, Ria mengatakannya tanpa merasa ada rasa bersalah sama sekali.
Celine sungguh sangat geram dengan tingkah Ria, jika bukan demi meraih kembali perusahaan papanya, tak akan dirinya bekerjasama dengan orang seperti Ria.
Sekarang kecemasan ini hanya dirinya seorang diri yang merasakannya. Celine sungguh sangat khawatir bukan main, jika sampai Andra tahu bagaimana keadaan anaknya, entah apa yang akan dilakukan oleh pria itu.
Setelah mendapatkan kekerasan dari kekejaman Ria, tak ada lagi yang bisa dilakukan oleh Aida. Saat ini gadis kecil itu sedang tidur dalam keadaannya yang sedang tidak baik - baik saja.
Aida masih beruntung karena bisa diselamatkan dengan kedatangan Celine, jika tidak bukan tak mungkin jika kondisinya akan sangat parah karena Ria yang terus memukulinya.
*****
Sementara di luar, nampak dua mobil mewah sudah tiba, dua mobil mewah itu berhenti agak terlalu jauh dari rumah di mana Celine dan Ria menyembunyikan Aida.
Dengan tidak menyalakan lampu pada kedua mobil itu, mereka semua mulai keluar dari dalam mobil.
" Andra, di sini lokasinya? ". Tanya Firly.
" Iya ". Sahut Andra singkat.
" Tuan, sepertinya itu rumahnya ". Ujar salah satu bodyguard Andra dengan menunjuk sebuah rumah yang cukup megah yang memiliki dua lantai.
Tak salah lagi, rumah itu pasti rumah di mana putri kecilnya Aida disembunyikan. Dari sinyal terkahir di mana Celine menghubungi nya, sangat dekat dengan area ini, dan di sini hanya rumah megah itulah yang jauh dari perumahan warga.
" Tunggu apalagi?, ayo buka pintunya ". Perintah Andra.
Dengan sangat berhati-hati, mereka mulai mendekati pagar rumahnya, namun disaat ingin membuka pagar rumah itu, mereka menjadi kesulitan, ternyata pagar rumahnya dikunci.
" Dra, pagar nya dikunci ". Ujar Firly.
" Ya sudah, kita panjat saja pagar ini, begitu saja kok bingung? ". Sahut Andra.
__ADS_1
Mereka benar bersiap akan menaiki pagar besi yang cukup tinggi itu, satu persatu mereka menaikinya.
*****
Brakk...
Tak butuh waktu lama pintu rumah itu telah berhasil dibobol dan didobrak.
" Celine... Celine... ". Andra berteriak dengan kencang hingga membuat lantai dasar hampir penuh dengan suaranya.
" Celine... Ria... jangan sembunyi kalian, cepat keluar... ".
Tentu saja teriakan Andra yang begitu menggema itu telah berhasil membuat Celine dan Ria yang berada di lantai atas jadi terkejut.
" Celine... Ria... keluar kalian ". Teriak Andra hingga suaranya benar-benar jelas masuk ke kamar atas.
" Cel, itu suara... ". Ria yang mendengarnya jadi tak melanjutkan kalimatnya.
" Astaga, itu suara Andra, gawat ". Khawatir Celine.
" Cel, Andra kenapa bisa langsung masuk?, kamu ini bagaimana sih Cel, katanya besok kamu dan Andra baru akan bertemu, tapi ini apa?, Andra malah tahu tempat persembunyian kita ". Marah Ria.
" Tutup mulutmu Ria, bukannya membantuku memikirkan masalah ini, kamu malah menyalahkanku, ingat, kondisi Aida sedang tidak baik, dan itu kamulah penyebabnya ". Marah Celine juga.
Keadaan ini sungguh membuat dua wanita yang saling berseteru ini menjadi kalang kabut, terlebih Celine. Celine sangat tak menyangka jika Andra akan datang lebih cepat, bahkan parahnya Andra tahu lokasi persembunyiannya. Mengapa dirinya bisa sebodoh ini, seharusnya sejak awal dirinya sudah bisa memprediksi jika sangat mudah bagi Andra untuk mengetahui di mana keberadaannya.
Sementara di lantai bawah, Andra, Firly beserta kelima bodyguard kepercayaannya mulai berpencar menelusuri rumah ini.
Andra, Firly dengan sang bodyguard menuju ke lantai atas, sementara yang lainnya berpencar menelusuri ruangan yang ada di lantai bawah.
Andra tergesa-gesa menaiki tangganya, entah mengapa semakin lama perasaannya semakin tak enak.
" Hey... itu mereka ". Teriak Firly.
Deg...
" Kalian, mau kemana hah?... ". Sentak Andra.
" Kalian, mau dibawa kemana putriku? ".
Dan betapa terkejutnya Celine dan Ria kala mereka melihat keberadaan Andra dengan yang lainnya.
" Jangan mendekat ". Teriak Celine.
" Jangan pernah berani - berani kalian mendekat, jika selangkah saja kalian berani maju, maka Aida akan kehilangan nyawanya ". Peringat Celine.
" Kamu berani mengancamku Celine?, dasar wanita iblis ".
" Jangan mendekat ".
__ADS_1
Deg...
Tiba - tiba saja Celine langsung menodongkan pistol ke arah kepala Aida.
Tentu saja Andra dan yang lainnya begitu sangat terkejut kala Celine menodongkan pistol itu pada Aida, entah dari mana Celine mengambil pistol itu, ia mengambil pistolnya dengan secepat kilat.
" Celine, apa yang kamu lakukan?, jangan main - main kamu Celine ". Sungguh Andra sangat takut jika Celine benar akan menembak putrinya.
" Andra - Andra, sebaiknya kamu mundur dulu Andra, jangan gegabah, sekali saja kamu melangkah, bukan tak mungkin jika Celine akan benar menembakkan pistol itu ". Tahan Firly.
Tap tap... tap tap... tap tap...
Para bodyguard Andra yang berada di lantai bawah sedang berlarian menaiki tangga.
" Celine, turunkan pistolmu, kita bisa membicarakan ini dengan baik - baik ". Kali ini nada suara Andra sudah mulai rendah.
" Kenapa?, kamu takut putrimu celaka?, atau... kamu takut kehilangan putrimu? ". Sahut Celine.
Itu memang benar, Andra memang takut kehilangan putrinya, Andra takut jika Celine benar sampai menghilangkan nyawa putrinya.
Keadaan ini benar-benar sangat mencekam, Andra seperti orang yang tak bisa berbuat apa - apa. Jika dirinya maju sangat besar kemungkinan akan kehilangan putrinya, namun jika mundur akan sama saja, dirinya juga akan kehilangan putrinya.
Hingga pada akhirnya Andra baru menyadari jika di lengan dan juga betis hingga kaki putrinya nampak memar - memar merah kebiruan. Apa yang sudah terjadi pada putrinya, dan putrinya juga masih tidur.
" Kalian, apa yang sudah kalian lakukan pada putriku hah? ". Dan Andra malah kembali marah.
" Oooh... ini, bekas - bekas yang merah ini?, tenang saja, tadi si Ria hanya bermain - main dengan putrimu Andra ". Sahut Celine.
" Kalian benar-benar brengsekk, kalian apakan putriku hah?, beraninya kalian membuat putriku seperti itu? ".
" Tuan Andra yang terhormat, jangan marah, putrimu bisa seperti itu karena ulahnya sendiri ". Kali ini Ria yang bersuara setelah cukup lama wanita itu diam.
" Kalian benar-benar keterlaluan, lepaskan putriku sekarang juga jika kalian ingin... ".
" Ingin apa?, ingin selamat?, harusnya aku yang mengatakan seperti itu, jika kamu ingin putrimu selamat, maka serahkan semua perusahaan papaku dan ceraikan istrimu si Dira ". Sahut Celine yang akhirnya telah kembali mengucapkan kalimat itu.
Andra benar-benar berada dalam situasi terjepit. Bagaimana ini, sangat tak mungkin jika dirinya melepaskan istrinya Nadira, tapi jika permintaan Celine tak dituruti, maka dirinya akan kehilangan putrinya, ini tidak bisa dibiarkan karena nyawa putrinya Aida sudah terancam.
" Bagaimana Andra, kenapa kamu hanya diam saja? ". Sentak Celine.
" Baiklah oke, aku akan mengikuti keinginanmu, kamu, cepatlah turun dan keluar, ambillah tas kecil yang ada di dalam mobilku ". Ujar Andra pada akhirnya pada sang bodyguard.
" Andra, apa kamu serius?, kamu benar ingin menceraikan istrimu? ". Kaget Firly.
" Tidak ada cara lain Fir, aku harus melepaskan istriku demi keselamatan putriku ". Sahut Andra.
Firly yang mendengar pernyataan sahabatnya ini benar sangat tak menyangka. Jadi sahabatnya benar akan menceraikan istrinya. Apakah Andra sudah bodoh sehingga mau mengikuti permintaan Celine. Bagi Firly, Celine adalah wanita yang sangat licik yang tak bisa dipercaya ucapannya.
Bersambung..........
__ADS_1
πππππ
β€β€β€β€β€