Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Ikut Berkemah


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Kendaraan roda empat yang begitu mewah itu melaju dengan kecepatan yang cukup kencang membelah jalanan di ibu kota yang nampak terlihat lebih indah ketika di malam hari.


Rasa tidak sabarnya untuk segera melihat wajah sang kekasih membuatnya tak ingin berlama - lama menjauh.


" Ini sudah malam, semoga Dira masih belum tidur ". Batin Andra.


Andra terus mengendarai mobil mewahnya, bahkan hampir setiap bangunan - bangunan yang menjulang tinggi itu sudah ia lewati, dengan konsentrasi penuh pria berusia matang itupun mengendarai mobil mewahnya tanpa ada sedikitpun niat untuk mengurangi kecepatan laju mobilnya.


Drtt... drtt... drtt...


Terasa adanya getaran handphone miliknya yang terasa cukup mengusik, sehingga membuat Andra pun mulai ingin merogoh handphone nya itu, Andra tak ingin perjalanannya kali ini menjadi terganggu karena panggilan dari seseorang.


" Heh... ternyata Firly ". Gumam Andra.


" Iya, ada apa Fir? ". Sahut Andra setelah menjawab panggilan telepon nya.


" Halo Dra, pacarku ikut kemah ". Sahut Firly.


" Terus, apa hubungannya denganku? ". Sahut Andra.


" Memang tidak ada hubungannya dengan mu, tapi ada hubungannya dengan wanita pujaanmu itu si Dira, gara - gara dia Putri sampai ikut - ikutan kemah ". Sahut Firly.


" Apa?... jadi kamu menyalahkan Dira? ". Sentak Andra.


" Bukan menyalahkan, tapi kenyatannya Putri ikut berkemah karena mengikuti Dira, coba saja kalau Putri tidak ikut Dira berkemah sudah pasti malam ini aku bisa dinner dengan Putri ". Sahut Firly.


" Dasar bo*doh, Dira itu mahasiswa baru, sudah pasti dia akan mengikuti kemah wajib... ya sudah kamu jangan cerewet, saat aku sampai di lokasi kemah, aku akan langsung menyuruh anggota panitia untuk mengantar Putri pulang ". Sahut Andra yang merasa sangat kesal.


" Apa?, saat sampai di sana?... kamu mau ke lokasi kemah Dra? ". Tanya Firly dengan dugaannya.


" Iya ". Sahut Andra.


" Kenapa kamu tidak memberitahu Dra kalau kamu mau ke sana?, aku ikut ". Sahut Firly yang marah.

__ADS_1


" Apa katamu, kenapa kamu marah padaku Fir?, memangnya aku perlu memberitahu mu jika aku ingin ke lokasi kemah?, dasar bo*doh ". Sahut Andra.


Andra sudah benar - benar kesal dengan ucapan Firly.


" Ya sudah aku ingin ikut Dra, aku ingin menemui my baby ". Sahut Firly lagi.


" Terlambat, aku sudah di jalan, kalau kamu mau ke sana berangkat sendiri ". Putus Andra pada akhirnya.


Seusai mengucapkan kalimat terakhirnya itu, Andra pun langsung mematikan handphone nya. Andra benar - benar merasa dibuat kesal oleh sahabatnya itu, karena ulahnya mood nya menjadi berubah.


" Huft... ". Andra pun mencoba menghela nafasnya cukup dalam, setidaknya dengan cara ini emosinya yang sempat memuncak menjadi sedikit mereda.


Ada saja hal yang dirinya alami malam ini, padahal dirinya sudah begitu tak sabar ingin melihat Nadira, namun sahabatnya Firly malah membuat suasana hatinya menjadi buruk, dan akibatnya dirinya pun harus melakukan usaha ekstra agar emosinya kembali stabil.


*****


Malam yang telah menyelimuti sebagian dari bumi ini, terasa membawa ketenangan bagi setiap insan yang berada di sana.


Berada di tengah hutan dan duduk bersama di bawah pepohonan yang menjulang tinggi, memiliki kesan tersendiri bagi setiap mereka yang malam ini akan memulai beristirahat untuk pertama kalinya di masing - masing tenda mereka.


Untuk mengisi malam yang indah sebelum beristirahat, mereka meluangkan waktu untuk membawakan macam - macam lagu yang pernah di luncurkan oleh band - band ternama di tanah air.


Semua maba yang berada di bawah naungan hutan itu, nampak begitu sangat terhibur dengan lagu - lagu dari kakak kelas mereka.


Mereka semua begitu menikmati lagu - lagu yang dinyanyikan oleh kakak kelas mereka, hingga sudah sebanyak lima lagu yang telah dinyanyikan oleh mereka, sekarang saatnya lah bagi Adit sang ketua BEM akan menyanyikan lagu sebuah lagu, sekaligus lagu yang dibawakannya ini akan menjadi lagu terakhir yang akan menjadi pengantar tidur bagi semua maba.


Pok... pok... pok...


Riuhan suara tepuk tangan dari para mahasiswa itu terdengar cukup menggema di tengah - tengah hutan.


Siapa yang tak tahu seorang Adit, salah satu mahasiswa tampan dan juga pintar yang ada di kampus besar milik tuan Andra.


Ketampanan dan kepintarannya memang seringkali menarik perhatian bagi hampir semua mahasiswi yang ada di kampus itu.


" Ayo Adit semangat, aku sudah tidak sabar ingin melihatmu bernyanyi ". Seru Riska yang bersorak lantang diantara riuhan tepuk tangan itu.


Dengan berada di tengah - tengah para mahasiswa, Adit pun mulai memegang gitar miliknya itu dengan benar, dan itu menandakan jika dirinya sudah siap untuk bernyanyi.

__ADS_1


" Ayo Adit dimulai nyanyinya, tunggu apa lagi, ayo bernyanyi sekarang ". Seru salah seorang mahasiswa yang terdengar begitu lantang.


Adit tak langsung bernyanyi, pandangannya terarah pada sosok wanita yang memang semenjak dari awal dirinya bertemu sudah membuat Adit menaruh hati padanya.


Adit memandang wajah Nadira, ia memandang wanita yang dikaguminya itu yang saat ini berada diantara mahasiswi yang lain.


" Baiklah semuanya, malam ini aku akan membawakan sebuah lagu, dan lagu ini adalah lagu yang spesial, karena apa, karena lagu ini aku persembahan untuk orang yang spesial di hatiku ". Seru Adit dengan masih menatap Nadira.


Deg....


Pok.... pok.... pok....


Lagi - lagi semua mahasiswa itupun memberikan tepuk tangan mereka pada sang ketua BEM.


" Siapa orang yang spesial itu Dit?, katakan, siapa orang spesial yang kamu maksud itu? ". Seru Riska yang begitu penasaran.


Riska merasa nampaknya orang spesial yang dimaksud oleh Adit adalah dirinya.


Jika Riska merasakan hal yang demikian karena ucapan Adit, maka beda halnya dengan Nadira.


Saat ini Nadira malah merasa bingung dan tak nyaman dengan situasi ini, padahal awalnya terasa baik - baik saja, tidak, lebih tepatnya Nadira merasa aneh dengan sikap dan pandangan Adit.


Entah ini adalah praduga nya atau memang nyata, entah mengapa Nadira merasa jika memiliki perasaan yang tak biasa padanya, hal itu terlihat dari bagaimana sorot mata dari seorang laki - laki yang dirinya anggap sebagai kakak kelas yang begitu baik.


Jika apa yang dirasakan nya benar, itu artinya apa yang pernah dikatakan oleh sahabatnya Putri memanglah benar, Adit memang memiliki perasaan padanya.


" Malam ini, aku akan membawakan sebuah lagu dari Sami Simorangkir( Dia ) ". Ujar Adit.


Pok... pok... pok...


" Ayo Dit, cepat nyanyikan, kita sudah tidak sabar menunggu ". Ujar semua para mahasiswa itu.


Bersambung....


Maaf kakak - kakak, Author updatenya sedikit, tapi besok InsyaAllah, lebih dari seribu kata.


Mohon maaf lahir dan batin πŸ™πŸ™πŸ™.

__ADS_1


❀❀❀❀❀


🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2