Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Menyelamatkan Aida


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Keadaan di ruangan ini terasa semakin dingin saja, terlebih Andra, Celine dan juga Ria, tiga manusia itu saling menatap tajam.


Celine nampak mundur beberapa langkah, begitupun dengan Ria yang juga ikut mundur.


" Kalian, mau ke mana kalian hah?, jangan coba - coba kabur dariku ".


" Kalian, kepung mereka, jangan sampai mereka kabur dan membawa putriku cepat ". Teriak Andra pada para bodyguardnya.


" Jangan coba - coba kalian mendekat, sekali lagi kalian maju, aku pastikan Aida mati di tanganku ". Teriak Celine.


Sontak semua bodyguard Andra tak melanjutkan aksi mereka. Mereka bukannya tak bisa melawan Celine, hanya saja untuk saat ini keadaan memang sangat tak memungkinkan bagi mereka untuk banyak beraksi. Pistol yang dipegang oleh Celine berada tepat di belakang kepala Aida, dan jika sekali saja pelatuknya ditarik maka tamatlah riwayat nona Aida mereka.


Keadaan ini benar-benar sangat luar biasa berbahaya, jika satu kali saja salah bertindak, maka semuanya akan benar berakhir.


" Kenapa Andra?, kamu sangat takut kehilangan putrimu?, baguslah jika kamu memang sangat takut, kamu memang harus takut padaku, masih untung aku tidak langsung menembak putri kesayanganmu ini, seharusnya aku tembak saja dia biar dia tidur untuk selamanya ". Seru Celine.


" Celiiine... tutup mulutmu wanita biadap ". Teriak Andra.


" Kamu yang tutup mulutmu, masih untung aku membiarkan putrimu yang cerewet ini tetap hidup, apakah kamu tahu? akibat dari perbuatanmu yang sudah tega merampas perusahaan besar papaku membuat aku harus kehilangan dia, apakah kamu tahu itu Andra? ".


Deg...


" Hilangnya perusahaan besar papaku membuat dia shock dan terkena serangan jantung, apa kamu tahu apa yang terjadi setelah itu?, aku kehilangan papaku, gara-gara kamu papaku meninggal ".


Iya, semenjak papa Celine terkena serangan jantung dan dilarikan ke rumah sakit, tak butuh waktu begitu lama membuat papa Celine menghembuskan nafas terakhirnya. Karena dua perusahaan besar yang telah dirintisnya semenjak dari bawah hilang begitu saja membuat pria yang sudah lanjut usia itu tak mampu menahan rasa keterkejutannya sehingga menyebabkan dirinya meninggal dunia.


Celine yang pada kala itu sudah akan berniat untuk meminta maaf pada Andra telah berubah pikiran setelah sang dokter yang menangani papanya menyatakan jika papanya sudah menghembuskan nafas terakhirnya.


Rasa sedih, kehilangan, marah dan dendam telah bercampur aduk menjadi satu, sehingga dari itulah Celine bertekad ingin membalas dendam pada Andra. Celine ingin membuat Andra kehilangan orang yang dicintainya, namun membuang orang yang dicintainya secara sengaja akan terasa lebih menyakitkan, dan itulah yang akan dilakukan oleh Celine.


Celine ingin agar Andra menceraikan istrinya Nadira, apalagi saat ini Nadira sedang dalam keadaan mengandung, rasanya akan jauh lebih menyenangkan jika dapat memisahkan Andra dengan Nadira dalam keadaan di mana Nadira masih membutuhkan sesosok suami seperti Andra.


" Kamu harus mendapatkan balasan dari perbuatanmu itu Andra, kamu harus menceraikan istrimu Dira, dan sesuai kesepakatan kita, setelah selesai menceraikan istrimu, kamu baru akan ke tempat ini, sekarang mana bukti surat percerainmu dan juga bukti penyerahan kekuasaan kepemilikan perusahaan papaku?, mana? ". Ujar Celine.


" Andra, jadi kamu benar menceraikan istrimu?, demi wanita yang tidak waras ini?, apa kamu sudah gila Andra? ". Seru Firly.


Firly begitu sangat tak percaya jika Andra benar menceraikan istrinya Nadira hanya demi menuruti keinginan Celine.


Di mana akal sehat sahabatnya ini, mengapa bisa semudah itu mengikuti keinginan wanita yang sama sekali tak bisa dipercaya.


" Andra, jawab pertanyaanku, kamu benar sudah menceraikan istrimu?, Dra, Dira sedang hamil anakmu, dan kamu malah menceraikannya dalam keadaan seperti itu?, kamu benar-benar sudah tidak waras Andra ". Sungguh Firly begitu sangat tak habis pikir dengan sahabatnya ini.


Namun sahabatnya ini masih diam saja. Entah apa yang sudah terjadi pada Andra, semenjak mendengar papa Celine yang sudah meninggal dunia, membuat pria itu jadi tak mengeluarkan kata apapun lagi.

__ADS_1


Tap tap... tap tap... tap tap...


Sang bodyguard suruhan Andra berlarian menaiki tangganya, ia datang dengan membawa koper kecil yang berwarna hitam seperti yang disuruhkan oleh tuannya Andra.


" Tuan Andra, ini kopernya ". Ujar sang bodyguard dengan menyerahkan koper berwarna hitam itu pada tuan Andra nya.


Ada senyum kesenangan di raut wajah Celine dan Ria, dua wanita itu merasa sangat senang karena Andra benar menceraikan istrinya Nadira, iya, itu sudah pasti, karena di dalam koper itu berisi surat perceraian Andra dan juga surat pengalihan kekuasaan dua perusahaan milik papa Celine.


" Di dalam koper ini, sudah ada bukti - bukti surat yang kamu inginkan, sekarang serahkan putriku padaku ". Ujar Andra dengan sedikit mengangkat koper yang digenggamnya.


Dalam hal ini, tentu Celine tak ingin terkecoh. Baginya Andra adalah orang yang pandai menipu, bukan tak mungkin meski dirinya menyerahkan Aida, Andra malah tak memberikan kopernya.


" Aku akan menyerahkan Aida padamu, tapi kamu juga harus menyerahkan koper itu padaku ". Sahut Celine.


" Bukankah kopernya sudah ada di depan matamu?, sekarang turunkan pistolmu, aku janji, aku akan menyerahkan koper ini padamu, mana putriku?, serahkan dia padaku ". Ujar Andra dengan cukup panjang lebar agar Celine bisa percaya padanya.


Sesuai permintaan Andra, Celine benar menurunkan pistolnya itu, dengan tetap menggendong Aida yang masih terpejam, Celine mencoba melangkah untuk mendekati Andra.


Andra pun juga melangkah mendekati Celine, yang menjadi titik fokusnya adalah bagaimana agar dirinya bisa merebut putrinya Aida.


" Hati-hati Cel, jangan mudah tertipu dengan bos besar seperti Andra, dia sudah sering menipu lawannya, jangan sampai kamu tertipu juga ". Peringat Ria.


Sontak saja peringatan dari Ria membuat Celine jadi menghentikan langkahnya.


" Kenapa kamu berhenti?, apa kamu tidak percaya padaku?, aku tidak punya banyak waktu Celine ". Seru Andra.


" Kamu tidak akan menipuku kan Dra? ". Sahut Celine.


Andra sudah mulai kembali kesal dengan keadaan ini.


" Baiklah aku percaya ". Sahut Celine pada akhirnya.


Merasa tak perlu ada yang dikhawatirkan, membuat Celine kembali melanjutkan langkahnya.


Hingga pada akhirnya, Andra dan Celine berada tepat saling berhadapan.


" Kopernya sudah akan siap aku berikan padamu, sekarang serahkan putriku padaku ". Ujar Andra agar Celine segera memberikan putrinya.


Dan benar saja, Celine benar mendekatkan Aida pada daddynya, dan pada saat keadaan ini dengan begitu cepatnya Andra langsung meraih tubuh mungil putrinya dan membawanya pada dekapannya.


" Mana kopernya Andra? ". Teriak Celine.


" Ini... tidak perlu teriak di depanku wanita iblis ". Teriak Andra juga.


Andra sangat tak suka jika ada seseorang yang berteriak di depannya.


Setelah berhasil meraih tubuh mungil putrinya, dengan cepat Andra mundur.

__ADS_1


" Akhirnya daddy mendapatkanmu sayang ". Andra merasa begitu sangat lega karena akhirnya putri kecilnya telah berhasil kembali ke pelukannya, akhirnya dirinya bisa menyelamatkan putrinya.


Cuppp...


Diciumnya kening putrinya dengan cukup lama. Wajah putrinya Aida nampak terlihat pucat, bahkan banyak terdapat bekas tangan di kedua pipinya.


Andra merasa begitu sangat geram setelah mengetahui bagaimana keadaan putrinya. Apa yang sudah dilakukan oleh Celine dan juga Ria sehingga keadaan putrinya Aida menjadi seperti ini.


" Ayo Andra kita harus segera pergi dari tempat ini ". Ujar Firly.


Tak menunggu waktu lama, Andra benar langsung bergegas pergi dengan didampingi Firly.


Dua pria itu melangkah dengan terburu-buru menuruni anak tangga.


Andra dengan membawa putri kecilnya sudah berada di lantai bawah, sementara kelima bodyguardnya masih berada di lantai atas bersama Celine dan juga Ria.


" Kalian, kenapa kalian masih di sini hah?, sana pergi ikut tuan kalian ". Teriak Celine pada kelima bodyguard Andra.


Namun mereka tetap bertahan di posisi mereka.


" Kalian, kenapa kalian masih di sini?, cepat pergi dari sini ". Teriak Celine lagi.


" Sudahlah Celine, jangan pedulikan mereka, jika mereka sampai macam - macam, ya kamu tembak saja mereka dengan pistolmu ". Sahut Ria agar Celine tak terpengaruh dengan para bodyguard Andra yang masih bertahan di tempat ini.


" Kamu saja yang buka kopernya Ria, aku akan berjaga-jaga agar mereka tak macam - macam ". Sahut Celine pada akhirnya dengan menyodorkan koper hitam itu pada Ria.


Tak membutuhkan waktu lama, Ria pun akhirnya benar mulai membuka koper itu. Dua wanita yang sempat berseteru dengan Andra merasa begitu sangat penasaran dengan isi kopernya.


Hingga pada akhirnya, Ria pun benar membuka koper itu.


Deg...


Dan betapa terkejutnya mereka kala mengetahui bagaimana isi kopernya. Ternyata di dalam koper itu kosong, tak ada surat - surat bukti seperti yang Andra katakan.


" Kurang ajar, kamu sudah menipuku Andraaa... ". Teriak Celine.


Plakk... brakk...


Koper itupun jatuh tengkurap.


Celine memperhatikan Andra yang sudah tak lama lagi akan sampai di pintu keluar. Tak ingin kehilangan jejak Andra, membuat wanita itu langsung mengarahkan pistolnya pada Andra.


" Rasakan ini Andraaa... ".


Dorr... dorr... dorr...


Bersambung...........

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


❀❀❀❀❀


__ADS_2