Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Bernasib Malang


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Akhirnya setelah hampir mengitari wilayah di ibu kota, pria yang mendapat mandat dari sang istri ini telah tiba di rumahnya.


Dengan senyuman yang penuh kebahagiaan Andra melangkah dengan percaya diri memasuki rumahnya dengan membawa makanan yang diinginkan oleh istrinya, apalagi yang diinginkannya jika bukan sate bumbu semangka seperti yang dimintanya.


" Sayang, sayang, aku datang ". Seru Andra tersenyum senang dengan memanggil - manggil istrinya.


Ceklek...


Hingga pada akhirnya Andra pun membuka pintu kamarnya itu.


" Sayangku istriku, putriku, aku datang ". Seru Andra.


" Daddy, daddy sudah datang? ". Dengan senyuman yang begitu sumringah Aida menuruni ranjang kasur kedua orang tuanya sebelum akhirnya berhambur memeluk daddy nya.


Cup... cup... cup...


" Umm, tumben putri daddy seperti ini?, kamu sedang tidak merencanakan sesuatu kan sayang? ". Seru Andra pada putri kecilnya.


" Ih, melencanakan sesuatu apa sih daddy?, Aida kan lindu daddy, bukannya senang kalna sudah Aida peluk, daddy malah tanya yang aneh - aneh ". Aida pun menjadi tersinggung dengan ucapan daddy nya.


" Huum, putri daddy ini sensitif sekali, daddy kan hanya bertanya sayang ". Sahut Andra.


" Ya sudah sini, daddy gendong kamu sekarang ". Dengan lembut Andra membawa tubuh mungil putrinya itu ke dalam gendongannya.


" Sayang, kenapa kamu tidak menyambut ku hum? ". Kali ini istrinya lah yang Andra tanyakan.


Cup... cup... cup...


Sudah menjadi kebiasaan Andra yang akan selalu mencium wajah istri tercintanya ketika sudah selesai pulang dari kerja.


" Kan sudah ada putri kita yang menyambutnya mas, jadi sama saja mau aku ataupun Aida yang menyambut kedatangan mas ". Sahut Nadira dengan begitu santainya.


" Hum, begini ternyata ya, kamu sekarang sudah mulai dingin padaku, awas saja kamu sayang, nanti malam aku tidak akan memberi ampun padamu, nanti malam aku akan memakan mu habis - habisan sayang ". Sahut Andra dengan tersenyum licik pada istrinya.


Mendengar jawaban itu dari suaminya seketika itu membuat Nadira menjadi bergidik ngeri sendiri. Bagaimana nasibnya nanti jika suaminya Andra benar - benar menggempur nya habis - habisan, entahlah, Nadira tidak tahu, padahal dirinya tidak ikut turun untuk menyambut kedatangan suaminya adalah karena kakinya masih terasa sakit dan tidak memungkinkan untuk melangkah dengan baik.


" Daddy, mana satenya, katanya daddy membelikan bunda sate? ". Seru Aida.


" Iya mas, mana, aku ingin melihat sate pesanan ku ". Pinta Nadira.


" Baguslah kalau kamu mengingatnya sayang, giliran sate saja kamu begitu bersemangat ingin melihatnya, tapi giliran menyambut kedatangan ku kamunya malah diam, dasar ".


" Ini, ini satenya, kamu harus menghabiskan sate ini sayang, jangan sampai ada yang tersisa, apa kamu tahu kenapa?, karena demi mendapatkan sate keinginanmu ini aku sampai harus mengitari ibu kota ". Sahut Andra dengan rautnya yang dibuat sok kesal.


Nadira hanya bisa tersenyum garing mendengarnya, ternyata suaminya Andra sampai segila itu dalam mencari makanan yang diinginkannya. Entahlah Nadira sendiri juga tak tahu mengapa dirinya menginginkan sate dengan bumbu yang tak biasa, lidahnya begitu sangat ingin memakan sate dengan bumbu semangka, bahkan rasanya dirinya tidak akan bisa tenang sebelum akhirnya benar memakan sate itu.


" Aku buka sekarang ya mas ". Sahutnya dengan tersenyum.


" Ayo - ayo bunda buka Aida sangat penasalan sama satenya ". Rupanya bukan hanya Nadira yang begitu penasaran dengan satenya, Aida sendiri bahkan lebih penasaran.

__ADS_1


Hingga pada akhirnya, Nadira benar membuka bungkus sate itu dan melihat isinya.


Dan ternyata sangat disayangkan, setelah melihatnya, mendadak perasaan Nadira menjadi tak suka.


Nadira tak tertarik dengan sate yang dibawakan oleh suaminya. Raut wajahnya yang awalnya terlihat senang kini malah menjadi masam karena ternyata sate yang diinginkannya tak sesuai dengan ekspektasinya.


" Bunda, telnyata sepelti ini satenya? ". Seru Aida.


" Iya sayang satenya seperti ini ". Sahutnya dengan raut kecewanya.


" Ada apa sayang?, ini kan sate yang kamu mau? ". Tanya Andra.


Nadira tak menyahuti pertanyaan suaminya, yang ada dirinya malah mencium dari aroma sate itu.


" Ada apa sayang?, apa ada yang aneh dengan satenya? ". Tanya Andra lagi.


" Ini mas satenya, mas Andra saja ya yang makan ". Sahutnya dengan menyodorkan sate itu pada suaminya.


" Loh sayang kenapa?, katanya kamu sangat menginginkan sate ini, terus kenapa kamu tidak memakannya sayang? ". Andra menjadi bingung dengan tingkah istrinya.


" Iya aku memang ingin mas, tapi hanya ingin mencium aromanya saja, sekarang aku mau mas Andra yang memakan satenya ". Sahut Nadira.


" Apa sayang?, kamu hanya ingin mencium aroma satenya, bukan mau memakannya? ". Andra menjadi tak habis pikir dengan istrinya.


" Hihihihi... iya mas, dan sekarang aku mau mas Andra yang memakan satenya, aku ingin lihat mas Andra memakan sate ini, mau ya mas ". Sahut Nadira dengan cengengesan.


" Hah... ". Andra menghela nafasnya dengan cukup dalam.


" Daddy daddy, ayo makan satenya, Aida juga mau lihat daddy makan sate ini, kalau lasanya enak Aida juga mau memakannya ". Ujar Aida yang ikut menimpali.


" Iya mas coba mas Andra yang makan ya, kalau rasanya enak, aku juga akan memakannya, serius mas ". Timpal Nadira juga.


" Ya Tuhan, kalian ini sengaja ingin menjebak ku ya?, tidak aku tidak mau memakannya ". Andra pun menolaknya.


" Ayolah mas, kali ini saja ya, aku ingin lihat mas Andra memakan sate ini, aku ingin melihatnya, mau ya mas ". Sahut Nadira bahkan rautnya dibuat menjadi sedikit memelas.


Habis sudah, Andra menepuk jidatnya sendiri. Apa yang terjadi pada istrinya, mengapa istrinya jadi menginginkan hal - hal yang aneh seperti ini. Yang benar saja, apa iya dirinya harus memakan makanan yang aneh seperti ini.


" Sayang, please deh, jangan menyuruhku memakan sate ini sayang, yang benar saja, ini kan makanan yang sangat aneh ". Sahut Andra.


Andra tidak ingin memakan sate dengan bumbu semangka ini.


" Jadi mas Andra menolaknya?, ya sudah kalau begitu ". Kesalnya dan Nadira malah menjadi berbalik badan dan merebahkan tubuhnya. Nadira tak suka dengan penolakan dari suaminya.


" Sa-sayang, baiklah, iya - iya, aku akan memakan satenya kamu jangan kesal ya ". Sungguh Andra sangat bingung dengan situasi ini.


" Ya ayo makan daddy, lihat kan bunda jadi sedih, daddy sih tidak mau nulut sama bunda ". Bukan Aida namanya jika tak suka memasang badan untuk bundanya.


Andra sudah pasrah, beginilah jadinya jika tak segera mengabulkan keinginan istri tercintanya, bahkan putrinya Aida sama sekali tak membantunya dan malah lebih mendukung bundanya.


" Iya - iya baiklah, ayo lihatlah sayang, aku sudah ingin memakan sate ini, ayo bangunlah sayang, jangan kesal padaku ". Seru Andra dengan menggoyang - goyangkan lengan istrinya.


Dan benar saja, Nadira benar - benar bangkit dari posisinya. Sangat nampak jelas raut kesenangan kembali muncul berseri pada wajah cantiknya.

__ADS_1


" Asyiiik... akhilnya daddy mau makan juga, ayo daddy makan satenya, kita mau lihat ". Aida sangat memberikan dukungan pada daddy nya.


Dukungan?, benarkah dukungan, ini dukungan atau malah membuat daddy nya rugi.


" Kalian senang rupanya ya?, heh, dasar kejam, bunda dan anak sama saja ". Kesal Andra.


" Hahahaha... iya dong daddy, kan Aida anaknya bunda, iya kan bunda? ". Senang Aida.


" Iya sayang benar ". Sahut Nadira.


Rasanya begitu sangat berat untuk dilakukan, namun harus bagaimana lagi mau tidak mau dirinya harus benar memakan sate ini.


" Ya Tuhan, dari aromanya saja sudah membuatku ingin muntah, kalau tahu begini, seharusnya aku tidak perlu membeli sate seperti ini, sayang sekali, hari ini kamu harus bernasib malang Andra ". Batin Andra yang merasa miris dengan nasibnya sendiri.


Dengan harap - harap cemas Andra pun mulai memakan sate itu dan mengunyah nya secara perlahan, namun...


" Huekk... huekk... uhuk... uhuk... huekk... hah sial huekk... ".


" Hahahaha.... hahahaha... ".


Nadira dan putrinya Aida menjadi tertawa terbahak setelah melihatnya. Mereka tertawa lantaran merasa sangat lucu dengan yang dilihatnya.


" Huekk... huekk... huekk... ".


Andra tak mampu memakan sate yang rasanya begitu sangat aneh ini, dirinya ingin memuntahkan semuanya, tak kuat dengan rasa mual ini, Andra pun langsung berlari untuk menuju ke kamar mandinya.


" Hahahaha... ". Sepasang bunda dan putrinya itu masih tertawa dengan begitu kencangnya.


Entah mengapa keduanya bisa tertawa hingga sekeras ini, bukannya merasa kasihan pada Andra yang sudah menjadi korban mereka, mereka malah tertawa senang karena sudah berhasil membuat Andra menjadi menderita seperti itu. Nampaknya penderitaan Andra menjadi kesenangan tersendiri bagi bunda dan putrinya ini.


" Hahahaha... bunda daddy kasihan tapi lucu hahahaha... ".


" Iya sayang, daddy memang lucu hihihihi... sudah ya kita tertawanya kasihan sama daddy, pasti daddy sedang mual - mual di dalam sana ". Sahut Nadira.


" Hahahaha... ".


" Hihihihi... iya bunda ". Sahut Aida.


" Ayo sayang kita lihat daddy ". Ajak Nadira.


" Ayo bunda ". Sahut Aida.


Setelah merasa sangat puas menertawai Andra, barulah keduanya ingin melihat keadaannya.


Sungguh malang nasib Andra hari ini, dirinya yang sudah bersusah payah mencari sate yang tak biasa itu, dirinya pulalah yang mendapatkan perlakuan tak biasa. Tak biasa dengan sikap istri dan anaknya, dan tak biasa pula karena harus mual - mual.


Entah apa yang terjadi pada Nadira dan juga si kecil Aida, nampaknya sepasang bunda dan putrinya itu begitu sangat kompak ingin mengerjai Andra.


Bersambung.........


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


❀❀❀❀❀

__ADS_1


__ADS_2