Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Hari Ulang Tahun Aida


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Hamparan langit malam sudah cukup lama menyelimuti setiap celah kota. Malam yang cukup memberikan ketenangan ini, terasa cukup nyaman bagi hampir setiap penghuni rumahnya. Dan hal itulah yang kini dirasakan oleh dua orang gadis yang sedang menikmati kebersamaan mereka di dalam kamar.


Seperti kebiasaan yang biasa mereka lakukan, saat ini kedua gadis itu sedang sibuk membaca untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan, yang membedakan hanyalah tempat duduk mereka saat ini, yang satu duduk dengan menyandarkan punggungnya di sandaran kasur, sedangkan yang satunya lagi duduk di tempat duduk yang dibuat khusus belajar.


Putri mulai berpindah dari meja belajarnya, entah apa yang ingin dilakukan oleh gadis itu, dan dengan mengendap - ngendap, gadis itupun mulai mendekati Nadira.


" Astaghfirullah, Put, apa yang kamu lakukan ". Pekik Nadira setelah tiba - tiba saja Putri menarik buku yang dibacanya.


" Berhenti dulu membacanya Dir, ada yang ingin aku tanyakan sama kamu ". Sahut Putri sembari meletakkan buku Nadira di meja tempat belajarnya.


" Kamu mau tanya apa sih Put, kenapa buku ku sampai di pindah, kan aku masih belum selesai bacanya ". Sahut Nadira.


Nadira merasa tak habis pikir dengan sahabatnya, sebenarnya ada hal penting apa yang ingin Putri tanyakan pada dirinya, dan nampaknya ini terlihat serius. Lalu Putri pun duduk di samping Nadira.


" Ada apa Put, kenapa sepertinya serius sekali? ". Seru Nadira lagi.


" Dir, kamu harus jujur padaku, sebenarnya apa yang sudah terjadi antara kamu dengan tuan Andra? ". Tanya Putri pada akhirnya.


Seketika itu tubuh Nadira menjadi menegang dengan tatapannya yang langsung menatap bulat pada Putri. Nadira cukup tertegun dengan pertanyaan sahabatnya, apakah Putri sudah mengetahui jika hubungannya dengan Andra sudah kandas.


" Jadi benar, kamu ada masalah dengan tuan Andra ". Lanjut Putri lagi karena itulah yang bisa dirinya terka dari sikap diam Nadira.


" M-masalah apa sih Put, sepertinya pikiran mu saja yang terlalu overthinking ". Sahut Nadira terbata dengan pandangannya yang mengelak dari pandangan Putri.


" Kamu tidak usah berbohong dari ku Dir, pandangan mata mu sudah menunjukkan semuanya, kalau kamu memang berani berkata jujur, kamu tidak akan mengalihkan pandangan mu Dir ". Sahut Putri yang berhasil membuat Nadira tak berkutik.


Haruskah dirinya mengatakan sekarang jika hubungannya dengan Andra sudah berakhir. Ya, mungkin memang sekarang saatnya lah dirinya mengakui semuanya, toh cepat atau lambat, Putri akan mengetahuinya juga.


Untuk sejenak Nadira mengambil nafas agar dirinya merasa lebih tenang.


" Sebenarnya, hubunganku dengan mas Andra, sudah berakhir Put ". Sahut Nadira pada akhirnya.


Deg...


" Apa? ". Pekik Putri yang begitu sangat terkejut.


" Kamu putus dengan tuan Andra Dir? ". Pekik Putri lagi.


Dan Nadira pun mengangguk, Putri begitu sangat terkejut dan tak percaya akan apa yang didengarnya, jadi hubungan sahabatnya dengan kekasihnya sudah berakhir, tapi bagaimana bisa, bukankah selama ini hubungan Nadira dengan tuan Andra terlihat baik - baik saja.


" Tapi bagaimana bisa hubunganmu dengan tuan Andra bisa berakhir Dir, apa yang terjadi, kenapa hubungan kalian bisa kandas seperti ini? ". Seru Putri lagi namun kali ini nadanya sudah sedikit redah.


Nadira menunduk, mendengar pertanyaan Putri yang ini, entah mengapa membuat hatinya menjadi sedikit tak kuasa untuk mengungkapkan nya. Bahkan kini, kedua bola matanya sudah nampak mulai berkaca - kaca.


" Dira ada apa?, apa tuan Andra menyakiti mu? ". Seru Putri lagi.

__ADS_1


Putri merasa sangat khawatir dengan sahabatnya, jangan - jangan dugaannya memang benar, jika tuan Andra memanglah benar menyakiti Nadira.


" Dir jawab aku, apa benar tuan Andra menyakiti mu? ". Tanya Putri lagi dengan mengangkat wajah sahabatnya yang menunduk itu.


" Seharusnya aku sudah menyadarinya dari awal, jika wanita sepertiku, sama sekali tak pantas untuk laki - laki seperti mas Andra ". Sahut Nadira, bahkan kini air matanya benar - benar terjatuh.


Nadira masih begitu tak kuat jika mengingat bagaimana Andra merendahkan tentang statusnya disaat dengan sahabatnya, mungkin di depan Andra dirinya masih berusaha untuk menahan air matanya agar tak terjatuh, namun tidak jika di tempat yang lain, jika mengingat semua perkataan Andra, benar - benar membuat hatinya terasa begitu sakit, dan Nadira pun merasa tak sanggup jika harus menahan air matanya.


" Dira, apa maksudnya kamu mengatakan seperti itu, memangnya apa sih yang dilakukan oleh tuan Andra, kenapa kamu sampai menangis seperti ini? ". Seru Putri yang semakin menjadi bingung.


Dengan berusaha menguatkan hatinya, Nadira mulai mengusap lelehan air matanya yang sempat terjatuh. Dengan perlahan gadis yang berparas cantik itupun mulai mencoba menghela nafasnya.


" Mas Andra ingin menjalin hubungan denganku hanya karena agar aku tetap menjadi bunda bagi Aida, mas Andra tidak benar - benar bersungguh - sungguh ingin menjalin hubungannya denganku Put ".


" Aku baru mengetahuinya disaat tanpa sengaja mendengar percakapan mas Andra dengan temannya, mas Andra mengatakan jika wanita yang berstatus sebagai janda sepertiku sama sekali tak termasuk pada jajaran wanita idaman untuk laki - laki seperti mas Andra ". Jelas Nadira pada akhirnya.


Deg...


" Aku bukanlah wanita yang pantas untuk mas Andra, aku janda Put, dan mas Andra tidak menginginkan seorang janda, apalagi janda yang sudah memiliki seorang anak ". Lanjutnya lagi.


Putri pun langsung memeluk sahabatnya itu. Putri merasa tak kuasa setelah mendengarkan semuanya. Ternyata selama ini, sahabatnya hanya dimanfaatkan saja, mengapa sampai setega itu, sebegitu rendahnya kah status seorang janda hingga tak ada orang yang tulus untuk menjalin hubungan dengannya, bahkan dengan begitu tega memanfaatkan sahabatnya yang berstatus janda ini sebagai pion untuk kebahagiaan orang lain.


Putri merasa sedih, benar - benar sangat merasa sedih, ternyata sahabatnya Nadira, bahkan hingga detik ini, tak pernah benar - benar merasakan kebahagiaan dan kasih sayang yang tulus dari orang - orang yang sudah jelas memiliki hubungan dengannya, hanya dirinya dan ibunya sajalah yang tulus pada Nadira.


" Kasihan sekali kamu Dira, dari kecil hingga sekarang, kamu tidak benar - benar mendapatkan kasih sayang ya tulus, bahkan hanya dimanfaatkan ". Batin Putri yang begitu sangat sedih.


Putri masih memeluk sahabatnya itu, meski sudah sering tersisih dari semenjak masih kecil, bahkan di saat menjalin hubungan dengan pasangannya selalu dimanfaatkan, Nadira masih bisa bersabar, bahkan dirinya tak ada niat sedikitpun untuk membalas perbuatan mereka.


Jujur sebenarnya Putri sangatlah kesal pada sosok tuan Andra, bisa - bisanya seorang tuan Andra yang begitu terhormat dan disegani oleh banyak orang bisa melakukan hal yang rendahan seperti ini, memanfaatkan seorang wanita hanya untuk kesenangannya sendiri.


Meski berniat baik yaitu untuk kebahagiaan putrinya, namun bukan berarti jika dirinya sampai memanfaatkan seseorang dan mengikatnya dengan hubungan palsu seperti ini.


Lalu Putri pun mulai melepas pelukannya dari Nadira.


" Dir, aku tidak tahu harus berkata apa lagi, dan baguslah jika kamu sudah mengetahui semua niatan tuan Andra sebelum hubungan kalian terus lanjut lebih jauh lagi ".


" Tapi sepertinya, kamu sudah mulai jatuh hati pada tuan Andra, jika tidak, kamu tidak akan mungkin sampai se kecewa ini ". Ujar Putri setelah mengetahui semuanya.


Nadira terdiam, memang benar apa yang dikatakan oleh sahabatnya Putri jika dirinya sudah jatuh hati pada Andra, bahkan dirinya sudah mencintai Andra.


" Sebenarnya mas Andra ingin memperbaiki hubungan kita Put, tapi aku menolaknya ". Sahut Nadira yang mengungkapkan hal yang belum diceritakan nya.


" Apa?, ingin memperbaiki?, maksudmu tuan Andra ingin kembali lagi setelah hubungan kalian putus? ". Sahut Putri yang begitu tak menyangka.


" Humm ". Sahut Nadira.


" Terus kamu jadi menerimanya Dir? ". Tanya Putri yang nampak sedikit khawatir.


Nadira terdiam, dan setelah itu, barulah dirinya menggeleng.

__ADS_1


Sikap diam dan gelengan dari sahabatnya ini bisa Putri pahami jika, pasti sahabatnya ini masih begitu mengharapkan tuan Andra, namun ia menolak.


" Aku tidak tahu harus memberikan solusi apa padamu Dir, namun yang pasti, aku tidak ingin jika kamu sampai mengalami luka yang sama ".


" Sudah cukup dua orang pria yang hanya memanfaatkan mu, jangan lagi ada pria yang lain yang kembali melakukan itu ".


" Lebih baik kamu fokus saja pada kuliahmu Dira, kamu wanita yang pintar dan bisa meraih segudang prestasi, jadi, lebih baik kamu fokus saja pada kuliahmu ". Sahut Putri pada akhirnya dengan segala nasihatnya.


Nadira pun mengangguk, benar memang saran yang diberikan oleh sahabatnya. Meski Putri sudah memberikan nasihat seperti itu, namun jauh di lubuk hatinya Putri menangis akan nasib sahabatnya. Dirinya sangat marah dan tersenyum miris ketika mengingat semuanya.


Putri masih mengingat bagaimana tuan Andra mengaku di depan semua orang di kampus jika Nadira adalah kekasihnya, ternyata, itu semua adalah tipu muslihat nya untuk mengikat Nadira agar tak dimiliki oleh pria lain.


*****


Hari - hari masih terus berlalu dengan menyisakan banyak kenangan manis dan juga pahit. Sudah beberapa hari ini baik Andra maupun Nadira sendiri sudah tak saling bertemu, semenjak Nadira yang pernah meminta untuk tak menjemputnya lagi, semenjak itu pula Andra sudah tak pernah menjemputnya, jangankan hanya sekedar menjemput, untuk berkunjung ke rumah Nadira sekalipun, sudah tak pernah Andra lakukan lagi.


Bahkan disaat hari ulang tahun putrinya Aida sudah tiba, tak ada sekalipun niat bagi Andra untuk menjemput Nadira. Ya, hari ini adalah hari ulang tahun Aida, Aida Becham Salim, putri kecil dari seorang Andra Becham Salim.


Pesta ulang tahun masih terus berjalan dengan sangat meriah, bahkan meski malam sudah mulai tiba, tak menyurutkan kemeriahan dari pesta ulang tahun ini.


Para tamu undangan dan juga rekan kerja Andra juga tak lupa hadir dalam acara pesta ulang tahun putri dari rekan kerjanya, bahkan termasuk Firly sahabat dekatnya telah siap siaga semenjak dua hari yang lalu telah berada di sana.


" Tuan Andra, putri anda sangat cantik dan menggemaskan, putri anda sangat mirip dengan anda tuan ". Seru dari salah seorang rekan kerja Andra.


" Terima kasih tuan ". Sahut Andra.


Aida yang berada di tengah - tengah mereka sungguh merasa sangat bosan, bahkan meski uncle Firly nya berusaha menghiburnya tetap saja, gadis kecil itu sama sekali tak tertarik.


Aida lalu melangkahkan sepasang kaki mungilnya itu untuk mendekati pintu masuk dengan meninggalkan daddy nya yang masih sibuk dengan teman - temannya sendiri.


" Non, nona Aida mau ke mana? ". Seru bi Sari yang mendapati Aida nampak berdiri di dekat pintu.


" Aida nunggu bunda bibi, tapi bunda kenapa belum datang juga ya? ". Sahut Aida dengan rautnya yang nampak sedih.


" Halo Aida, kita main yuk, di sana banyak mainan, dan banyak balon juga ". Seru salah seorang gadis kecil yang tak lain adalah anak dari salah satu rekan kerja Andra.


" Telima kasih kakak, tapi Aida masih nunggu bunda ". Tolak Aida dengan lembut.


Bi Sari yang melihat bagaimana nona Aida nya begitu sangat menantikan kedatangan Nadira, merasa sangat miris dibuatnya. Di dalam hatinya bi Sari menangis harus melihat gadis kecil yang masih begitu sangat membutuhkan kasih sayang dari seorang ibu begitu nampak memelas mengharapkan kedatangan bunda nya.


Bi Sari sendiri tak mengerti, mengapa nona Nadira nya tak pernah berkunjung ke rumah ini lagi.


" Kasihan sekali kamu non ". Batin bi Sari.


Dengan masih setia si kecil Aida menunggu kedatangan bunda nya. Aida masih begitu sangat ingat jika bunda nya sudah berjanji akan datang saat pesta hari ulang tahunnya, bahkan sampai detik ini, semenjak sudah masuk sore, tak sedikitpun niat bagi Aida untuk mengganti gaun yang dipakainya, karena gaun yang dipakainya adalah gaun pemberian bunda nya.


" Bunda, kenapa bunda belum datang juga ya, kan bunda sudah janji akan datang ke ulang tahun Aida ". Batin Aida yang mulai sedih.


Bersambung..........

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™β€β€β€β€β€


🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2