Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Nadira Demam (21+)


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Cucuran keringat telah membanjiri sepasang insan anak manusia yang saat ini masih larut dalam kegiatan panas yang penuh dengan kenikmatan.


Keduanya larut dalam keintiman nikmatnya surga dunia. Seolah tak pernah puas, keduanya melakukannya lagi dan lagi.


Ini sudah penyatuan yang ketiga kalinya Andra lakukan. Seolah tak pernah puas Andra menginginkannya lagi dan lagi. Entah sudah berapa banyak benihnya yang masuk ke dalam rahim istrinya Nadira, sudah tak terhitung berapa banyak jumlahnya.


Sementara Nadira sendiri jangan ditanya, tubuhnya sudah benar - benar lemas tak berdaya akibat dari ulah suaminya yang masih terus menggagahinya. Entah kapan suaminya Andra akan berhenti padahal malam sudah semakin sangat larut. Nadira hanya berharap semoga esok dirinya masih bisa terbangun di waktu subuh.


*****


Pancaran sinar yang tak terlalu terang benderang nampaknya telah menembus dan melewati celah sempit yang sedikit tak tertutup oleh kain gorden.


Sinar itu berhasil masuk ke celah kecil kaca jendela sehingga pancaran cahaya yang hanya setitik itu telah mampu menghantarkan kilauannya pada sang tuan yang nampaknya masih benar - benar belum sepenuhnya tersadar.


Andra menjadi sedikit terusik tidur nyenyak nya kala pancaran cahaya itu mengenai dan dengan menyilaukan wajah tampannya.


Merasakan adanya hal itu, dengan perlahan namun pasti Andra pun mulai membuka kedua kelopak matanya itu.


" Emhh... ". Lenguh Andra kala dirinya sudah benar - benar tersadar dari tidurnya.


" Apa?, ini sudah pagi? ". Lirihnya.


" Aku sudah kesiangan ". Lanjutnya lagi.


Andra sudah terbangun dari tidurnya, dan lebih parahnya dirinya dan juga istrinya Nadira telah melalaikan kewajiban subuhnya.


" Ya Tuhan, aku sudah terlewat waktu subuh ini ". Andra mengusap dengan kasar wajahnya.


Andra sangat menyayangkan dengan apa yang sudah terjadi, akibat dari pergulatan panjangnya semalam membuatnya sampai kebablasan dalam menunaikan kewajibannya. Bahkan istrinya Nadira lebih parah dari dirinya yang juga kesiangan.


" Maafkan aku sayang, gara - gara perbuatan ku semalam, kamu masih tak sadarkan diri seperti ini, pasti kamu kelelahan ".


Cup... cup...


Deg...


Andra membelalakkan kedua bola mata birunya. Andra begitu sangat tersentak kaget kala bibirnya merasakan hawa panas dari kening Nadira.


" Ya Tuhan, sayang ". Andra pun langsung terjaga dari posisinya sebelum akhirnya menyentuh kening istrinya itu.


" Ya Tuhan, sayang, kamu demam, sayang... ". Andra sudah begitu sangat khawatir dibuatnya.


Diraba - rabanya kening, kedua pipi, leher, bahu dan kedua lengan istrinya itu yang semuanya dirasa sangat panas. Suhu tubuh Nadira terasa begitu panas.

__ADS_1


" Sayang, sayang, buka matamu, jangan membuatku khawatir ". Serunya dengan menepuk - nepuk lembut kedua pipi Nadira.


Rasa bersalah begitu menyelimuti relung hati Andra. Istrinya Nadira sampai mengalami kondisi seperti ini adalah karena perbuatannya. Karena ulahnya semalam yang terus menggagahi istrinya, akibatnya Nadira menjadi demam seperti ini.


" Sayang, sayang, buka matamu, kamu bisa mendengarku kan? ". Seru Andra lagi.


Dan benar, tak lama dari itu, Nadira pun mulai membuka kedua kelopak matanya.


Cup... cup... cup...


" Maafkan aku sayang, gara - gara perbuatanku kamu sampai harus seperti ini ". Seru Andra dan hanya direspon dengan kedipan mata oleh Nadira.


Andra sungguh sangat merutuki dirinya sendiri, akibat dari dirinya yang terlalu bernafsu menyebabkan istrinya sampai bernasib seperti ini.


Setelah cukup lama berpuasa dari kenikmatan surgawi, membuatnya menjadi lupa diri setelah merasakannya kembali. Seharusnya dirinya harus ingat jika istrinya Nadira masihlah belum begitu berpengalaman, namun dirinya malah mengajak istrinya berhubungan badan seolah istrinya Nadira sama berpengalaman nya seperti dirinya.


*****


Gadis kecil dengan paras cantiknya ini merasa sangat marah hingga ke tingkat dewa. Ia marah lantaran daddy nya sudah melakukan kecurangan karena telah berani menculik sang bunda tercintanya. Apalagi kemarahannya semakin parah setelah mengetahui akan kondisi bunda nya.


Pagi ini, api amarahnya telah benar - benar meledak. Percuma saja tadi malam dirinya tidur bersama dengan sang daddy dan juga bundanya jika pada akhirnya dirinya ditinggalkan tidur seorang diri.


" Daddy benal - benal nakal, kenapa daddy culang telus sama Aida?, kan Aida sudah katakan, bunda ini bundanya Aida, kalau daddy mau apa - apa sama bunda, daddy halus ijin dulu sama Aida, tapi sekalang apa, daddy malah bawa bundanya Aida tidul di sini ". Aida begitu sangat marah layaknya orang dewasa yang sedang marah.


Andra tak tahu harus menjawab bagaimana ocehan dan kemarahan putrinya, belum tahu akan kondisi bundanya saja putrinya Aida sudah sangat marah seperti ini, apalagi kalau Aida sampai tahu jika bundanya sakit karena perbuatannya, bisa - bisa putri kecilnya ini tidak akan memaafkan kesalahannya.


" Telus kenapa bundanya Aida kok tidak bangun - bangun?, apa bunda tidak dengal kalau Aida sedang malah?, menyebalkan, semuanya sangat menyebalkan ". Aida sudah tak bisa menerima semua ini.


Aida merasa sudah ditipu, apalagi oleh daddy nya. Karena masih begitu sangat marah pada daddy nya karena sudah berani kembali bermain curang darinya, Aida pun akhirnya memutuskan untuk keluar saja dari kamar ini. Semakin lama di ruangan ini, semakin membuat suasana hatinya semakin panas saja.


" Sayang, putri daddy mau kemana kamu? ". Seru Andra.


" Telselah Aida mau kemana, bukan ulusan daddy ". Sahutnya.


Hingga akhirnya Aida pun benar - benar sudah keluar dari ruangan kamar ini.


Andra sudah benar - benar tak bisa berbuat apa - apa lagi, putri kecilnya Aida sudah sangat marah padanya. Dan sepertinya akan sangat sulit jika dirinya bisa mengambil hati putri kecilnya itu kembali. Apalagi saat ini istrinya Nadira sedang sakit, yang pastinya akan membuat situasi ini semakin sulit.


" Ini gara - gara kebodohan mu sendiri Andra, tidak - tidak, kamu tidak bodoh, hanya saja terlalu bersemangat, akhirnya seperti inikan jadinya ".


" Tapi ya sudahlah, lebih baik kamu menunggu kedatangan dokter Budi yang akan segera memeriksa keadaan istrimu, maafkan aku sayang ". Ujar Andra panjang lebar dengan segala rasa bersalahnya.


Sementara di lantai dasar, si kecil Aida sedang duduk dengan rautnya yang masih terlihat sangat kesal. Gadis kecil itu masih terbelenggu oleh rasa emosinya.


Hal ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi, ketika ada sesuatu yang tak disenangi oleh putri kecil dari Andra ini memang akan seperti ini, namun ini tidak akan berlangsung lama, ada kemungkinan di hari esok suasana hati Aida sudah akan kembali tenang seperti sedia kala.


" Halo selamat pagi ". Seru sapa suara seorang pria yang sangat Aida kenali siapa pemilik suara itu.

__ADS_1


" Selamat pagi Aida ". Seru Putri.


" Uncle Filly, aunty Putli ". Pekik Aida.


" Iya sayang uncle datang ". Sahut Firly sebelum akhirnya dirinya mendekati Aida.


" Uncle... ". Serunya manja dengan kedua tangan mungilnya yang diangkat ke atas.


" Oh, keponakan uncle kamu rindu ya? ". Sahut Firly lalu ia pun menggendong tubuh mungil Aida.


" Ada apa?, kenapa wajah Aida terlihat lesu seperti ini? ". Tanya Firly.


Firly bersama dengan kekasihnya Putri mulai duduk bersama.


" Bagaimana Aida tidak kesal uncle, daddy nya Aida sudah menculik bunda, daddy bawa bunda tidul di kamal lain, halusnya bunda tidul sama Aida ". Adu Aida yang menjelaskan semuanya.


Sontak pernyataan Aida inipun membuat Firly dan juga Putri menjadi saling memandang satu sama lain. Dan anehnya, tak lama dari itu Firly malah menjadi tersenyum.


" Uncle kenapa telsenyum, bukannya kasihan sama Aida, uncle malah senyum, tidak ada yang lucu uncle ". Kesal Aida.


" Hihihihi... jangan kesal begitu Aida, kan bagus kalau daddy dan juga bunda mu bisa tidur bersama ". Sahut Firly.


" Bagus apanya uncle, gala - gala tidul sama daddy, bunda jadi sakit, itulah kenapa Aida kesal kalau daddy tidul sama bunda ". Sahut Aida.


" Apa?, bunda mu sakit Aida?, dan itu gara - gara daddy mu? ". Firly cukup terheran dengan pernyataan Aida.


" Iya uncle, bunda sakit gala - gala tidul sama daddy, dan sekalang bunda masih belum bangun juga, masih tidul pakai selimut, tapi daddy sudah bangun ". Terangnya lagi.


Firly sungguh tak percaya dengan apa yang didengarnya. Benarkah Nadira sakit, dan itu karena disebabkan tidur dengan Andra, tapi bagaimana bisa, bukankah Nadira seorang janda, bahkan sudah memiliki satu orang anak.


Hingga pada akhirnya, Firly pun menoleh pada kekasihnya Putri. Dan anehnya raut wajah kekasihnya ini malah nampak terlihat cemas.


" Baby, kamu kenapa? ". Tanya Firly.


" Tidak ada mas ". Sahut Putri singkat.


Hati Putri merasa agak cemas setelah mendengar cerita dari Aida. Jadi sahabatnya Nadira sedang sakit, dan apalagi katanya, bahkan sekarang masih tidur.


Putri merasa sangat iba pada Nadira. Pasti disaat malam pertamanya sahabatnya itu kesakitan. Apakah suaminya Andra melakukannya tidak secara lembut sampai membuatnya sakit.


" Kasihan sekali kamu Dira ". Batin Putri.


Tak bisa dibayangkan nasib sahabatnya itu. Dan yang membuat Putri merasa sedikit aneh adalah apakah sahabatnya Nadira tidak cerita jika dirinya masih perawan.


Putri mengira jika Nadira sudah mengatakan kebenarannya pada Andra sebagai hadiah kejutan di malam pertamanya. Dan setidaknya jika Nadira benar mengatakannya bukan tidak mungkin jika Andra akan melakukannya secara perlahan.


Bersambung..........

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


❀❀❀❀❀


__ADS_2