Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Tujuh Bulanan


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Hari - hari terus berlalu dengan menyisakan kenangan pahit dan manis yang telah dihadapi oleh banyak insan di dunia ini.


Namun nampaknya kenangan kehidupan manis itu selalu menyertai keluarga kecil Andra. Tak ada kepahitan yang begitu berarti yang dialami dan dirasakan oleh keluarga kecil ini. Semuanya merasakan kebahagiaan bahkan menjelang hari penuh kesyukuran dan keberkatan yang dilakukan oleh keluarga kecilnya saat ini.


Tanpa terasa hari ini adalah hari syukuran tujuh bulanan kehamilan Nadira. Kegiatan syukuran ini dilakukan secara sederhana sesuai permintaan Nadira.


Bu Dewi, Putri, Firly dan juga beberapa tetangga sekitar telah berdatangan semuanya. Hari ini, di pagi hari yang cerah ini, yang berlokasikan di halaman belakang rumah besarnya, Nadira sudah akan siap untuk dimandikan, yaitu acara pemandian untuk tujuh bulanan kehamilan pertamanya.


Meski tak begitu banyak orang yang hadir, namun harapan dan doa tiada lelahnya Nadira harapkan, begitupun dengan suaminya Andra dan juga orang-orang terdekat yang telah Nadira anggap sebagai keluarganya sendiri juga mengharapkan doa terbaik untuknya.


" Aku suka ailnya, ailnya banyak bunga - bunganya sudah begitu ailnya halum lagi ". Seru si kecil Aida dengan gembira ria dengan menggerkak - gerakkan tangan mungilnya ke air pemandian untuk bundanya.


" Sudah sayang keluarkan tanganmu dari air itu, itu airnya untuk bunda mu mandi Aida ". Sahut Andra karena putrinya mengusik kegiatannya yang akan segera memandikan istrinya dengan air itu.


Dan benar saja, si kecil Aida langsung mengeluarkan tangan mungilnya dari air itu. Gadis kecil itu mengerut kesal karena larangan dari daddy nya.


Karena raut wajah dari sang gadis kecil sedang tak bersahabat, Firly sang uncle itupun mencoba mendekati keponakannya.


" Sudah - sudah, jangan cemberut wajahnya nanti cantiknya bisa hilang loh ". Seru Firly lantas pria itu membawa tubuh mungil Aida pada gendongannya.


" Habisnya daddy lalang - lalang Aida pegang Ailnya uncle ". Adunya pada sang uncle.

__ADS_1


" Iya, kan hanya sementara, nanti kalau bunda mu selesai dimandikan, baru Aida bisa bermain air itu sepuasnya ". Sahut Firly agar keponakannya ini mengerti.


Aida tak menyahut, gadis kecil itu malah menyandarkan wajahnya di bahu lebar uncle Firly nya, mungkin karena perasaannya sedang tak bersahabat.


Semua orang sudah begitu tak sabar menantikan siraman pertama untuk Nadira. Siraman pertama ini akan dilakukan oleh suaminya Andra, pria yang sangat dicintainya di dalam hidupnya.


Gayung khusus yang didesain dengan begitu sangat cantik telah siap untuk menyiramkan air mandi yang penuh dengan bunga itu pada tubuh istrinya, namun sebelum itu dilakukan, Andra memandangi wajah cantik istrinya lebih dulu dengan begitu lekat.


Rasa haru, bahagia dan perasaan tak menyangka telah bercampur aduk menjadi satu. Jika diingat - ingat akan masa lalu bersama istrinya Nadira, rasanya masih tak menyangka jika sosok wanita cantik yang ada di depannya ini benar telah menjadi miliknya bahkan sedang mengandung buah hatinya.


" Sayang, terima kasih karena kamu sudah hadir dalam hidupku ".


Cuppp...


Ciuman yang cukup mendalam itupun cukup lama Andra sematkan pada kening istrinya, tak lupa Andra juga mengelus perut buncit istrinya itu.


" Ya Tuhan, kapan kamu mau berhenti mencium istri mu Andra?, ini yang lainnya sudah pada menunggu ". Seru Firly.


Reflek Andra melihat orang-orang di sekitarnya, dan ternyata mereka semua menatap dirinya, bahkan mereka sampai tersenyum.


" Ayo cepat Andra kapan kamu akan memandikan Dira?, kamu, kalau sudah keasyikan jadi lupa segalanya ". Sindir Firly.


Hingga pada akhirnya, Andra mulai menggayung airnya. Dengan doa terbaik yang dipanjatkan di lubuk hati terdalamnya, Andra mulai memberikan siraman pertamanya itu.


Semua orang yang hadir merasa senang menyaksikan hal ini, dan hal itulah yang juga dirasakan oleh bu Dewi. Bu Dewi masih tak menyangka jika seorang wanita muda yang pernah bertemu dengannya di dalam bus, yang dirinya bawa pulang untuk tinggal di rumahnya ternyata adalah jodoh seorang tuan Andra.

__ADS_1


Bu Dewi merasa sangat senang dan terharu karena sudah ikut menyaksikan bagaimana hidup Nadira, sampai-sampai tanpa dirinya sadari telah menjatuhkan air matanya. Bu Dewi sangat bahagia karena bisa melihat senyuman Nadira, dan semoga senyuman itu tak pernah hilang dari wajahnya.


Andra memandikan istrinya hingga tiga kali siraman, sebelum akhirnya pria itu meletakkan gayungnya kembali.


Karena Andra sudah selesai melakukannya, maka yang lainnya pun mulai mendekat ikut serta memandikan Nadira.


Andra mulai mencari di mana keberadaan putrinya, dan ternyata putrinya Aida sedang digendong oleh Firly. Untuk sejenak Andra memang merasa bingung akan keberadaan putrinya, namun kebingungan itu seketika menjadi sirna kala putrinya Aida bersandar di bahu Firly.


" Syukurlah kamu bersama uncle mu sayang, daddy kira kamu kemana ". Gumam Andra.


*****


Sudah masuk waktu sore seperti ini bukannya sudah harus kembali ke kediamannya masing - masing malah menjadi semakin ramai saja.


Ternyata suaminya Andra tak benar-benar menuruti keinginannya. Suaminya sudah berjanji jika acara tujuh bulanan kehamilan dirinya akan dilangsungkan dengan sederhana tapi penuh dengan hikmat, namun bukan Andra namanya jika tak merayakan hal apapun dengan sesuatu yang mewah.


Tapi meski begitu kemewahan ini juga tak begitu buruk, bahkan terbilang baik. Ternyata di penghujung acara ini, suaminya mengundang lebih dari seratus anak yatim dan piatu untuk memberikan santunan pada mereka, bahkan suaminya telah menyewa beberapa pelayan restoran agar segala kebutuhan untuk makan anak - anak yatim piatu ini bisa terpenuhi.


Sementara si kecil Aida memperhatikan bunda dan juga daddy nya. Kedua orang tuanya masih sibuk dengan anak - anak yatim itu, sementara dirinya sudah tak sabar ingin ke toilet.


" Aduuuh... bunda sama daddy masih sibuk, aku pelgi sendili saja ke toilet ". Gumam Aida.


Aida sudah tak tahan dengan sesuatu yang bergejolak di perut bagian bawahnya. Gadis kecil itu ingin buang air kecil, namun semua orang yang ada sedang sibuk dengan urusan mereka.


Bersambung..........

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


❀❀❀❀❀


__ADS_2