Duda Kaya Itu Suamiku

Duda Kaya Itu Suamiku
Daddy Jangan Nakal


__ADS_3

Selamat Membaca


🌿🌿🌿🌿🌿


Gedor... gedor... gedor...


" Daddy, ayo buka pintunya daddy ". Seru Aida dengan terus menerus memukul - mukul pintu kamar daddy nya.


Terasa berat bagi Andra untuk membuka pintu kamarnya, namun apalah daya, dirinya harus benar - benar membuka pintu kamarnya ini, hingga pada akhirnya Andra pun benar - benar akan membukanya.


Ceklek....


Pintu kamarnya pun telah benar Andra buka.


" Ih, daddy kenapa lama sekali dibuka pintunya?, Aida kesal sama daddy ". Bahkan Aida sudah berkacak pinggang pada daddy nya.


Tak mempedulikan akan keberadaan daddy nya, Aida pun langsung melenggang masuk begitu saja, padahal sebelum Aida benar - benar masuk, Andra ingin mengatakan suatu hal pada putri kecilnya itu.


" Ya Tuhan, semoga Aida tidak bertingkah yang aneh - aneh ". Batin Andra yang merasa harap - harap cemas.


" Bunda... ". Pekik si kecil Aida.


" Sayang ". Sahut Nadira dengan tersenyum.


Aida sungguh merasa begitu sangat bahagia karena akhirnya dirinya bisa melihat bunda nya. Dengan rasa kebahagiaan yang sudah tiada terkira, Aida pun mulai menaiki ranjang kasur daddy nya, Aida sudah tak sabar ingin segera memeluk sang bunda tercintanya.


" Hati - hati sayang ". Peringat Nadira kala sang putri berusaha naik ke tempat tidurnya.


Dan pada akhirnya putrinya Aida benar - benar berhasil naik ke tempat tidur ini.


" Bunda ". Serunya dengan penuh rasa haru hingga pada akhirnya Aida memeluk bunda nya.


" Sayang, hati - hati ". Kali ini Andra yang bersuara.


Andra merasa sangat khawatir karena putrinya Aida langsung menimpa tubuh istrinya untuk memeluknya.


" Bunda, Aida senang sekali bisa melihat bunda ". Serunya dengan masih pada rengkuhannya.


" Bunda juga senang sayang karena bisa melihat Aida lagi, bunda rindu sekali dengan Aida sayang ". Sahut Nadira dengan segala perasaan rindunya.


Sepasang putri dengan ibunya itu saling berpelukan dengan begitu mesra. Siapapun yang menyaksikan kemesraan dari keduanya pasti akan merasa sangat terharu, tak terkecuali Andra.


Andra merasa sangat terharu melihat kedekatan putrinya Aida dengan ibu sambungnya Nadira.

__ADS_1


Sungguh Andra tak pernah menyangka jika di pagi hari seperti ini dirinya telah disuguhkan oleh kemesraan antara putrinya dengan istrinya Nadira.


Hati Andra merasa sejuk dibuatnya. Selama ini Andra mengira jika dirinya bisa merawat putri kecilnya ini seorang diri dengan bantuan seorang pengasuh, namun meski putri kecilnya ini bisa tumbuh dengan baik sesuai dengan harapannya, tetap saja apa yang dilakukannya tak mampu membuat putri kecilnya ini bisa tersenyum bahagia seperti yang dirinya lihat saat ini.


Untuk sejenak Andra memang merasa sangat khawatir jika putri kecilnya ini akan bertingkah sangat agresif pada Nadira, namun sesaat setelah itu rasa kekhawatirannya telah menghilang karena kemesraan dari keduanya.


" Dira, terima kasih karena kamu sudah hadir dalam hidup kami sayang ". Batin Andra.


" Sayang, Aida harum sekali, wangi ". Seru Nadira karena itulah yang dirinya rasakan dari tubuh mungil putri kecilnya.


" Iya dong bunda halum, kan Aida sudah mandi ". Sahutnya lalu Aida pun mulai melepaskan rengkuhannya itu dari tubuh bunda nya.


Entah apa yang ingin dilakukan oleh Aida, yang pasti saat ini gadis kecil itu sudah berdiri dari pangkuan bundanya. Aida menatap begitu tajam pada daddy nya.


Melihat hal ini membuat Andra merasa sedikit khawatir pada putrinya Aida. Ada apa ini, mengapa putrinya terlihat kesal seperti ini.


" Daddy, kenapa daddy lalang - lalang Aida untuk peluk bunda?, daddy sudah culang sama Aida, daddy sudah tidul sama bunda tapi Aida tidak diajak, telus daddy juga kunci kamal ini, kenapa daddy? ". Ternyata ini yang membuat si kecil Aida bersikap tak bersahabat pada daddy nya.


Seketika itu Andra seolah menajdi menciut. Apa ini, mengapa putrinya sudah menanyakan hal ini. Jawaban apa yang harus dirinya berikan pada putrinya. Tidak mungkin kan dirinya mengatakan jika ingin menghabiskan malam bersama di malam pertamanya dengan Nadira.


" Daddy, kenapa daddy tidak jawab Aida?, jangan - jangan daddy tidak suka ya kalau Aida sama - sama bunda? ". Bahkan Aida sudah berkacak pinggang karena begitu kesalnya.


" Bu-bukan seperti itu sayang, hanya saja... ". Andra tak tahu harus bagaimana melanjutkan kalimatnya.


" Hanya saja apa daddy? ".


" Aku harus menjawab bagaimana ini ". Batin Andra yang kebingungan.


" Sayang, anak bunda ". Seru suara lembut itu.


Nadira mulai menarik dengan lembut tubuh mungil putrinya hingga duduk di atas pangkuannya.


Cup... cup... cup...


" Katanya Aida senang bunda ada di sini?, bunda merindukan Aida memangnya Aida tidak rindu dengan bunda sayang? ". Ujar Nadira.


" Iya lindu bunda, Aida lindu bunda ". Sahut Aida lalu dirinya kembali memeluk bunda nya.


Untuk sejenak Andra sudah bisa bernafas cukup lega. Beruntung istrinya Nadira telah berhasil mengalihkan putrinya jika tidak sudah pasti dirinya akan menajdi bulan - bulanan dari putrinya ini.


" Bunda, bunda kan sudah menikah dengan daddy, belalti bunda akan tinggal di sini selamnya? ". Tanya Aida dengan sambil lalu kepala mungilnya ia sandarkan pada bahu bunda nya.


" Iya sayang, bunda akan tinggal di sini selamanya bersama Aida ". Sahut Nadira.

__ADS_1


" Telima kasih bunda Aida senang sekali ". Sahutnya.


" Itu benar putri daddy, bunda akan tinggal di sini selamanya.


Lalu Andra pun mulai duduk bersama di dekat keduanya.


Bisa melihat daddy nya menikah dengan bunda nya dan juga bisa melihat bunda nya tinggal di rumah ini adalah keinginan Aida yang selalu dirinya impikan. Karena dengan bunda nya tinggal di rumah ini bisa membuat dirinya mendapatkan apapun dari bunda nya.


Kasih sayang, cinta, serta kesehariannya yang ingin ditemani oleh seorang ibu bisa dirinya dapatkan, apalagi ketika dirinya ingin meluangkan waktunya untuk bermain.


Bermain?, mengingat kata bermain membuat Aida tiba - tiba ingin mengajak bunda nya untuk bermain.


" Bunda, ayo kita bermain ". Ajak Aida.


" Bermain sayang? ". Namun Andra lah yang menyahutinya.


" Aida mau ajak bunda belmain di taman belakang daddy, Aida mau ajak bunda main sepeda ayun di sana ". Ujar Aida.


Mendadak rasa khawatir menyelimuti hati Andra. Andra merasa khawatir dengan keadaan ini. Yang benar saja ini, putrinya Aida mengajak istrinya Nadira untuk naik sepeda. Tidak, ini tidak boleh terjadi. Istrinya Nadira masih terluka, sangat tidak mungkin jika istrinya ini bermain dengan naik sepeda.


" Sayang tidak bisa, Aida bermain di sini saja ya dengan bunda, tidak perlu main di luar rumah ". Sahut Andra yang melarangnya.


" Kenapa daddy?, kan Aida jadi selu kalau Aida dan bunda main sepeda, sudahlah daddy pokoknya Aida mau ajak bunda main sepeda ". Sahut Aida yang tetap pada keinginannya.


Dalam hal ini Nadira juga merasa sangat khawatir, bahkan lebih khawatir daripada suaminya Andra. Bagaimana bisa dirinya akan menuruti keinginan putrinya untuk bermain sepeda sementara dirinya kondisinya saat ini sangat tidak memungkinkan untuk melakukan hal itu.


" Sayang, putri daddy dengarkan daddy, bunda mu saat ini tidak bisa bermain sepeda sayang, bunda mu saat ini sedang sakit ". Jelas Andra.


" Apa?, bunda sakit?, kenapa bunda bisa sakit daddy?, jangan katakan kalau daddy lah yang sudah membuat bunda sakit? ". Aida sudah kembali kesal pada daddy nya.


" Ti-tidak seperti itu sayang ". Sahut Andra.


" Kalau tidak sepelti itu, lalu sepelti apa daddy?, daddy jangan nakal sama bunda, bunda ini bunda nya Aida, Aida halus tegas sama daddy, pokoknya mulai hali ini bunda halus tidul sama Aida ".


Deg...


Tubuh Andra langsung menjadi membeku. Pernyataan putrinya benar - benar seolah meluruhkan semua bagian dari tubuhnya.


Bagaimana bisa putrinya memutuskan hal agar istrinya Nadira bisa tidur dengan Aida saja. Jika itu sampai terjadi lalu bagaimana dengan nasib dirinya.


Tidak - tidak, ini tidak boleh sampai terjadi. Baru satu kali dirinya merasakan adanya buka puasa yang begitu nikmat setelah sekian tahun lamanya dirinya berpuasa, apakah iya jika dirinya harus berpuasa lagi. Lalu bagaimana dengan berbukanya, sudah pasti dirinya akan kesulitan mendapatkan kenikmatan itu lagi jika sampai istrinya Nadira tidak tidur dengannya dan lebih memilih tidur dengan putrinya saja, ini benar - benar sungguh sangat mengkhawatirkan.


Bersambung..........

__ADS_1


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


❀❀❀❀❀


__ADS_2